
Happy reading 😍
Orang itu pun langsung pergi karena sudah menyelesaikan tugas dengan baik. Pria itu melihat video yang di kirimkan.
"DEWIIIIIIIIIII...," Amarahnya sudah terkendali saat dia menyaksikan sendiri video yang baru saja dia baru saksikan.
"MATIIIII KAUUUU....
"Sabar bos, ingat rencana yang kita susun," seru anak buah Alex yang menghentikan langkahnya, Alex benar-benar terbawa emosi dan ingin secepatnya memberi pelajaran kepada Dewi dan mommy Melanie segera.
"Huuuh... kalian benar,gue harus bersabar sedikit lagi, sebelum ku kirim mereka ke neraka sesungguhnya," ucap Alex,
"Sebaiknya kita pergi dulu dari sini bos, sebelum Dewi mengetahui keberadaan kita," saran anak buahnya, karena posisi Alex saat ini adalah di pinggir jalan tidak jauh dari lokasi Dewi berada.
Alex kali ini mendengarkan pendapat para anak buahnya, dengan cepat dirinya melajukan mobilnya ke tempat persembunyian nya yang baru saja sudah dia sewa selama setahun. tentunya Alex memilih tempat yang tidak begitu ramai.
SEMENTARA ITU...
"Pah berhenti sebentar, Syifa ingin makan jagung bakar manis, kayaknya enak tuh pah," ucap Syifa kepada pak Ilham yang kini melajukan mobilnya dengan pelan dan mencari tempat parkir yang aman.
"Hmmm, sepertinya ramai ya," ucap pak Ilham saat melihat banyaknya para pengunjung yang mengantri untuk menunggu pesanan yang mereka pesan.
"Ya bagus dong pah, tandanya apa yang mereka pesan disini enak," terang Syifa yang terkagum melihat para pembeli yang memenuhi semua kursi yang tersedia. bahkan tidak banyak dari mereka, langsung membawa pulang apa yang mereka beli dan menyantap nya di rumah.
"Iya yah, tandanya mereka itu memiliki produk yang unggulan," balas pak Ilham.
"Biar papa saja yang turun dan memesannya, bagaimana," pak Ilham meminta Syifa untuk tetap di mobil saja,
"Diiih gak maulah pah, Syifa kan mau ikut juga dan liat bakarnya," protes Syifa, dia gak mau hanya melihat saja, tapi dia juga ingin merasakan betapa dinginnya puncak di sore hari.
"Ok, kalau begitu ayo, papa akan mencarikan tempat duduk yang kosong, agar kamu tidak kelelahan berdiri saja," pak Ilham mengedarkan pandangannya, siapa tahu masih ada tempat duduk yang kosong untuk Syifa.
"Balik badanmu mom, dan pake masker cepat," perintah Dewi dengan tiba-tiba,
"Ih kenapa harus balik badan sih, pake masker pula," protes mommy Melanie saat Dewi tiba-tiba menyuruhnya berbalik badan.
"Lihat di sana," Dewi menunjukkan ke arah mobil hitam yang sedang berhenti,
"Astaga, bagaimana ini, kita akan tertangkap," ucap Mommy Melanie yang langsung ketakutan melihat kedatangan pak Ilham dan Syifa yang sudah semakin dekat dengan posisi mereka.
"Diam mom, jangan takut, gue yakin mereka tidak akan menyadari keberadaan kita di sini," ucap Dewi yang terus memperhatikan pergerakan pak Ilham dan Syifa.
__ADS_1
"Ok," mommy Melanie mendengarkan instruksi dari Dewi. semoga saja apa yang di ucapkan oleh Dewi benar.
"Nah kamu duduk sini ya, papa yang akan pesan," ucap pak Ilham, akhirnya dirinya bisa mendapatkan tempat duduk untuk anaknya Syifa.
"Iya pah," Syifa pun langsung duduk dan memperhatikan sekeliling nya yang masih saja ramai oleh pengunjung yang datang dan pergi secara bergantian.
Syifa tidak menyadari bahwa ada orang yang sedang memperhatikan gerak gerik dirinya.
Syifa menyukai pemandangan yang sangat elok di depan matanya.
"Doooor...
"Astaghfirullah...
"Ih adeeeeek, bikin kaget saja deh," teriak Syifa yang terkejut saat seseorang yang menggebrak mejanya Secara tiba-tiba.
"Hehehe ✌️," Siti langsung duduk di sebelah Syifa dan mengangkat kedua tangannya tanda minta maaf karena sudah bikin kakaknya terkejut.
