
Perlahan mata indah itu mulai mengerjap dan terbuka secara sempurna. Melihat pemandangan yang berbeda saat ia tidur tentu saja membuat Kanaya terkejut. Sangking kagetnya Kanaya langsung terbangun dari tidurannya.
"Ya ampun, Aku ketiduran."
Kanaya menurunkan kakinya dari atas kasur. Membenarkan letak hijabnya lalu berjalan menuju pintu, ia masih belum sadar siapa yang telah membawanya ke kamar, Kanaya juga pikir jika sang suami masih belum pulang. Sehingga ia berniat kembali menuju ruang tamu untuk menunggu Jacob.
Ceklek.
"Mau kemana? "
Gagang pintu yang telah dipegang Kanaya kini kembali ia tarik setelah mendengar suara Jacob. Wanita itu berbalik lalu menatap suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit pada pinggang pria itu.
Melihat pemandangan itu Kanaya kembali membalikkan badannya memunggungi Jacob. Wanita itu gerogi, pipi Kanaya juga merah merona karena merasa malu dengan apa yang ia lihat. Walau ia pernah melihat seluruh tubuh Jacob namun rasanya jika dalam kondisi seperti ini wanita itu masih malu saja.
"Naya kira Mas Jacob belum pulang,"jawab Kanaya.
Sementara Jacob yang sadar dengan kondisi gerogi istrinya tiba-tiba muncul ide jail untuk menggoda Kanaya.
"Jika bicara maka lihatlah lawan bicaramu, "ujar Jacob.
"I-itu Naya Mas Jacob pakai baju dulu baru Naya balik badan, "ucap Kanaya.
"Kenapa? Bukannya suami istri tidak masalah jika saling melihat tubuh masing-masing. "
Jacob perlahan mulai melangkah mendekati Kanaya dengan sangat pelan agar wanita itu tidak menyadarinya. Hingga kini ia persis berada di belakang punggung wanita itu.
__ADS_1
"I-ya tapi Naya masih malu. Jadi Mas pakai baju dulu ya, "ucap Kanaya lagi.
Ucapan Kanaya tak mendapat sautan dari Jacob. Berulang kali gadis itu memanggil Jacob memastikan keberadaan pria itu. Hingga karena panggilannya tak kunjung mendapat jawaban, membuat wanita itu berpikir jika Jacob telah pergi menuju walk-in closet untuk memakai bajunya.
"Mas Jacob sudah pakai baju ya, "ucap Kanaya memastikannya lagi.
Senyuman smirk terbit dari kedua sudut bibir Jacob karena Kanaya yang telah menganggap dirinya telah pergi padahal saat ini ia berada di belakang wanita itu dengan jarak yang sangat dekat.
Diamnya Jacob membuat Kanaya yang masih membelakangi pria itu akhirnya berbalik.
"Akh. Mas..."teriak Kanaya karena rasa kagetnya.
Bagaimana ia tidak terkejut, karena saat ia berbalik. wajah Kanaya langasung berhadapan dengan wajah Jacob yang tengah menundukkan wajahnya. Dan karena hal itu juga hampir membuat Kanaya limbung dan hampir terjatuh jika Jacob tidak sigap menahan tubuh Kanaya dengan tangannya.
Dua pasang mata itu saling bertatapan cukup lama, dan secara perlahan Jacob mendekatkan wajahnya pada wajah Kanaya. Wanita itu yang juga terhipnotis dengan kedua mata Jacob hanya diam bahkan tak sadar saat wajah pria itu sudah sangat dekat dengannya. Sampai saat terpaan napas Jacob menyentuh kulit wajahnya barulah Kanaya sadar. Namun semuanya sudah terlambat karena Jacob lebih dulu menyentuh bibir Kanaya dengan bibirnya.
Sampai saat Kanaya yang merasa pasokan oksigennya telah habis, Kanaya memukul dada Jacob dengan keras.
Hosh hosh hosh.
Kanaya menghirup napas sebanyak-banyaknya untuk mengisi kembali oksigen dalam tubuhnya. Sementara Jacob hanya melihat istri cantiknya yang terlihat merah merona dan tersengal.
"Manis,"celetuk Jacob.
Kanaya yang tengah menghirup oksigen berbalik menatap suaminya saat mendengar Jacob berbicara.
__ADS_1
"Tadi Mas bilang apa? "tanyanya.
"Manis. "
"Apanya yang manis Mas? "tanya Kanaya dengan polosnya.
Melihat pertanyaan polos istri cantiknya membuat Jacob gemas padanya. Pria itu kembali menarik Kanaya dalam dekapannya dan keduanya kembali saling berhadapan.
Cup
"Bibir kamu manis, "ujar Jacob usai mengecup bibir Kanaya.
"Mas, "lirih Kanaya dengan wajah merah merona.
Sedangkan Jacob semakin senang saja saat ia kembali membuat Kanaya merona karena ulahnya. Ia tatap lamat-lamat wajah cantik alami itu sampai karena intenstnya tatapan Jacob membuat Kanaya semakin malu.
Wanita itu memberontak agar lepas darj pelukan Jacob, setelah lepas dari tangan Jacob. Kanaya gegas melangkah menuju kasur dan membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.
"Ha ha ha ha, Kamu kenapa Naya? "tanya Jacob dengan isengnya.
"Mas, udahan dong jangan godain Naya terus. Malu tahu, "saut Kanaya dari balik selimut.
Tawa Jacob semakin renyah saja saat melihat tingkah istri polosnya hingga ia puas tertawa. Jacob memandang Kanaya yang masih bersembunyi dibalik selimut.
"Sepertinya aktivitas ini akan menjadi candu bagiku, "human Jacob tersenyum kecil.
__ADS_1
***
TBC