ISTRI CANTIK TUAN JACOB

ISTRI CANTIK TUAN JACOB
part 45


__ADS_3

Ting!


Suara bel apartemen menghentikan aktivitas Kanaya yang tengah membereskan buku-buku pelajarannya.


"Siapa ya yang bertamu, "gumam wanita itu.


Ia tinggal tumpukan buku yang telah tersusun rapi itu di ataa meja begitu saja. Lalu melangkah mendekati pintu apartemen.


Sebelum membukanya, Kanaya melihat lebih dulu dari layar kamera untuk melihat siapa yang bertamu di apartemen itu.


"Siapa ya? Kok Aku nggak pernah lihat ya, apa saudaranya Mas Jacob ya, "gumamnya.


lagi-lagi, suara bel itu terus berbunyi menuntutnya untuk membuka pintu tersebut.


Ceklek.


"Maaf siapa ya? "tanya Kanaya pada sosok wanita parubaya di depannya itu.


Wanita di depannya yang tak lain adalah Mama Cindy, mamanya Alexsa itu menatap intens Kanaya dari ujung kaki hingga kepala.


"Ck, kampungan. Masih mending anak Saya, "gumam Mama Cindy.


Tanpa menghiraukan pertanyaan Kanaya, Mama Cindy melangkah masuk dengan mendorong pintu kuat hingga hampir membuat Kanaya terjungkal.


"Nyonya...Nyonya! maaf Anda tidak bisa masuk sembarangan di apartemen orang lain, "seru Kanaya berusaha mengejar langkah kaki Mama Cindy.


Mam Cindy berjalan mengitari setiap sudut apartemen itu seenaknya.


mulai dari dapur, ruang santai, hingga kamar yang hampir saja dimasukinya jika tidak dalam kondisi terkunci.


Dan kaki Mama Cindy berakhir pada ruang tamu dimana setumpuk buku berada di atas meja.


"Apaan ini? "celetuk Mama Cindy sinis.


Ia meraih buku-buku itu asal hingga buku yang sudah tertata rapi itu kembali berantakan.


Dibacanya sekilas cover buku tersebut. lalu melihat Kanaya dengan tatapan merendahkan.

__ADS_1


"Jangan bilang pendidikan mu rendah. Lulusan SMA, SMP, atau jangan-jangan kamu tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali? Ck, pantas saja Kamu terlihat seperti orang tidak berpendidikan, memalukan, "cerocos Mama Cindy menghina Kanaya.


"Maaf Nyonya, Saya memang seseorang yang berpendidikan rendah, tapi Saya tidak serendah itu, Nyonya, "ucap Kanaya membela Dirinya.


Cindy tertawa keras lalu berdiri memutari tubuh Kanaya yang terlihat tegang di perlakukan seperti itu.


"Tidak rendah katamu? Ck, menurut Saya kamu bukan hanya wanita rendahan tetapi juga j*lang yang rela menjajahkan tubuh pada pria yang sudah bertunangan demi menjadi Nyonya Garadha, "sinis Cindy dengan jari mendorong bahu Kanaya.


"Anda sudah sangat keterlaluan Nyonya, maaf sebaiknya jika Anda hanya ingin menghina Saya seperti itu. Lebih baik Anda keluar dari apartemen ini, "usir Kanaya.


Prok...prok... prok.


Cindy menepuk tangannya keras lalu berkacak pinggang dengan gaya pongahnya.


"Sepertinya Kamu belum tahu siapa Saya ya, sampai dengan beraninya mengusir Saya. Kenalkan Saya Cindy Mamanya Alexsa, wanita yang kau rebut tunangannnya, "ucap Cindy.


Kanaya tertegun menatap wanita dengan gaya hedon di depannya itu. Wanita yang telah menghinanya itu adalah sosok mama dari Alexsa, yang ia kenal sebagai mantan tunangan dari suami nya.


"Kaget ya? tidak perlu sekaget itu juga kali, Saya kesini hanya ingin mengingatkan dirimu untuk segera meninggalkan Jacob. Kamu itu tidak pantas, lihat gaya pakaian kamu saja sangat kampungan. Pendidikan kamu rendah, asalnya dari pelosok desa. Berbeda dengan Jacob yang tampan, pendidikan tinggi. Dia sangat tidak cocok dengan wanita kampungan seperti kamu ini."


