
"Mas itu kenapa dengan Asisten Riko, kok wajahnya kusut begitu?"tanya Kanaya.
Wanita itu baru saja datang ke kantor sang suami untuk melakukan makan siang bersama. Namun saat ia sampai di kantor tersebut dan Riko yang diperintahkan untuk mengantarkannya justru membuat Kanaya heran dengan wajah kusut dan tak bersemangat dari Riko.
"Peluk dulu, Naya Sayang,"ujar Jacob yang lebih memilih dengan topik lainnya.
Kanaya berjalan mendekati pria itu lalu menghambur dalam pelukannya. Jacob memeluk Kanaya dengan eratnya, seakan lama tidak berjumpa. Padahal tadi pagi mereka masih bertemu di mansion.
"Mas, jangan erar-erat. Naya sesak ini,"ucap Kanaya saat merasa pelukan Jacob yang semakin erat saja.
Takut akan ucapan istri cantiknya, Jacob pun melepaskan pelukan tersebut lalu menatap sang istri dengan wajah paniknya.
"Aku melukai kamu sama Baby? Dimananya yang sakit, dada kamu sesak ya, ayo duduk atau mau baringan saja,"cetus Jacob panik.
Melihat reaksi berlebihan yang Jacob tunjukkan membuat tawa Kanaya meledak. Siaga sih siaga tapi tetap saja setiap kali Jacob memperlihatkan bagaimana posesif dan protectifnya pria itu pada dirinya dan calon anak mereka tetap saja terlihat lucu dan menggemaskan.
"Tidak Mas, Naya sama anak kita baik-baik saja kok,"ucap Kanaya menenangkan sang suami.
Helaan nafas lega terdengar jelas dari rongga hidung pria itu.Jacob membimbing tubuh sang istri untuk duduk di atas sofa panjang di ruang kerja tersebut.
Selang beberapa menit, terdengar ketukan pintu diiringi suara Tasya dari balik pintu ruangan Jacob.
"Tuan, Saya membawa pesanan Anda,"ucap Tasya.
"Masuklah!"
Tasya masuk bersama seorang office girl, lalu keduanya menata makanan dan minuman ditangan mereka di atas meja di ruangan Jacob.Setelah semuanya tertata rapi Tasya dan office girl itu pamit keluar.
"Selamar menikmati makan siangnya, Nona, Tuan,"ucap Tasya ramah.
"Iya, terima kasih,"balas Kanaya.
Jacob mengambil makanan di atas meja itu lalu membawanya ke sofa dimana sang istri tengah duduk.
__ADS_1
"Kenapa kita tidak kesana saja Mas? Kenapa malah makanannya Mas ditampah kayak gitu,"ucap Kanaya menatap sang suami yang meletakkan makanan tersebut pada telapak tangannya. Entah belajar dari mana pria itu, kebiasaan menampah piring itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang suka makan di warteg atau para pekerja sawah ketika makan di gubuk mereka.
"Entahlah, tadi Aku tak sengaja melihat video orang-orang makan dengan cara seperti ini dan tampaknya begitu nikmat,"ujar pria itu.
"Baiklah, sepertinya Putra Pertama Keluarga Garadha ini tengah merakyat ya,"ucap Kanaya dengan kekehannya.
"Loh, sejak kapan suami Kamu ini bukan rakyat hem?"balas Jacob lalu mencubit hidung Kanaya dari balik cadar tersebut.
Kedua terkekeh bersama lalu melanjutkan untuk makan siang bersama dengan saling menyuapi. Jacob yang benar-benar ingin totalitas pada cara makan yang katanya ia lihat divideo juga mencoba memakai tangannya ketika makan.
Sayangnya tangan yang tidak terbiasa itu begitu kepayahan untuk meraih nasi dan memasukkannya ke dalam mulut. Alhasil, Kanayalah yang pada akhirnya mengambil alih dan menyuapi Jacob dengan tangannya secara langsung.
"Alhamdulillah, ini benar-benar nikmat Sayang. Ternyata begini nikmatnya makan pakai tangan,"cletuk Jacob mengusap perutnya yang sudah kenyang.
Kanaya yang baru saja datang dari kamar mandi setelah mencuci tangan itu tersenyum simpul pada Jacob. Kaki wanita cantik itu berderap mendekati Jacob lalu kembali duduk disamping sang suami.
