Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.76.


__ADS_3

Happy reading 😍


"Kenapa nak,"


Pak Ilham merasa ada yang di sembunyikan oleh Syifa dan Aryo saat ini, namun dia tidak ingin anaknya menjauhi dirinya karena mencurigainya,


.


"Ya karena Syifa sudah boleh pulang kok pah, jadi ya ga usah ganti kamar segala," jawab Syifa meski dokter belum mengatakan bahwa dirinya sudah boleh pulang atau tidak.


"Baiklah kalau begitu, papa menurut saja, lagian papa juga tidak ingin kalau sampai harus menginap di rumah sakit," ucap pak Ilham, banyak hal yang sedang dia urus, mengenai pernikahan Syifa dan Imam, tentu saja semua harus selesai sebelum hari H nya.


"Hm pah, gimana jadi gak," tanya Syifa dengan sedikit ragu.


"Jadi kemana maksudnya," Pak Ilham kurang paham dengan maksud Syifa.


"Sebelum pulang, Syifa pengen makan ketoprak pah," ujar Syifa sambil membayangkan nama makanan yang baru saja dia sebutkan.


"Baiklah papa akan membelinya sebentar, kalian jaga Syifa dulu ya," Pak Ilham mencium kening Syifa lalu pergi ke luar ruangan untuk mencari apa yang di inginkan anaknya itu.


"Alhamdulillah akhirnya papa pergi juga," ucap Syifa dengan sedikit lega. ini waktu yang tepat untuk Alex keluar dari persembunyiannya.


"Ada apa sih kak, kok kalian tadi tegang gitu," Siti tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.


"Itu tuh hantu kamar mandi datang," celetuk Aryo sekenanya saat melihat wajah Alex yang nongol setengah badannya di pintu kamar mandi.


"Kak Alex?!" Siti sontak terkejut saat Alex tiba-tiba nongol begitu saja.


"Haiii...," Alex melambaikan tangannya ke arah Siti yang masih terbengong-bengong. sungguh dirinya tidak menyangka kalau akan berjumpa dengan Alex di sini.


"Ha...hai kak, hehehe," Siti membalas lambaian tangan dari Alex.terus kemana kak Imam, bukannya seharusnya kak Imam yang bersama Syifa saat ini.


"Udah sana pergi, sebelum loe digantung di tiang rumah sakit sama calon mertuamu," ucap Aryo dengan menepuk pundak Alex.

__ADS_1


"Bentar lah Yoo, masih kangen guee," celetuk Alex dengan menatap wajah kekasihnya yang kini sudah merona karena ucapannya barusan.


"Dasar buciiiin isssh, gue kasih waktu sepuluh menit, kalau lebih dari itu tamat riwayat loe," Aryo menarik tangan Siti keluar ruangan untuk memberikan waktu untuk Alex dan Syifa sebelum Ayahnya Syifa kembali.


"Syifa...." Alex berbicara dengan pelan agar suaranya tidak terlalu terdengar dari luar, karena ada hal penting yang ingin dia bicarakan saat ini.


"Ya kak, kenapa?!" Syifa mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Alex, apapun itu Syifa merasa ini akan menjadi pertemuan nya yang terakhir dengan Alex.


"Selamat ya, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri," ucap Alex dengan suara yang hampir tidak terdengar, sungguh dadanya begitu sesak mengatakan nya namun apa daya dia bukanlah pilihan dari orang tuanya bahkan dirinya tidak bisa ikut hadir dalam pernikahan Syifa yang akan berlangsung dua hari lagi.


"Iya kak, terima kasih," Syifa tersenyum getir, meski hatinya menolak namun keputusan tidak bisa dia gagalkan begitu saja, ayahnya sudah merencanakan pernikahannya dengan begitu bahagia, Syifa tidak ingin merusak kebahagiaan sang ayah.


"Boleh aku meminta sesuatu untuk terakhir kalinya," ucap Alex dengan menggenggam tangan Syifa yang sebentar lagi tidak bisa dia genggam.


