
Happy reading 😍
Setelah Siti dan Aryo selesai berdiskusi, kini giliran Syifa dan Alex yang akan menyelesaikan masalah di antara yang belum selesai di antara mereka.
"Kak... apa kabar...," Syifa memulai dengan menanyakan kabar Alex, karena sudah dua hari ini dirinya tidak berjumpa dengannya.
"Buruk.... sangat buruk," ucap Alex dengan lirih. Selama dua hari itu, Alex benar-benar telah menyiksa dirinya sendiri, melihat kekasih nya yang tidak bisa dia temui bahkan kini akan menikah dengan orang lain, tentu saja membuat nya hancur.
"Kenapa kak, apa yang membuat kakak hancur...
"Aku tahu apa yang membuat kakak hancur!!, Syifa bertanya kepada Alex sekaligus memberikan jawaban atas pertanyaan yang dia utarakan untuk Alex,
"Syifa... Maafkan aku, tolong beri aku kesempatan sekali lagi untuk membuktikan bahwa aku benar-benar tulus dan sayang banget sama kamu," Alex meraih tangan Syifa dan menggenggam nya dengan erat, ingin rasanya dia genggam terus selamanya.
"Maaf kakak bilang...
"Kakak sadar gak, kakak udah bohong selama ini sama aku, kakak hanya memanfaatkan aku saja, dan jangan pernah bilang kata cinta kak," Teriak Syifa yang mulai emosi saat dirinya mengingat perbuatan Alex yang sudah menyamar menjadi Tuan tapi ternyata dialah penjahatnya.
"Ya aku salah Syifa, aku memang awalnya ingin berniat jahat sama kamu, tapi sikapmu yang baik, senyummu yang tulus sudah mengubahku Secara perlahan-lahan, dari seorang Alex yang tidak punya rasa kepedulian menjadi sangat peduli sama kamu, dari Alex yang tidak mengenal hati kini aku sudah punya hati FA, dan itu semua karena kamu," Alex tidak berbohong kali ini, apa yang dia ucapkan benar dari hatinya.
"Tidak bukan karena aku kak, tapi kakak berubah untuk ya, karena diri kakak sendiri,
jangan jadikan aku alasan kak," Syifa berusaha untuk tidak lagi peduli dengan apapun mengenai Alex saat ini, karena sudah
ada seseorang yang dia pilih untuk menjadi pangeran dalam hidupnya.
"Maaf Syifa aku tidak menerima penolakan," Alex kini menyeringai dan mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong bajunya, sebuah kain tipis di keluarkan dan...
HUFT...
__ADS_1
Alex membungkam mulut Syifa dengan kain itu dengan memeluk, seolah-olah tidak terjadi apa-apa saat Imam memperhatikan dari jauh, seakan mereka sedang berpelukan,
"Kenapa kamu malah mau di peluk sama dia Fa,"Imam merasakan sesak di dadanya saat Syifa terlihat diam saja saat Alex memeluk dirinya. Imam pun memalingkan wajahnya agar tidak lagi melihat pemandangan yang menurutnya tidak baik untuk terus dia lihat.
"Bagus, dia lengah, sekarang saatnya," Alex menelpon seseorang agar cepat menuju lokasi di mana dia berada saat ini.
"Bawa mobil cepat," ucapnya dengan tegas, dia berharap anak buahnya bisa bergerak dengan cepat sebelum semua orang menyadari perbuatannya.
"Baik bos, lima menit kami tiba," para anak buahnya pun langsung bergerak dan menjemput bosnya, karena lokasi mereka memang tidak jauh dari tempat bosnya berada.
Tak lama kemudian, mobil hitam pun berhenti tepat di depan Alex, Alex pun membawa Syifa yang kini tidak sadarkan diri akibat obat yang telah di hirupnya di dalam kain yang di pegang Alex tadi.
"Maafin aku fa, aku nggak bisa kehilangan kamu lagi," batin Alex, saat keduanya sudah berhasil masuk mobil.
Setelah melihat bosnya sudah masuk, mereka pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar tidak ada yang mengejar mereka nanti.
