
Lanjut ya BESTie 🤗
Biasanya klo bos lagi galau tuh yang kena sasaran tuh asisten nya yaa😂😂,
Namanya juga bos ya, apa yang dia inginkan harus bisa didapatkan, but tidak semua bisa di ukur dengan materi ya guys
Happy reading 😍.
*********************
"Ajiiiiiiiiiiiii....," Teriak Aryo memanggil Asistennya untuk segera menemuinya.
"Iyaaaa bos," Aji dengan sigap datang dan siap menerima perintah dari bosnya.
"Buaang barang iniii,"
Aryo melempar barang yang di tolak Siti dan menyuruh asisten nya untuk membuangnya.
"Iniiii,"
Aji tak mengerti mengapa bosnya menyuruh untuk membuangnya.
"Bukankah ini adalah kado yang akan di berikan bosnya kepada kekasihnya," Bathin Aji
"Cuma ada satu kemungkinan,"
"Di Tolak....???!
"What???
"Di Tolak???
"Gadis macam apa ini, berani sekali menolak bosnya itu yang berkuasa dan pewaris dari perusahaan terbesar," Bathin Aji yang berkomunikasi dengan jiwanya, karena tak mungkin Aji bertanya pada bos-nya, yang ada nyawanya bisa melayang,
"Sebaiknya aku menyimpannya saja di tempat yang aman, siapa tahu nanti akan berguna kembali," Aji segera pergi dari ruangan bosnya sebelum ada ledakan yang lebih besar lagi.
Drrrt...Drrrt...
Ada pesan masuk ke dalam handphone Aryo, namun Aryo tak menggubris nya sama sekali, pikirannya seperti tak berada di tempatnya.
Kini Seseorang itu langsung menelpon Aryo,
Aryo mau tidak mau mengangkatnya karena sedikit mengusik ketenangan nya.
__ADS_1
"Surtiii???
"Ada Apaa,"
"Maaf tuan, nona Syifa sudah kami antarkan pulang ke rumahnya dengan selamat sesuai perintah tuan...
"Baguuus",
"Aryo pun menutup telponnya",
"Jadi namanya Syifa," Aryo bahkan sudah lupa bahwa dia menolong seorang gadis, karena terburu-buru kembali ke desa.
"Semoga tuan membawa nona Syifa kembali ke rumah ini sebagai nyonya,"
Bi Surti berpikir Syifa adalah kekasih Aryo.
#FLASHBACK ON#
"Daady please come on, suruh saja Aji yang bertemu dengan klien kita itu, " Protes Aryo kepada Pak Burhan yang menyuruhnya menemui salah satu klien penting di club' malam.
"Tidak bisa, yang akan menjadi bos utama adalah kamu Yo bukan Aji," Tegas Pak Burhan.
"Ok...ok... Terserah," Aryo tak bisa membantah keinginan Pak Burhan.
"Ayoo pergi...
Permintaan klien tidak bisa ditolak begitu saja, begitu pun dengan tempat yang disepakati untuk menjalin hubungan kerjasama.
"Loe yang bawa," Aryo melempar kunci mobil kepada Asisten nya Aji.
Dia sangat malas dengan semua ini dan sepertinya Pak Burhan sedang mempermainkan nya.
"Lihat saja Daady, gue akan tetap kembali ke desa malam ini juga," Bathin Aryoo ketika niatnya kembali ke desa harus di gagalkan oleh Pak Burhan.
Sesampainya di sana, Aryo melihat seseorang yang sedang mabuk dan di papah oleh kedua temannya.
"Loe aja yang masuk dan menggantikan gue seperti biasanya,"
"Klien tidak akan tahu," Perintah Aryo yang masih terus memperhatikan mereka.
"Terus...bos sendiri mau kemana??? Aji bingung kenapa harus dia yang menemui klien bos-nya.
"Siniiii kuncinya, gue ada urusan," Ayo mengambil kunci mobil dari Aryo dan dengan cepat masuk ke dalam mobil melihat yang di perhatikan nya mulai bergerak.
__ADS_1
"Nanti gue kirim mobil buat jemput loe," Ucap Aryo yang langsung melajukan mobilnya mengikuti kendaraan yang ada di depannya.
"Hmm... kenapa gue peduli dengan wanita itu, gue merasa harus mengikutinya," Bathin Aryo yang merasa heran sendiri, mengapa begitu peduli dengan orang yang sebenarnya Aryo pun tidak mengenal siapa wanita itu.
Aryo hanya merasa pria yang membawa wanita itu bukanlah pria yang baik dan akan melakukan hal buruk.
Benar saja, mobil di depannya memilih jalan yang tidak biasa di lewati kendaraan lainnya karena terkenal banyaknya ranjau paku di sana.
Aryo pun menjaga jaraknya agar tidak di curigai telah mengikuti mereka.
Saat mobil berhenti...
Aryo pun berhenti dan keluar tanpa berbicara,
Saat ada kesepakatan Aryo langsung bertindak dengan memukul pria itu dari belakang dan membuatnya pingsan.
Dia biarkan saja pria itu tergeletak, yang terpenting adalah menolong wanita itu dulu, dan membawanya ke tempat yang aman.
Aryo tidak peduli dengan wanita yang ditolongnya. Baginya Siti tiada duanya 😂
Siti satu-satunya wanita yang bisa menghentikan detak jantungnya.
"CK..ck...ck....
"Dasar wanita BO***,"
"Mudah sekali tertipu oleh pria brengsek semacam ini.
"Lain kali gue gak akan nolong loe," Ucap Aryo kesal karena waktunya untuk kembali ke desa begitu banyak rintangan.
Aryo pun mengeluarkan Syifa dan memindahkan nya ke dalam mobilnya.
"Siapkan kamar untuk seorang wanita," perintah Aryo kepada kepala Asistennya,
"Baik Tuan... Tapi...
"Ada apaaa," Aryo sudah tidak sabar untuk segera pergi ke desa saat ini juga.
"Kamar tamu telah terisi oleh klien bos besar, " jawab Kepala Asistennya.
"Ya sudah kamarku saja," Ucapnya dan membawa Syifa ke kamarnya, tak lama setelah membaringkan Syifa,
Aryo benar-benar pergi dan ingin kembali ke desa saat ini.
__ADS_1
#FLASH BACK OF#
Happy reading 😍