ISTRI CANTIK TUAN JACOB

ISTRI CANTIK TUAN JACOB
BAB 40


__ADS_3

"Ini?"


Kedua bola mata Kanaya berkaca-kaca saat seorang wanita paru baya di depannya mengenalkan dirinya sebagai teacher home untuknya.


"Mas, maksudnya? "


"Bukannya kamu ingin melanjutkan pendidikanmu? Jadi Aku pikir ini yang bisa Aku lakukan, "ulas Jacob tersenyum.


"Terima kasih Mas, Aku Aku...tidak tahu harus bilang apa,"ucap Kanaya mulai terisak.


Karena rasa bahagia yang ia dapatkan dari kejutan yang di berikan Jacob.


Tanpa sadar Kanaya secara sepontan memeluk tubuh Jacob. Hingga pria itu tertegun di buatnya.


Sedangkan wanita di depannya yang bernama Miss Liza hanya bisa menundukkan kepalanya.


Sebelum menerima pekerjaan menjadi seorang guru untuk Kanaya, dia sudah mendapatkan berbagai ketentuan yang harus ia patuhi dan larangan yang tidak boleh ia lakukan.


"Ter-terima kasih Mas, Kamu baik sekali, "ucap Kanaya dalam isakannya.


"I-iya, sama-sama, Nay, "balas Jacob terbata.


Sadar sudah berbuat yang menurut Kanaya tidak seharusnya ia lakukan.


Kanaya langsung memisahkan tubuhnya pada pelukan yang ia buat dan mendorong tubuh pria itu.


"Maaf, "lirih Kanaya merasa tidak enak.


Wanita hamil itu terlihat sangat tersipu malu. Kedua pipinya yang kemerahan terlihat semakin merah bak tomat.


Jacob sendiri memalingkan wajahnya, dia yang melihat tingkah menggemaskan istri cantiknya itu justru membuat pria itu sulit mengendalikan dirinya.


"Tidak apa,"balas Jacob.


Miss Liza yang sedari tadi menundukkan kepalanya hanya bisa terkekeh dalam hati.


sepasang suami istri di depannya itu sangat menggemaskan. Mereka malu tapi mau.


"Mas, jadi hari ini Aku tidak perlu ke kantor kan ya? "tanya Kanaya.


Bukannya tidak senang berada di sisi sang suami, namun dia cukup bosan jika hanya duduk manis di sofa dan tiduran disana.


Walaupun berat membiarkan Kanaya di apartemen, namun Jacob harus melakukannya.


Dia tidak bisa egois, lagi pula bukankah dia sudah memulangkan Mark ke kediaman Garadha. Jadi Jacob akan merasa tenang.


"Iya, tapi saat makan siang nanti, orangku akan menjemputmu, Nay."


Kanaya tersenyum kecil. Tidak masalah, lagi pula hanya makan siang saja kan? Setelah itu dia bisa pulang ke apartemen lagi.


"Iya, Mas. "


Usai mengatakan itu, Jacob bangkit dari duduknya lalu berpamitan pada Kanaya.


"Semangat belajarnya,"ucap Jacob.


"Iya Mas, Naya pasti bakal semangat."


Kanaya tidak mengantarkan pria itu hingga ke bawah, hanya sampai depan pintu lift.


Semua itu karena Jacob melarangnya dengan alasan takut Kanaya lelah.

__ADS_1


"Baik Nona, kita mulai pelajarannya, "ucap Miss Liza mengawali sesi belajar itu.


Dengan semangat Kanaya benar-benar menyimak segala materi yang di terangkan oleh Miss Liza di awal pembelajarannya.


Dia yang putus sekolah karena alasan ekonomi tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


Beruntunglah mereka yang bisa melaniutkan sekolahnya. Dulu Kanaya merasa marah saat ia masih di kampung dan bekerja di rumah makan.


Sesekali ia melihat para pelajar yang sengaja membolos, padahal banyak di luar sana salah satunya Kanaya yang harus putus sekolah. Namun mereka yang beruntung justru tidak memanfaatkan kesempatan itu.


Ironis memang, para orang tua yang harus banting tulang demi menyekolahkan anak mereka, namun kebanyakan sang anak justru tidak tau terima kasih dengan membolos atau mengecewakan para orang tua.


Mereka tidak sadar, keadaan mereka yang bisa sekolah tinggi dulu adalah impian anak-anak yang rela memutuskan pendidikannya demi mencari uang untuk sesuap nasi.


Dan salah satu dari mereka adalah Kanaya.


"Wah, Nona sangat pintar,"puji Miss Liza.


"Terima kasih, Miss."


Tak terasa waktu belajar Kanaya telah selesai, dan semua itu dilalui Kanaya dengan suka cita.


Karena sesi pelajaran telah usai. Kedua terlihat terlibat obrolan di luar materi.


Banyak sekali hal yang ditanyakan oleh Kanaya, mengenai dunia pendidikan dan segala hal yang membuatnya penasaran.


Suara bel apartemen menghentikan aktivitas keduanya.


"Sepertinya orang suruhan Tuan Jacob sudah datang Nona, dan saya juga harus pergi, "ucap Miss Liza.


"Iya Miss, terima kasih untuk hari ini, "ucap Kanaya.


