ISTRI CANTIK TUAN JACOB

ISTRI CANTIK TUAN JACOB
Bab 114


__ADS_3

"Adek- adek, maaf ya...Om Badutnya nggak bisa joget,"ucap Kanaya.


Wanita itu tahu bagaimana perfeksionisnya seorang Jacob. Dan berdasarkan kelas hidup pria itu sudah pasti Jacob akan merasa malu untuk melakukan permintaan anak-anak itu.


"Yaah..."


Tampak jelas raut kekeceaan di wajah anak-anak tersebut. Tapi Kanaya tidak bisa melakukan hal yang lebih jauh pada Jacob. Jacob yang menyanggupi untuk menjadi badut saja sudah lebih dari cukup, jadi Kanaya tidak memerlukan hal lainnya lagi.


"Padahal kita ingin lihat Om Badut joget,"celetuk salah seorang anak laki-laki dengan wajah tertekuknya.


"Maaf ya adek-adek, Om Badutnya nggak bisa joget,"ucap Kanaya lagi.


Gerombolan anak-anak itu pun berbalik dengan raut muka sendu, dan itu membuat si Om Badut (Jacob) merasa tidak tega.


"Tunggu!"serunya membuat mereka berbalik dan menatap Jacob bersamaan.


"Om memang tidak bisa berjoget, tapi kalau kalian ngajarin Om pasti bisa,"ujar pria itu.


Anak-anak itu saling menatap satu sama lain lalu senyuman mengembang pada setiap sudut bibir mereka. Seorang dari anak-anak itu berlari menghampiri orang tuanya dan meminta ponsel.


"Om, musiknya pakai ponsel Mama Aku ya...Nanti Om sama teman-teman ikutin gerakan Aku, bisa kan?"ucap si anak perempuan dengan mengangkat ponsel di tangannya.


"Iya setuju. Ayo Om badut kita baris di belakang Isyel,"ujar anak perempuan lainnya yang sepertinya teman dari anak yang akan menjadi pemandu joget itu.


"Mas, beneran nggak apa-apa?"tanya Kanaya memegang lengan Jacob.


"Tidak apa, lagi pula wajah Aku tertutup bedak tebal ini jadi tidak ada yang akan tahu,"balas Jacob, menepuk pelan lengan tangan Kanaya.


Kanaya mengambil langkah ke samping beberapa langkah untuk membiarkan suaminya melakukan apa yang dia mau.


"Riko, mau kemana? KESINI!"


Riko yang berdiri dibuat terkejut dengan seruan Jacob. Sepertinya Jacob tidak ingin menderita seorang diri, dia mengajak Riko untuk turut merasakan apa yang ia rasakan.

__ADS_1


Meskipun ragu dengan kemampuannya, mau tidak mau Riko melangkah maju dan berdiri disamping Jacob.


Pria itu (Jacob) menepuk bahu sang asisten keras. Lalu keduanya menghadap ke depan dimana anak-anak itu telah siap memimpin jalannnya perjogetan versi mereka.


"Siap kan semuanya? Aku hitung satu sampai tiga ya,"seru Isyel.


"Satu...dua...tiga."


Musik dari ponsel itu terdengar keras lalu anak perempuan bernama Isyel itu mulai memperagakan gerakannya dan diikuti oleh semuanya termasuk Jacob serta Riko.


Beberapa kali Riko dan Jacob saling bertabrakan karena mereka yang kebingungan dengan gerakan mengikuti irama musik tersebut.


"Ke kanan Riko, bukan kiri!"sentak Jacob saat lagi dan lagi tubuhnya ditabrak Riko.


"Iya Tuan,"balas Riko.


Sementara Kanaya mengangkat ponselnya lalu merekam aksi yang telah dilakukan Jacob itu. Kelak saat anaknya lahir, wanita itu ingin memberitahunya betapa Jacob sangat mencintainya sampai mau melakukan apapun untuknya.


"Dia sangat mencintaimu, Nak,"ucap Kanaya pada anaknya yang ada di dalam kandungan itu.


Mulai yang awalnya saling tabrak sampai akhirnya dua pria itu lihai berjoget dan sesekali tertawa lepas.


"Kamu hebat, Mas. Mau membuat anak-anak itu senang,"puji Kanaya saat jogetan mereka telah selesai.


Tangan wanita itu mengambil sapu tangan dari tasnya lalu mengelap keringat yang membasahi kening Jacob.


"Om Badut, makasih ya sudah mau temanan sama kami,"ucap seorang anak mewakili teman-temannya.


"Sama-sama,"balas Jacob dengan senyuman lebarnya.


Satu persatu anak-anak itu maju menyalimi Jacob dan Kanaya lalu setelah itu mereka berlari menghampiri orang tuanya masing-masing.


"Kamu kenapa Mas? Kok senyum-senyum terus?"cletuk Kanaya dalam langkahnya.

__ADS_1


"Ternyata membuat orang senang itu menyenangkan ya...Aku bisa nurutin kemauan kamu dan bisa buat anak-anak tadi juga ikut senang,"ucap Jacob.


Melihat rasa senang yang Jacob rasakan turut membuat Kanaya ikut senang. Mungkin ini adalag pertama kali seorang Jacob melakukan hal seperti ini. Mengingat latar belakang dan dia di masa kecil yang hanya menempuh home scholing sudah pasti ini akan membekas pada ingatannya.


"Tapi...Kamu harus tetap membayarnya, bahkan ini harus lebih besar loh Naya Sayang,"ucap Jacob yang mengingatkan Kanaya akan janjinya.


"Iya iya, suami Aku ini perhitungan sekali sih sama istri,"ujar Kanaya dengan kekehannya.


"Ya kan meski senang, capek tetap jadi harus ada obat penghilang lelahnya yaitu Kamu."


Kedua pipi dibalik cadar itu semakin merona saja. Jacob semakin handal dalam membuat Kanaya tersipu, mulut pria itu begitu manis bak madu jika berhadapan dengan Kanaya.


"Iya-iya Mas,"balas Kanaya.


Keduanya memasuki mobil mereka dan melaju meninggalkan taman kota dengan Riko yang mengemudi.


***


Keesokan hari, di Garadha Group. Tampak Riko tengah uring-uringan dengan tangan memegang ponselnya.


Dirinya telah viral di pemberitaan online dengan tagara 'Asisten Garadha Group Pandai Berjoget di Taman Kota.'


Video dirinya dan Jacob yang tengah berjoget pun ikut viral. Hanya saja karena Jacob yang berpakaian ala badut itu tentu saja tidak dikenali.


"Riko, bisakah Kamu duduk dan profesional bekerja,"seru Jacob yang kesal akan kelakuan asistennya.


"Maaf Tuan Muda Pertama, Saya berusaha tenang namun pemberitaan di media sosial dan video Saya telah viral,"ujar Riko.


Jacob mengernyitkan keningnya lalu pria itu meraih ponselnya yang ada di atas meja dan memeriksa perkataan Riko barusan.


"Kamu menjadi artis,"ejek Jacob namun nada bicaranya tetap datar.


"Tuan Muda Pertama, ini serius. Bagaimana pandangan rekan kerja Garadha Group jika tahu bahwa Asisten dan tangan kanan CEO-nya berjoget di luaran sana,"ucap Riko memberitahu akam resiko yang bisa saja menimpah perusahaan.

__ADS_1


"Tidak akan, sudahlah kita fokus bekerja saja,"utas Jacob membuat tubuh Riko melemas.


***


__ADS_2