"Apa itu kak," Syifa belum mengatakan bahwa dia setuju dengan keinginan terakhir dari Alex, sebenarnya Syifa tidak ingin Alex mengatakan hal terakhir seperti ini.


Alex tidak mengatakan apa-apa karena saat ini dia sudah mendekat kan wajahnya dengan wajah Syifa, begitu dekat sampai deru nafas bisa mereka rasakan. Syifa tidak mundur sedikit pun melihat Alex yang kini begitu dekat dan sepertinya Syifa tahu apa keinginan terakhir Alex.


Aryo dan Siti yang tidak sengaja menyaksikan adegan keduanya pun ikut merasakan sesak melihat cinta keduanya yang harus kandas. Siti pun menangis di pelukan Aryo, Aryo memeluknya erat dan mengusap pucuk kepala Siti agar kekasih nya tidak tersedu-sedu dan masih bisa mengontrol emosi nya.


"Ayo cari kak Imam," ajak Siti kepada Aryo dengan melepaskan pelukannya dan menarik tangan Aryo.


"Heiii, untuk apa mencari Imam?! ucap Aryo dengan menatap mata Siti yang masih saja mengeluarkan air matanya.


"Kak Syifa hanya mencintai kak Alex, begitu pun sebaliknya, apa kita tega memisahkan keduanya," ucap Siti dengan terus menangis, dia hanya ingin kakaknya bahagia dan melihatnya menikah dengan orang yang dia cintai.


"Aku tahu sayang, tapi ini bukan urusan kita," jelas Aryo dengan suara pelan dan berusaha menenangkan Siti yang merasa gelisah melihat kisah cinta kakaknya.


"Kenapa begitu Yooo, aku adiknya aku berhak melihat kak Syifa bahagia," Siti masih tidak bisa terima bila nanti kakaknya menderita karena menikah dengan orang yang salah.


"Tapi Imam juga berhak mencintai Syifa, dia berhak untuk memiliki cintanya," jelas Aryo, meski Aryo tahu Siti pasti akan menentang pendapat nya karena telah membela sepupunya.


Siti terdiam tapi masih menangis, pikiran nya benar-benar kacau saat ini, entah apa yang harus dia lakukan kali ini.mendengarkan Aryo dan tetap diam, atau mencari Imam sesuai dengan rencana nya.

__ADS_1


"Percaya lah semua akan baik-baik saja, ok" Aryo memegang kedua tangan Siti dan meyakinkan bahwa semua akan berjalan dengan baik.


"Semoga, hiks hiks," Siti kini memeluk Aryo kembali, meski hatinya sudah sedikit tenang, tapi tetap saja butuh sandaran agar dirinya benar-benar yakin semua akan berakhir bahagia.


"Ehmmm, kita harus masuk dan...," Aryo tidak tahu apa yang akan dikatakan nya karena waktu yang dia berikan kepada Alex sudah habis.


Siti menarik nafasnya dalam-dalam, ini merupakan hal terberat baginya seakan ada batu besar yang dia pikul di pundaknya.


"Tersenyum lah, kita tidak boleh terlihat sedih di hadapan mereka," ucap Aryo sambil mengusap air mata di wajah Siti.


"Iya, aku tidak akan bersedih di hadapan kak Syifa," ujarnya dengan cepat menghentikan tangisnya, kak Syifa tidak boleh tahu bahwa dirinya telah menangis.


TOOK...TOOK..TOOK...


Syifa dan Alex menghentikan aktivitas mereka, ini sudah waktunya Alex pergi sebelum Ayahnya Syifa datang dan melihat dirinya di ruangan Syifa.


I...



LOVE...



YOU....


Kata terakhir yang Alex ucapkan di telinga Syifa, di kecupnya kening sang kekasih dengan lembut.


Syifa memejamkan matanya, berharap ini hanya lah mimpi dan saat dia membuka matanya, dia berharap masih bisa melihat Alex dan tetap bersamanya.


Happy reading 😍


"

__ADS_1


__ADS_2