
"Naya!"
Jacob yang baru saja datang dari kantor itu tampak mencari kehadiran Kanaya di mansionnya. Tadinya pria itu sudah mendatangi kamarnya, namun disana dia tidak melihat Kanaya. Jadilah pria itu berkeliling mansion Garadha mencari Kanaya.
"Kamu, lihat istri Saya?"tanya Jacob pada seorang pelayan yang kebetulan lewat di depan pria itu.
"Nona Kanaya ada di kolam renang, Tuan,"jawab pelayan itu.
Mendengar hal itu, gegas langkah kaki Jacob berbelok menuju kolam renang. Kolam renang tersebut di desain private demi kenyamanan Kanaya dan Jacob saat keduanya menghabiskan waktu bersama disana.
Saat Jacob sampai disana, netranya jatuh pada sosok wanita yang tengah duduk bersandar pada kursi santai.
"Kamu disini ternyata,"gumam pria itu.
Jacob mendekati Kanaya yang ternyata terlelap di atas kursi tersebut. Jemari pria itu menyusuri wajah cantik Kanaya yang terasa dingin.
"Kita pindah ke dalam saja ya,"ucap pria itu bersiap mengangkat tubuh sang istri dalam gendongannya.
"Eungh..."
Langkah kaki Jacob baru saja hendak menjauh dari kursi santai tersebut, namun kelopak mata Kanaya justru terbuka lebar.
"Loh, Aku mau dibawa kemana Mas?"tanyanya.
"Pindah ke dalam ya tidurnya,"ucap Jacob.
Kanaya memberontak meminta turun dari gendongan Jacob yang tentu saja dituruti pria itu.
"Tadi, Aku mau renang Mas. Tapi kok malah tiduran,"celetuk Kanaya.
Kanaya berjalan mendekati kolam renang membiarkan Jacob menatap punggung wanita itu. Kanaya bersiap menurunkan kakinya ke dalam kolam renang.
"Kamu mau pakai pakaian seperti itu untuk renang?"
Kaki yang hendak menyentuh air itu pun urung dilakukannya, wanita itu berbalik lalu menganggukkan kepalanya.
Jacob menggelengkan kepalanya, pria itu berjalan lalu mengunci pintu penghubung antara mansion dengan kolam renang, pria itu Juga menekan tombol sehingga kaca besar terbentang diatas kolam renang itu, membuat hamparan bintang di atas langit tetap terlihat dengan mata telanjang.
Setelah itu, Jacob berjalan mendekati Kanaya, menyentuh wajah sang wanita dan perlahan melepaskan kerudung besar yang menutupi mahkota Kanaya.
__ADS_1
"Mas, nanti ada pelayan,"ujar Kanaya mencegah tangan Jacob.
"Pintu telah dikunci, dan semua pelayan sudah saya suruh kembali ke pavilium belakang,"jelasnya.
Mendengar itu, Kanaya pun membiarkan Jacob membuka kerudungnya. Tidak hanya itu, Jacob juga melepaskan gamis yang Kanaya kenakan, sehingga menyisakan tank top yang Kanaya kenakan.
"Loh Mas! Mau ngapain, kok malah gendong Aku sih,"ujar Kanaya heran.
Pasalnya, Jacob justru menggendong tubuh Kanaya ala bridel style lalu berjalan ke arah kolam renang.
"Kita akan renang bersama,"ujar pria itu seiring dengan kakinya yang mulai masuk ke dalam air.
Tingginya air mulai naik sampai sebatas dada Jacob, barulah setelah itu pria itu melepaskan tubuh Kanaya dari gendonganya.
"Dingin,"ujar Kanaya yang kini mulai merasakan dinginnya air.
Mungkin karena sudah semakin malam. Sehingga suhu air pun mulai menurun.
"Begini saja, supaya tidak terlalu dingin,"ujar Jacob seraya menarik tubuh Kanaya agar berada di depan dada bidangnya. Lalu pria itu membelit perut Kanaya dengan kedua tangannya.
