ISTRI CANTIK TUAN JACOB

ISTRI CANTIK TUAN JACOB
Bab 81


__ADS_3

"Jangan putar arah Tuan Muda Pertama, ingat Nona Kanaya, "bisik Riko.


Jacob duduk dengan gelisah, ekor matanya bergerak melihay pada sosok pria parubaya penuh wibawa dengan pakaian syar'inya yang berjalan mendekati dirinya yang ada di ruang tamu kediaman Al Habsyi itu.


Dialah Abi Ghani Al Habsyi, Abinya Gus Yusuf. Pria parubaya yang kemarin menimang Kanaya untuk Gus Yusuf.


Sepertinya Kanaya tengah balas dendam padanya, andai saja wanita cantik itu memberitahu Jacob jika kiai dari pesantren yang dekat dengan kontrakan Kanaya adalah Ghani, tentu saja Jacob lebih baik memilih kiai lainnya.


Tapi apalah daya, dia sudah berada di sini saat ini. Untuk pergi tidak mungkin ia lakukan, jika tidak mau dicap pengecut.


"Perkenenalkan diri kamu lebih dulu, "ucap Abi Ghani.


Jacob terkesiap dengan deheman sebanyak tiga kali agar dirinya kembali rileks, pria itu balas Abi Ghani dan berkata.


"Maaf, jika kedatangan Saya telah mengganggu waktunya Pak Kiyai, tapi Saya pikir disini hanya pak Kiyai yang bisa membantu Saya. Dan sebelumnya perkenalan saya Jacob Garadha, saya putra sulung dari Keluarga Garadha, dan juga suami dari Kanaya,"jelas Jacob.


Abi Ghani yang mengenali pria di depannya pun berusaha untuk tetap bersikap santai. Walaupun kejadian kemarin dimana dia sekeluarga harus membawa pinangan Gus Yusuf kembali, dan membuat malu keluarga pesantren. Tapi tetap saja dia tidak bisa menyalahkan pria di depannya itu.


"Baik Nak Jacob, apa yang bisa Saya bantu? "tanya pria itu.


"Saya ingin Anda menikahkan Saya dengan Kanaya, Pak Kiayi,"ujar Jacob membuat Abi Ghani tertegun.


Abi Ghani tentu saja kaget mendengar permintaan Jacob untuk menikahkan pria itu dengan Kanaya. Karena setahu pria itu bukannya mereka telah menikah.


Namun setelah Jacob menjelaskan secara perinci akan keraguan status pernikahan antara dirinya dan Kanaya pasal pria itu yang pernah menggugat cerai sang wanita, walaupun pada akhirnya Jacob tarik kembali.


"Begini Nak Jacob, perihal jatuh talak atau tidaknya. Jika Nak Jacob belum mengatakan kata talak pada Kanaya, sebenarnya pernikahan itu masih terjadi walaupun hanya sebuah kata."


"Tapi baik saya maupun Kanaya masih ragu akan status pernikahan di antara kami Pak Kyai. Jadi, apa tidak sebaiknya kami melakukan ijab kabul lagi saja? Agar tidak ada keraguan di hati kami? "


"Jika memang dengan melakukan ijab kabul kembali bisa menghilangkan keraguan di hati masing-masing, maka tidak masalah hal itu dilakukan, "ujar Abi Ghani.


Jacob tersenyum lega. Pasalnya jika memang di mata agama masih sah, namun di hati pria itu terlebih Kanaya terdapat sebuah keraguan akibat gugatan cerai yang pernah pria itu layangkan pada Kanaya dan kini keinginan Kanaya untuk ijab kabul kembali bisa dilaksanakan.


"Maaf Pak Kyai, jika begitu apa boleh Saya meminta Pak Kyai menjadi wali untuk menikahkan kami lagi? Karena Kanaya tidak memiliki ayah, paman, ataupun saudara laki-laki,"ujar Jacob.


Abi Ghani terdiam sejenak, dia sedang menimang permintaan Jacob.

__ADS_1


"Biarkan Saya menjadi wali hakimnya, Abi. "


***


Sore harinya, dengan balutan gamis berwarna putih serta cadar dengan warna senada. Kanaya telah duduk di masjid pesantren bersampingan dengan Nenek Risma dan Umi Aminah.


Sedangkan Jacob sendiri telah duduk di depan meja kecil dengan sosok Riko di samping sisi lain meja yang menjadi saksi dari pihak Jacob.


Sebenarnya, Kanaya tidak ingin menikah di masji pesantren. Dia masih merasa malu pada keluarga pesantren pasal lamaran kemarin yang harus ia tolak. Tapi, sungguh baik sekali keluarga Umi Aminah dan Abi Ghani ini.


Tidak ada dendam sama sekali di hati mereka justru dengan tangan terbuka Abi Ghani meminta Jacob melaksanakan ijab kabul kedua Kanaya di masjid tersebut.


"Umi, Kanaya tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan Umi sekeluarga, "ucap Kanaya.


Umi Aminah tersenyum lembut, diraihnya tangan Kanaya dan ia gengam lembut.