"Makanya jangan melamun kak," seru Siti yang melihat dari kejauhan sejak tadi dan memperhatikan kakaknya yang melamun.
"Enggak kok, kakak lagi lihat pemandangan deeeek," bela Syifa, dia mang sedikit melamun tadi, namun dirinya tidak mau jujur kepada adiknya, karena saat duduk tadi pikiran nya malah tertuju kepada Alex.
"Ooohw, gituuu....," Siti mengangguk tanda mengerti dan tersenyum melihat Syifa yang juga tersenyum ke arahnya.
"Ituuuuu.....," Siti menunjukkan ke arah di mana dua pria sedang berjalan ke arah mereka.
"Soreeeeee para bidadari surga," ucap Aryo dengan mengerlingkan matanya ke salah satu perempuan yang sedang duduk.
"Soreeeeee juga para imam Sholeh," balas Siti dengan membalas kerlingan sang kekasih, meski dirinya tidak tahu sejak kapan mereka jadian.
"Uhuuuuk, ehmmm kak, akuuu dan Aryo mau pesan jagung dulu ya," Siti dengan cepat menarik tangan Aryo dan segera membawa nya menjauh dari Syifa dan Imam yang kini hanya terdiam saja.
"Isssh kebiasaan suka narik tak bilang dulu," protes Aryo.
"Sttttt... jangan banyak bicara, kita harus kasih waktu buat mereka Yooo," ucap Siti dengan memperhatikan dari jauh, Kakaknya dan Imam kini bisa duduk berdua meski mereka terlihat canggung satu sama lain.
"Ok, gue ngikut aja deh," Aryo pun ikut menyaksikan kedua sejoli itu.
"Aku lapar loh, gak ada niat buat bakar jagung kah," ucap Siti sambil memegang perutnya yang sudah berbunyi.
"Lapar ya, ayo kita bakar bersama," Aryo menggandeng tangan Siti dan membawa nya ke tempat pembakaran setelah memilih jagung yang akan di bakar.
__ADS_1
"Hei kalian sejak kapan ada di sini," tegur seseorang yang sudah sejak tadi memperhatikan Aryo dan Siti.
"Eh paman toooh," ujar Siti saat mengetahui orang itu adalah pamannya.
"Kami lagi pesan jagunglah Om," balas Aryo setelah mendapat kan jagung yang di inginkan.
"Ya udah lanjutin, Om sudah selesai," pak Ilham lalu meninggalkan mereka dan berjalan menuju tempat Syifa berada.
"Syifa....
"Ya kak...
Imam memulai menyapa Syifa meski hatinya masih terluka karena dirinya tidak ada di hati Syifa, namun bukan berarti dia akan membenci gadis itu. justru dirinya akan menunjukkan bahwa dirinya pantas menjadi suaminya daripada Alex.
"Bagaimana kabar mu, apa kamu sudah sehat?! tanya Imam memulai menyapa Syifa meski masih ada rasa canggung di antara keduanya.
"Akuu baik-baik saja kak, kabar kakak sendiri?! Syifa pun mulai menjawab setiap pertanyaan yang di lontarkan oleh Imam.
"Hmmm, entahlah aku tidak tahu," jawab Imam sekenanya, dia pun tidak tahu bagaimana kabar dirinya saat ini.
"Kok tidak tahu, apa kakak sakit," tanya Syifa dengan memegang dahi Imam untuk mengecek suhu panas di dalamnya.
Perlakuan Syifa ini membuat Imam semakin canggung dan terdiam seribu bahasa, Syifa benar-benar wanita yang dia inginkan. wanita yang sesuai dengan karakter pilihan nya.
"Eheeeem," seseorang tiba-tiba datang dengan membawa beberapa jagung bakar yang sudah di pesan oleh Syifa.
"Papa...
Imam dan Syifa menjawab dengan serentak melihat kedatangan pak Ilham ditengah obrolan mereka.
"Apa papa mengganggu kalian," ucap pak Ilham yang kini tersenyum melihat keduanya.
"Engga kok pah," jawab Imam dan Syifa dengan serentak lagi.
"Hmmm, sudah bisa kompak ya kalian," goda pak Ilham.
"Kompak apaan siiih," Syifa tersipu malu karena papanya malah menggoda dirinya.
"Ya sudah makan dulu, karena setelah ini ada yang ingin papa bahas," ucap pak Ilham dengan mimik muka serius.
"Bahas apa....
__ADS_1
Happy reading 😍