Cindy terus mengeluarkan kata-kata pedasnya dengan menghina Kanaya habis-habisan.


Sudah cukup Cindy menghina dirinya dan menyumpah serapah untuk nya. Kanaya tidak bisa menahan diri lagi, dia harus bisa tegas menghadapi Cindy.


"Tentu saja, lihat Alexsa begitu cantik, dia berbakat, berpendidikan, dan lebih utama dia seorang model internasional."


Kanaya terkekeh kecil mendengar Cindy membanggakan putrinya.


"Kenapa Kau tertawa hah? "sentak Cindy tidak suka respon yang Kanaya berikan.


"Tidak, Aku hanya merasa malu untuk diri Anda Nyonya. Kau membanggakan putrimu di tempat yang salah. Meski Saya hanya berasal dari kampung tapi Saya tidak serendah putri Anda yang berselingkuh di saat ia sudah memiliki tunangan, dan Aku tidak serendah dia yang dengan tidak tahu malunya mengiba pada pria yang sudah bukan lagi kekasihnya, "sarkas Kanaya.


"Kau...omong kosong apa yang Kau katakan itu hah! "


"Ini bukan omong kosong semata Nyonya, dan satu lagi. Mas Jacob saat ini suami Saya, dan Anda adalah orang luar yang tidak berhak menilai Saya disaat semua keluarga mertua Saya menyambut Saya dengan baik. Dan lebih baik Anda pergi, karena sebentar lagi suami Saya akan pulang untuk makan siang. "


Cindy yang mendapat perlawanan dari Kanaya menunjuk-nunjuk Kanaya dengan jemarinya dan wajah penuh amarah.

__ADS_1


"Awas ya Kamu! Lihat apa yang akan Aku lakukan padamu, J*lang,"ucap Cindy pedas sebelum meninggalkan apartemen itu.


Kanaya menatap wanita yang telah memaki-maki dirinya habis-habisan itu hingga pintu apartemennya tertutup dengan rapat.


Setalah Cindy benar-benar hilang dari penglihatan nya, Kanaya ambruk di atas lantai dan terduduk disana dengan deraian air mata.


"Aku bukan wanita rendahan, hiks. Aku tidak merebut pria orang lain, Aku... hiks... hiks. "


Meskipun tadi dia bisa membalas kalimat pedas Cindy, namun dalam hatinya Kanaya sangat marah dan sedih.


Kata-kata Cindy yang membandingkan dirinya dengan Jacob yang tidak selevel serta kata-ta yang mengatakan ia sebagai wanita rendahan nyatanya sangat menyakitinya.


Kanaya terus menangis dengan tangan menutupi wajahnya tanpa sadar jika pintu apartemen telah dibuka seseorang yang tidak lain adalah Jacob.


"Naya sayang, ayo kita makan siang bersama, seru Jacob dengan wajah sumringah.


Pria itu terus melangkah mencari keberadaan sang istri yang tidak kunjung membalas panggilannya.


"Naya, kamu dimana Sayang? "panggilnya lagi.


Sampai kaki pria itu menjejaki ruang tamu dan alangkah terkejutnya pria itu saat melihat sang wanita yang terduduk dengan suara tangisnya.


"Kanaya kamu kenapa Sayang? "tanya Jacob penuh khawatir.


Jacob menarik tubuh Kanaya membuat wajah wanita itu menengadah menatapnya.


"Mas, sudah pulang ya. Ayo kita makan siang bersama, "ucap Kanaya tersenyum.


"Tidak itu tidak penting lagi, kamu kenapa Nay?"desak Jacob.


Wajah pria itu terlihat sangat mengkhawatirkan Kanaya. Namun Kanaya tetap tersenyum enggan memberitahu Jacob dan berusaha bangkit.


Tetapi karena tubuh yang cukup lelah dan mentalnya yang tengah tergunjang membuat Kanaya limbung dan jatuh pingsan.


"KANAYA! "pekik Jacob seraya menangkap tubuh Kanaya yang hampir terjatuh pada kerasny lantai.


***

__ADS_1


TBC


__ADS_2