"Mungkin kamu bukan takdir menjadi menantu keluarga pesantren, Nay. Jadi, biarkan Umi menganggapmu sebagai putri kami, "ujar Umi Aminah.


Deg.


Hati Kanaya tertegun mendengar untaian permintaan dari Umi Aminah. Betapa baiknya hati wanita di depannya. Kanaya yang terharu itu, memiringkan tubuhnya dan memeluk tubuh Umi Aminah.


Tangan Umi Aminah menepuk lembut bahu Kanaya dan berkata.


"Sudah, jangan menangis Nay, nanti bedaknya luntur. Sebentar lagi ijab kabulnya akan di mulai loh, "ujar Umi Aminah berhasil membuat Kanaya mengurai pelukannya.


Kanaya menghapus sisa air mata di sudut matanya. Lalu wanita cantik itu kembali membenarkan posisi duduknya menghadap ke depan dimana sosok Jacob yang tengah duduk berhadapan dengan seseorang yang sangat Kanaya kenali.


"Gus Yusuf, "lirih Kanaya.


Kanaya tidak salah lihat bukan? Sosok yang akan menjadi wali hakim yang menikahkan dirinya kembali dengan Jacob adalah sosok pria yang kemarin hendak meminangnya.


Rasanya bibir Kanaya sangat kelu, sulit untuk berkata-kata. Dua pria yang sama-sama mencintai Kanaya tengah berhadapan.


Perumpamaannya, sosok Gus Yusuf yang dengan ikhlas dan keridloannya merelakan wanita yang dicintainya (Kanaya) tidak hanya hadir namun pria itu menyerahkan secara langsung pada Jacob.


"Dia pria yang sangat baik, Aku harap kamu bisa mendapatkan sosok wanita yang sangat jauh lebih baik darpada Saya, Gus, "batin Kanaya.

__ADS_1


Tanpa sengaja kedua mata Kanaya bertemu dengan mata Gus Yusuf yang kebetulan juga tengah menatapnya sekilas. Seutas senyum pria itu berikan untuk Kanaya.


Sebuah senyuman yang menggambarkan lapang dadanya pria itu keikhlasannya Gus Yusuf. Dan betapa besarnya cinta pria itu yang merelakan sosok Kanaya pada sosok yang memang seharusnya memiliki wanita cantik itu.


"Kita memang tidak dalam takdir untuk bersama, semoga Allah selalu menjadikanmu wanita yang bahagia dunia akhirat bersama pria di depan saya ini, Nay, "batin Gus Yusuf.


Aksi saling menatap itu pun harus terputus, karena ijab kabul kedua kalinya harus Jacob lakukan.


Dengan bimbingan Gus Yusuf sebagai wali hakim dari Kanaya. acara ijab kabul itu pun berjalan dengan lancar dan khidmat.


***


"Umi, Sekali lagi Kanaya ucapkan terima kasih sama Umi dan Abi Ghani. Serta semua keluarga pesantren yang sudah sangat baik sama Kanaya dan Nenek Risma. Insyallah, kedepannya Kanaya akan sempatkan waktu berkunjung ke pesantren,"ujar Kanaya.


"Iya, jangan sungkan-sungkan, "balas Umi Aminah.


Kanaya menyalimi tangan Umi Aminah dan Abi Ghani. Hal itu juga diikuti oleh Jacob, Riko dan Nenek Risma.


Setelah bersaliman, semuanyamasuk ke dalam mobil kecuali Kanaya. Wanita cantik itu masih berdiri memegang pintu mobil yang terbuka. Netra Kanaya mencari sosok Gus Yusuf yang tidak ada diantara keluarga Umi Aminah.


Entah kemana perginya Gus Yusuf, setelah pria itu menikahkan dirinya dengan Jacob.


"Naya, ayo masuk,"seru Jacob membuyarkan aksi Kanaya yang mencari sosok Gus Yusuf itu.


"Ah, iya Mas. "


Kanaya gegas memasukkan tubuhnya dalam mobil dan duduk berdampingan dengan Jacob di kursi penumpang.


Suara deru mobil itu mulai terdengar, dan seiring dengan itu membawa Kanaya serta yang lainnya menjauhi area pesantren.


Sementara itu disisi lain, sosok pria yang sedari tadi bersambunyi dibalik tembok itu kini menampakkan dirinya.


Walaupun ia sudah mencoba untuk ikhlas dan menerima takdir jika pujaan hatinya adalah milik pria lain. Namun tetap saja hati pria itu tidak semudah itu menerima kenyataan. Rasanya masih sakit, terlebih kala dia menjadi wali hakim.


Makanya setelah ijav kabul selesai, Gus Yusuf Segera menghilang diantara kerumunan orang di dalam masjid. Dia juga tidak turut mengiringi Kanaya dan Jacob yang akan kembali ke Jakarta itu.


"Rasa ini, akan Aku simpan dalam lubuk hati yang paling dalam, Nay, "monolog Gus Yusuf dengan tangan memegang dada kirinya.

__ADS_1


***


__ADS_2