"T-tapi Aku ingin renang, lepas ya Mas,"ucap Kanaya.
Gaya renang yang sangat sederhana, maklum dulu Kanaya hanya berenang di sungai yang ada di desa. Bisa berenang juga secara otodidak tanpa adanya pelatih.
Setelah merasa lelah berenang, Kanaya kembali mendekati Jacob yang masih dalam posisi sama seperti sebelumnya.
"Sudah yuk Mas, Aku kedinginan,"ajak Kanaya pada sang suami.
Wanita itu berbalik hendak naik ke atas permukaan, dia pikir Jacob mengikutinya sehingga tidak menoleh pada sosok pria itu. Tapi dugaannya salah, Jacob tetap ada di dalam kolam renang tersebut.
Dan ketika kaki Kanaya tinggal satu untuk di permukaan kolam renang, tiba-tiba tangan Jacob membelit tubuh Kanaya dan menariknya kembali ke dalam kolam renang.
Byur...
"Hosh...hosh, Mas!"seru wanita sambil tangan mengusap wajahnya karena air membasahi wajah dan menutup penglihatannya.
"Aku punya cara jitu agar kamu tidak kedinginan,"ujarny seraya menarik tubuh Kanaya dan menempelkan bibirnya pada bibir tipis Kanaya.
***
__ADS_1
"Mas, hari ini jadi jalan-jalannya?"tanya Kanaya ketika sang suami baru saja keluar dari dalam walk in closet.
"Jadilah, sebagai ucapan terima kasih atas yang semalam,"balas Jacob dengan senyuman lebarnya.
Kanaya sendiri yang mendapat senyuman lebar Jacob justru bersemu malu. Dia teringat betul bagaimana mereka bercinta dipinggir kolam lalu dilanjut di dalam kamar karena Kanaya yang sudah sangat kedinginan.
Semalam Jacob menjanjikan hari ini akan menemani Kanaya jalan-jalan. Kebetulan hari ini juga akhir pekan sehingga Jacob tidak perlu ke kantor.
"Sebentar ya Mas, Kanaya pakai cadar dulu,"ujar wanita itu lalu kembali mematut dirinya di dalam cermin besar di depannya.
Sementara Jacob yang telah siap dengan pakaian santainya tidak meninggalkan kesempatan untuk melihat bagaimana Kanaya mempersiapkan dirinya dengan riasan natural dan menutupnya dengan cadar.
"Nay, kenapa masih pakai riasan kalau ditutup juga?"tanya Jacob.
"Aku cuma pakai jenis perawatan kok Mas, sama liptin. Jadi meskipun bercadar, Aku kan hari ini jalan sama Mas, jadi harus tetap cantik walau ditutup juga,"ujarnya.
Jacob hanya manggut-manggut saja atas penjelasan dari istrinya itu.
Beberapa saat kemudian, Kanaya yang telah siap pun mengajak Jacob untuk segera menjalankan tujuan mereka untuk menikmati waktu berdua.
Tujuan hari ini, Kanaya meminta untuk mendatangi taman kota, keduanya berjalan santai dengan bergandengan serta menikmati beberapa jajanan penjual yang ada disana.
"Kamu haus? Aku beli minum dulu ya,"ujar Jacob setelah keduanya duduk di kursi taman.
"Iya Mas, Naya tunggu disini saja ya,"ujar Kanaya.
Jacob berjalan menjauh mendekati sebuah kios dimana untuk membeli minuman disana. Sesampainya dia disana Jacob masih sempat menatap Kanaya dan melambaikan tangannya pada sang istri.
"Pak, air mineralnya dua,"ujar pria itu.
"Tunggu Tuan,"balas penjual itu.
Jacob hanya menganggukkan kepalanya, lalu pria itu memutar kepalanya untuk melihat sang istri.
Bola mata Jacob membola sangat besar, air minum yang penjual itu serahkan pun tak ia hiraukan begitu saja. Deru nafas Jacob bergemuruh. Dengan cepat pria itu berlari ke arah Kanaya berada.
"KANAYA!"
***
__ADS_1
TBC