"Tuan memerintahkan Saya menjemput Anda, Nona, "ucap Reza.


"Sebentar ya, Saya ambil tas dulu, "ucap Kanaya berlalu masuk kembali ke dalam apartemen.


Lalu setelah itu, ia kembali menghampiri Reza yang setia menunggunya di depan unit apartemen itu.


"Ayo, kita berangkat sekarang, "ajak Kanaya.


Keduanya menuruni apartemen menggunakan lift menuju basemant dimana Reza memarkirkan mobilnya.


Selama dalam perjalanan, Kanaya terus tersenyum senang. Hari ini ia begitu bahagia karena perlakuan sang suami.


Beberapa menit kemudian, keduanya telah sampai di depan Perusahaan Garadha. Reza membukakan pintu mobil untuk Kanaya.


"Terima kasih, "ucap Kanaya.


Reza tertegun mendengar istri atasannya itu berterima kasih padanya.


Hanya sebuau ucapan kecil, namun mampu membuat Reza tersentuh.


"I-iya, Nona, "saut Reza gagap.


Kanaya melangkah mendahului Reza. Berhari-hari terus mendatangi perusahaan Garadha membuatnya hafal.


Bahkan beberapa orang disana yang sering melihat kebersamaan Kanaya dengan Jacob menyapa wanita itu sopan.


Saat ia hendak berbelok arah, kaki Kanaya terhenti dan tubuhnya membeku.


Pemandangan di depannya membuat Kanaya tidak bisa melangkah kan kakinya kembali.

__ADS_1


Sang suami yang memintanya datang ke kantor terlihat dengan jelas di mata Kanaya tengah di peluk mesra seorang gadis cantik.


"Nona, ada apa? "tanya Reza yang masih belum melihat penyebab kakunya tubuh Kanaya.


Sampai saat netra Reza beralih barulah dia tahu.


"Nona, jangan salah paham dulu. Tidak semua hal itu dilihat hanya dari sudut pandang kita, "ucap Reza khawatir.


Namun sayang, Kanaya sudah tak bisa menahan diri lagi. Terlebih ucapan karyawati yang kebetulan ada disana membuat Kanaya bersedih hati.


"Bukannya itu Nona Alexsa, tunangannya Tuan Jacob dulu, "ucap seorang karyawan.


"Iya, itu Nona Alexsa. Mereka terlihat sangat mesra ya, jika Nona Alexsa sudah kembali lalu bagaimana nasib istri Tuan Jacob saat ini?"


"Mungkin di ceraikan, kan kita tahu sebesar apa cintanya Tuan Jacob sama Nona Alexsa dulu."


"Kasihan sekali ya,"


Tanpa para karyawan itu sadari pembicaraan mereka di dengar langsung oleh Kanaya yang terhalang tubuh Reza. Sehingga mereka tidak bisa melihatnya.


"Nona, Nona mau kemana? "tanya Reza.


Kanaya tidak menghiraukan panggilan Reza, dia terus melangkah lebar keluar dari area perusahaan itu.


"Akan Aku potong gaji kalian saat ini, "umpat Reza pada dua karyawati yang tadi membicarakan Kanaya itu.


Reza berlari mengejar Kanaya, Dalam lari itu, Reza meraih ponselnya untuk menghubungi Jacob.


"Tuan Muda Pertama, Nona Kanaya pergi lagi, "ucap Reza pada sambungan telepon itu.


"Apa? Kau cari dia, Aku akan menyusul sebentar lagi, "saut Jacob lalu mematikan panggilan dari sang asisten.


Kenapa Kanaya pergi lagi? Tanpa ingin memikirkan alasan kepergiab Kanaya,.


Jacob mendorong tubuh Alexsa keras hingga wanita itu jatuh terjerembab di atas lantai.


"Akhh, Jacob. Sayang apa yang kamu lakukan, "ucap Alexsa merintih.


Jacob tak menoleh sedikitpun pada Alexsa, dia memilih berlari bersama Reza keluar perusahaan mencari keberadaan Kanaya.


"Dimana dia? "tanya Jacob khawatir.


Reza merutuki dirinya yang kalah cepat dengan Kanaya.


"Saya tidak menemukan Nona di area perusahaan Tuan,"ucap Reza.


"****, kita cari dia di jalanan. Aku rasa Naya masih belum jauh dari sini, "ucap Jacob.


Reza mengangguk lalu dengan cepat mengambil mobil yang akan membawa keduanya mencari keberadaan Kanaya.


Sementara itu terlihat di balik tempat sampah wanita berhijab nan cantik keluar dari sana setelah memastikan orang yang mencarinya pergi.


Wanita cantik itu gegas menaiki angkot umum yang kebetulan melewati area itu.


"Apa iya dia akan menceraikan Aku? "gumam Kanaya usai mendudukan diri pada kursi angkotan umum itu.


***


TBC


Maaf ya buat para readers setia, othor baru bisa up. Soalnya lam othor nggak bisa masuk ke NT nggak tahu kenapa, baru kemarin sudah bisa tapi tiba-tiba keluar sendiri kan bikin othor sebel. Jadi setelah othor bisa masuk insyallah bakal rajin up lagi

__ADS_1


__ADS_2