"Oh iya Mas, tadi Mas belum jawab kenapa Asisten Riko bisa begitu masam mukanya,"tanya Kanaya yang kembali teringat akan sosok Riko.
"Ya ampun, kok Asisten Riko bisa jadi artis dadakan, Mas. Ini gara-gara kemarin ya...Tapi kok yang viral cuma Asisten Riko ya Mas,"ucap Kanaya membekap mulutnya terkejut dengan viralnya Asisten Garadha Group yang berjoget ria di taman kota itu.
"Kan Mas pakai kostum badut dan dandanan kayak gitu, jadi mana mereka kenal, Naya Sayang. Sekalipun ada Kamu, tapi kan Kamu pakai cadar dan tidak terlihat pada video itu,"jelas Jacob.
Kanaya kembali memutar video tersebut dari awal lalu tiba-tiba tawa Kanaya pecah saat ia memperhatikan dengan seksama video Jacob dan Riko yang tengah berjoget.
Tadi, Kanaya terfokuskan pada isi beritanya sehingga melewatkan isi video. Sampai ketika ia melihatnya membuat tawa Kanaya baru pecah.
"Pantasan saja Asisten Riko yang terkenal. Lihat, dia bahkam bosa goyang ngebor gitu Mas saat ikutin anak-anak,"tunjuk Kanaya menarik atensi Jacob.
Jacob juga baru menyadari akan satu adegan tersebut. Saat anak-anak memperlihatkan cara bergoyang, Jacob yang kaku berdiri mengamati sedangkan Riko yang mulai paham dengan lihainya bisa bergoyang dengan gemulai.
"Iya, Aku juga baru lihat, Naya Sayang,"balas Jacob dengan kekehannya juga.
Tak terasa waktu istirahat siang telah selesai dan itu mengharuskan Kanaya kembali ke mansion. Di depan ruangan Jacob telah berdiri Dinda yang setia menanti Kanaya.
__ADS_1
"Kita pulang sekarang yuk Din,"ajak Kanaya pada bodyguardnya itu.
"Baik Nona,"balas Dinda.
Jacob mengantarkan istrinya itu sampai ke lobi perusahaan. Seperti biasa Kanaya menyalimi dan mencium punggung tangan sang suami yang akan mendapa balasan kecupan singkat pada kening Kanaya daru Jacob.
"Hati-hati di jalan, kabari jika sudah sampai,"ucapnya lembut.
"Iya Mas, Assalamu'alaikum,"ujar Kanaya.
"Waalaikumsalam."
Jacob masih berdiri di lobi kantornya sampai mobil yang membawa Kanaya benar-benar pergi dari area kantor miliknya itu.
Setelah itu barulah Jacob berbalik hendak kembali ke ruangannya. Saat pria itu berbalik, dia sudah dikagetkan dengan para staf kantornya yang diam-diam mengintip aktivitas pamitnya sang istri barusan.
"Apa yang kalian lakukan, hah? Kembali bekerja,"sentak Jacob kembali dengan mode tegas dan galaknya pada staf tersebut.
Para staf tersebut kocar-kacir menuju meja kerja mereka saat mendapat pengusiram yang Jacob berikan tadi. Setelah semua karyawan kembali ke meja kerjanya. Barulah Jacob melangkah menuju lift yang dikhususkan untuk para petinggi perusahaan.
"Ternyata Tuan Jacob begitu berbeda saat bersama istrinya. Jadi iri sama Nona Kanaya yang bisa buat Tuan Jacob sebucin itu deh,"bisik seorang karyawan pada rekannya.
"Iya...Tapi apalah daya kita yang punya muka pas-pasan kayak gini,"balas rekan satunya.
"Emang istri Tuan Jacob cantik banget ya,"balas staf pertama dengan rasa penasaran tingginya yang mendapat anggukan dari rekannya.
"Dulu tuh, Aku pernah lihat sekilas wajahnya Nona Kanaya sebelum bercadar saat Tuan Jacob membawanya ke kantor. Busyeet, Aku yang cewek saja ngakuin kecantikannya. Terlebih sekarang Nona Kanaya yang sudah bercadar dan tampak semakin sholeha saja, sudah pasti Tuan Jacob bucin abis dah,"balas staf kedua menceritakan pengalamannya.
"Kok jadi penasaran ya—"
***
TBC
__ADS_1