"Kita ke markas dan jangan sampai orang tau keberadaanku sampai aku yang meminta," Perintah Alex kepada anak buahnya yang langsung mendapat anggukan tanda mengerti.
"Di mana Syifa dan Alex??? Pak Ilham mendatangi Imam yang sedang asyik membakar barbeque ketika melihat Syifa dan Alex berpelukan, rasanya hatinya pun ikut terbakar seperti barbeque yang sedang dia bakar.
"Me...reka di san....," Imam melihat kembali ke arah dimana tadi Syifa dan Alex bermesraan, tapi apa yang di lihatnya, tidak ada seorang pun di sana,
"Kemana mereka pah," Imam balik bertanya saat sadar bahwa Syifa dan Alex tidak ada di tempat itu.
"Kenapa kamu membiarkan Syifa sendiri, lihat kan papa yakin Alex yang membawa Syifa pergi," pak Ilham langsung menyalahkan Imam dan kecewa kepada nya karena tidak bisa menjaga putrinya.
"Ma..maaf pah, aku akan segera mencari nya ," Imam lalu bergegas pergi, dan langsung meminta bantuan tim nya agar bisa membantu mencari Syifa juga.
"Arrrrgh, apa kamu memutuskan memilih dia, dan meninggalkan aku," Imam memukul stir yang ada di hadapannya, dia tidak percaya kalau Syifa malah pergi dengan Alex begitu saja.
__ADS_1
"Cari seseorang untuk ku dan kirim bala bantuan," Imam langsung menelpon timnya agar bisa membantu nya.
"Baik pak, kami akan membantu sebisa kami," anak buahnya sudah mengetahui tentang Alex dan beberapa markas yang Alex punya.
"Alex lihat saja , kini aku akan menunjukkan takdir mu," batin Imam yang sudah menahan kesabaran untuk menangkap Alex karena Syifa adalah kekasih Alex sekaligus target nya dalam misinya.
"Bagaimana??? apakah sudah ada titik terang keberadaan Syifa???," Imam terus melakukan komunikasi dengan timmnya mengenai perkembangan sejauh ini.
"Ya... kami menemukan mereka Pak," jawab salah satu anak buah yang ikut andil dalam misinya kali ini.
"Berikan koordinat nya dan ingat kalian hanya memantau saja jangan sampai bertindak gegabah," Imam tidak ingin ada korban dalam misi nya apalagi nyawa Syifa tentu akan menjadi taruhannya.
"Seandainya kamu tahu siapa Alex yang sebenarnya, apa kamu masih peduli dengan nya?!," bathin Imam, sungguh apa yang di lakukan Syifa tidak pernah terlintas dipikirannya, Lagi pula Syifa sudah berjanji tidak akan menemui Alex lagi meski apapun yang terjadi.
Di Suatu tempat...
Seseorang telah sadar dari tidurnya, namun dia tidak mengenal kamar yang sedang dia tempati, semua terasa begitu asing. dia mencoba turun meski seluruh tubuhnya masih terasa lemah, dia berjalan ke arah pintu meski dengan tertatih dan pelan, di raihnya handle pintu dan di putarnya. tak bisa di buka, ternyata dia terkunci di dalam kamar tanpa dia tahu dimana dia berada sekarang.
"Kaaaak buka pintunya,"Syifa berteriak sekuat tenaga agar seseorang di luar sana mendengar dan mau membuka pintu itu.
"Dia sudah sadar, aku tak bisa menemuinya sekarang, ada yang harus ku selesaikan terlebih dahulu," Alex melihat laptop yang berisi cctv, yang dimana salah satunya adalah kamar yang di tempati oleh Syifa.
"Bos... sepertinya kita di serang, beberapa markas sudah di lumpuhkan," ucap anak buah yang tiba-tiba masuk dan menemui Alex yang masih asyik menonton cctv.
"Akhirnya dia datang juga, kita lihat sampai sejauh mana kemampuan mu," batin Alex, ini kesempatan emas baginya untuk melenyapkan orang yang sudah menjadi penghalang hubungannya.
"Mari kita sambut tamu kita," Alex mengambil beberapa pistol dan menyembunyikan nya di dalam jas hitam yang dia kenakan.
HAPPY READING 😍
__ADS_1
"