
"Tuan Muda Pertama, "panggil Indri saat menyadari kedatangan Jacob di kamar tersebut.
Jacob tak mengindahkan sapaan pelayan kediaman Garadha itu. Dia hanya terus melangkah cepat menuju kasur dimana Kanaya telah sadar.
Pria itu menyeruak masuk diantara Mark dan Nyonya Seline yang tengah berdiri disisi kasur.
"Nay, "lirih Jacob.
Kanaya yang baru saja terbangun dari pingsannya itu menyunggingkan senyum kecilnya saat melihat pria yang sudah beberapa hari ini ia rindukan.
"Mas, "panggil Kanaya lirih.
Jacob memeluk erat tubuh lemah Kanaya itu lalu melabuhkan beberapa ciuman pada pelipis sang wanita.
"Akhirnya Mas mau melihat Naya, "celetuk wanita itu.
"Maafin Mas, maafin Mas ya Nay. Sekarang kondisi kamu gimana? "tanyanya.
Kedua orang itu terlihat begitu sibuk dengan dunia mereka tanpa menghiraukan akan kehadiran orang-orang di sekitarnya.
"Naya tidak apa-apa Mas, "jawabnya pelan.
Jacob menatap wajah pucat Kanaya lamat, meski wanita itu menjawab tidak apa-apa, namun melihat keadaan tubuhnya yang terlihat lemah di dalam pelukan Jacob itu pun membuat hati Jacob terasa sakit.
Dibawa kembali Kanaya dalam dekapannya dengan lebih erat. Sebagai sarana menyalurkan permintaan maaf Jacob pada wanita itu.
"Kak, bisa kita bicara sebentar, "celetuk Mark membuat semua orang mengalihkan netranya pada Tuan Muda Kedua Garadha itu.
__ADS_1
Namun sepertinya Jacob enggan menuruti permintaan adik laki-lakinya itu. Pria itu justru kembali menatap Kanaya dan sibuk memberi perhatian pada wanitanya.
"Kak, "panggil Mark penuh penekanan.
Kanaya melihat raut muka Mark yang terlihat sangat serius namun Jacob disisinya justru acuh membuat Kanaya tidak tega.
"Mas, Mas bisa bicara dulu sama Mark. Aku baik-baik saja kok, "ujar Kanaya sambil menahan tangan Jacob yang tengah membenarkan letak selimutnya.
"Nanti saja, Aku takut Kamu butuh apa-apa Nay, "elak Jacob.
"Tidak Mas, mungkin Mark memang ada hal serius yang ingin dibicarakan sama Kamu, Aku beneran nggak apa-apa kok, "ucap Kanaya.
"Biar Mama yang temani Kanaya, Jac. Kamu bicaralah dulu sama adik kamu, "putus Nyonya Seline yang mencoba menjadi penengah diantara kedua putranya.
Helaan nafas terdengar dari rongga hidung Jacob. Dia mungkin enggan untuk menuruti permintaan Mark yang meninginkan bicara dengannya. Tetapi dengan Kanaya yang memintanya membuat Jacob tak bisa menolaknya.
"Baiklah, Aku tidak akan lama kok, "ucap Jacob.
Mark terus berjalan membawa Jacob yang mengikuti langkah kakinya menuju ruang belajar kediaman Garadha.
Sesampainya disana Mark berdiri membelakangi Jacob dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya.
Sementara Jacob terlihat mulai kesal karena Mark yang tak kunjung datang padahal keduanya telah berada di ruang belajar cukup lama.
"Ada apa? Katakanlah, "celetuk Jacob.
Mark membalik tubuhnya hingga kini keduanya saling berhadapan. Mark yang biasanya selalu menampilkan wajah tengilnya kini terlihat tatapan mata pria itu tampak serius.
__ADS_1
Bugh.
Satu bogeman mentah melayang dengan sempurna ke arah wajah Jacob sampai membuat sudut pria itu berdarah karenanya.
"Kau memang pengecut Kak! Sudah cukup Aku diam melihat perlakuanmu pada Kanaya, Kamu memang pantas mendapatkan itu,"ujar Mark dengan emosi yang menggebu.
Jacob sedikit tercengang melihat adiknya yang selalu bisa menahan emosinya kini terlihat memburu dan bahkan dengan lancangnya memukul Jacob.
"Apa maumu Mark, "desis Jacob.
"Ceraikan Kanaya! Biarkan dia hidup dengan orang yang tidak EID seperti Kakak, Kanaya berhak mendapatkan cinta dan perlakuan yang baik, "teriak Mark.
Jacob terdiam mendengar segala ucapab Mark. Dia ingin marah pada adiknya itu.
Tidak ingin emosinya tersulut karena ucapan Mark. Jacob memilih untuk membalik badannya melangkah pergi dari sana.
"Pecundang! Jika Kakak tidak melepaskan Kanaya, maka biarkan Aku merebutnya dengan paksa, "teriak Mark lagi.
Bugh.
"Cukup bicaramu Mark, "desis Jacob.
Jacob yang sedari tadi menahan dirinya tampak sudah tidak bisa lagi ia lakukan. Dan kini kakak beradik itu terlibat adu jotos hingga keduanya berguling di atas lantai yang dingin itu.
brak.
Pintu itu terbuka dengan keras menampilkan sosok yang tampak begitu marah melihat pemandangan adu jotos antara Jacob dan Mark itu.
__ADS_1
"STOP! Berhenti berkelahi!"
***