ISTRI CANTIK TUAN JACOB

ISTRI CANTIK TUAN JACOB
BAB 44


__ADS_3

"Naya Sayang, ayo bangun yuk! "


Jacob menggoyangkan pelan bahu sang istri yang masih terlelap itu.


Saat ini sudah menunjukkan waktu jam empat pagi sebentar lagi waktu sholat subuh telah tiba, namun sang istri belum juga membuka matanya.


Dengan sabar Jacob membangunkan sang istri yang terlihat sangat lelap itu.


"Naya sayang, ayo bangun! Sebentar lagi subuh, "ucapnya lagi.


"Eungh! Ngantuk."


"Maafin Aku ya gara-gara Aku, pasti kamu kelelahan, "ujar Jacob membelai pipi halus sang istri.


Kedua kelopak mata itu mengerjap, hingga menampilkan bola mata abu-abu yang indah.


"Hem, nggak papa, "ujarnya dengan suara parau.


"Tapi terima kasih atas semalam, kamu hebat, puji Jacob tersenyum pada Kanaya.


Pipi itu merona merah jambu karena rasa mali yang amat ia rasakan akibat pujian sang suami.


Ia tarik ujung selimut itu lalu membenambakn wajahnya dibalik selimut tebal menimbulkan kekehan Jacob yang renyah di telinga siapapun yang mendengarnya.


"Kenapa ditutup hem, "celetuk Jacob berusaha menarik selimut tebal itu dari wajah Kanaya.


"Iish, mas Aku ini malu, "ujar Kanaya dibalik selimut tebal itu.


"Malu kenapa hem? Gara-gara semalam ya."


"Ih Mas."


Semakin erat saja tangan wanita itu memegang ujung selimut nya.


"Tapi semalam kamu itu..."


"Mas, sudah deh jangan di bahas terus, "pekik Kanaya dari balik selimut.


Tawa Jacob semakin keras. Menggoda sang istri ternyata semenyenangkan itu.


"Iya iya nggak lagi deh... sekarang buka selimutnya dong terus mandi kita kan habis...habis itu jadi harus mandi besar dulu, "ucap Jacob.

__ADS_1


"MAS! kok masih ngeledek sih,"teriak


Baru saja wanita itu membuka selimutnya saat pria itu berkata 'tidak lagi' tapi kalimat lanjutannya membuat wanita itu kembali mengangkat selimutnya.


Sret!


"Sudah beneran kali ini nggak bakal ledekin lagi kok, "ujar Jacob serius.


Tangan pria itu yang berhasil menarik selimut membuat wajah cantik Kanaya terlihat jelas.


Ia sibak helaian rambut yang menutupi wajah sang istri yang mencebik kesal karena ulahnya itu.


"Beneran? "tanya Kanaya yang diangguki Jacob.


"Iya, sekarang mandi gih. Nanti sholat Subuhnya terlat lagi, "ujar Jacob seraya membantu Kanaya menyibak selimutnya.


Wanita itu tidak dalam keadaan polos karena memang saat semalam Jacob sempat mengenakan pakaian padanya.


"Aku tunggu disini, kita sholat Subuh berjamaah, "seru Jacob saat wanita itu masuk ke dalam bilik kamar mandi.


***


"Bukannya dia sudah di campakkan kemarin oleh Tuan Jacob ya, kenapa masih datang ke kantor kita saja, "bisik seorang karyawan di Ganesha Group.


Alexsa bukannya tidak melihat dengan tatapan tak mengenakan dari para karyawan disana.


Namun demi misi mendapatkan ATM berjalannya kembali, ia harus bertahan lebih lama duduk di lobi perusahaan Garadha sampai ia bertemu dengan Jacob.


"Kemana sih dia, Aku sudah nunggu sampai satu jam lebih tapi kok nggak datang-datang sih, "gerutu Alexsa mulai tak nyaman terlalu lama duduk disana.


Karena niat yang besar dan percaya diri yang tinggi, Alexsa sudah mendatangi Garadha Group sejak pukul delapan pagi.


Hingga ketika Reza sang asisten dari Jacob terlihat memasuki kantor membuat wanita itu gegas bangkit dan berseru.


"Reza! "


Reza yang mendengar namanya di panggil terdiam mencari sumber suara, namun saat tahu jika itu adalah Alexsa maka pria itu kembali melanjutkan langkahnya.


Alexsa yang tidak ingin kehilangan kesempatan berlari lalu menghadang pria itu.


"Kamu ini berani ya sama Aku, dipanggil malah menghindar, "ucap Alexsa kesal.

__ADS_1


Huft!


Reza menghela nafasnya, bukan sekali dua kali wanita yang tidak lain adalah mantan tunangan dari Jacob itu bersikap arogan kepadanya.


"Maaf Nona Alexsa, Saya mau menghadiri rapat penting. Jadi menyingkirlah dari jalan Saya, "utas Reza.


Kesal mendapat pengusiran dari pria di depannya, Alexsa berkacak pinggang menatap tajam Reza.


"Mulai berani ya sama Aku! Aku ini tunangan dari atasan kamu. Awas saja Aku aduin sama Jacob biar Kamu di pecat hari ini juga, "ujarnya tidak tahu diri.


Reza berdecak dengan kepala ia gelengkan menatap miris Alexsa yang masih mengaku sebagai tunangan Jacob itu.


"Ck... ck, sepertinya Anda telah lupa Nona. Baiklah, jika begitu Saya bantu mengingatkannya jika saat ini Anda bukanlah tunangan Tuan Jacob, jadi Anda tidak bisa mengancam untuk memecat Saya, "sarkas Reza.


"K-kamu! "seru Alexsa menunjukkan jarinya pada pria di depannya.


"Maaf Nona, Saya sedang terburu-buru, jadi menyingkir lah, "ucap Reza mendorong bahu wanita itu agar tidak lagi menghalangi jalannya.


"Hey asisten sialan! awas saja kamu, Aku pastikan hari ini kamu bakal dipecat, "makinya lagi.


Reza yang telah melangkah beberapa langkah itu berbalik menatap wanita itu dan berkata.


"Nona Alexsa, sepertinya Anda harus pergi dari kantor ini karena Tuan Jacob tidak akan datang ke kantor, dia tengah menikmati hari-harinya menjadi suami dari nona Kanaya, "ujar Reza menyeringai.


Usai mengatakan itu, Reza kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Alexsa yang tengah mengigit bibir nya kecil.


"Dia tidak ke kantor, lalu untuk apa Aku ada disini, "gumamnya lalu berbalik.


Saat Alexsa berbalik terlihat di depannya sudah ada para karyawan yang menatapnya berbeda -beda.


"Apa kalian lihat-lihat! Pergi sana, "maki Alexsa mendorong salah satu karyawan itu lalu melenggang cepat.


Sementara itu karyawan yang tadi menjadi sasaran kekesalan Alexsa terlihat merutuki wanita itu bersama karyawan lainnya.


"Pantas saja Tuan Jacob cepat berpaling, orang kelakuannya aja kayak gitu, "celetuk karyawan itu.


"Iya, untung saja CEO kita itu tidak jadi nikah sama dia, bisa jadi apa nasib kita kalau dia benar menjadi istri nya CEO, "saut lainnya.


"Amit-amit deh, "ucap mereka serempak.


***

__ADS_1


TBC


__ADS_2