ISTRI CANTIK TUAN JACOB

ISTRI CANTIK TUAN JACOB
Bab 85


__ADS_3

"M-Mama,"cicit Kanaya.


Kanaya menatap sendu sosok mama mertuanya yang juga menatap dirinya dengan sendu itu.


Nyonya Seline menubruk tubuh Kanaya, dan membawa tubuh wanita cantik itu dalam dekapannya. Kanaya yang juga merasa rindu pada wanita parubaya itu pun membalas pelukan Nyonya Seline.


Dalam pelukannya, Nyonya Seline tersedu dan terus mengatakan kalimat maaf pada Kanaya. Tentu saja Kanaya juga turut tersedu. Nyonya Seline tidak salah apapun dalam hal ini. Disini yang salah adalah dirinya dan Jacob.


"Maafin, Mama. Sayang,"ucap Nyonya Seline.


"Nggak Ma, Mama nggak salah. Jangan meminta maaf pada Naya,"balas Kanaya.


"Hu hu hu."


Pelukan keduanya terurai saat mendengar tangis keras dari sebelah Kanaya. Siapa lagi jika bukan sosok Aneth yang menangis keras mengalahkan Kanaya dan Nyonya Seline sendiri.


"Hu hu hu, srooot..."


Tidak hanya menangis, Aneth bahkan sampai mengelap ingusnya dengan tisu yang kebetulan ada di atas meja itu.


"Aneth, kamu ini kenapa? Kok malah nangisnya ngalahin Mama sama Kanaya sih,"gerutu Nyonya Seline.


Aneth menghentikan tangisannya dengan cepat. Ajaib, sepertinya putri bungsu keluarga Garadha ini tidak hanya cocok dalam bidang fashion, tapi Aneth juga pandai dalam bidang seni peran.


Lihatlah, Aneth yang tadi nangis kejer kini telah berhenti dan memberikan cengiran kudanya pada sang Mama.


"Biar dramatis, Ma,"balas Aneth.


Kanaya tekekeh kecil. Sepertinya di keluarga Garadha kini telah ada sosok yang bisa menjadi teman baiknya. Jujur, Kanaya bertanya-tanya darimana gen lawak Aneth ini. Pasalnya Jacob tipikal orang yang bicara jika penting seperti Tuan Garadha, dan Mark yang humble seperti Nyonya Seline.


Lalu bagaimana dengan karakter Aneth yang memiliki rasa percaya diri tinggi dengan segala keabsurdannya.


"Ma, dia benaran adiknya Mas Jacob?"celetuk Kanaya.


Nyonya Seline tertawa keras mendengar pertanyaan dari menantunya itu. Kelakuan Aneth memang diluar prediksi, beruntung wajahnya mirip dengan Nyonya Seline jadi bisa mendukung jika Aneth benar-benar putrinya.


"Entahlah, Mama juga ragu dia putri Mama atau tidak, Nay,"ujar Nyonya Seline membuat putri bungsunya memberenggut kesal.


"Ya sudah, nanti Aneth mau cari Mama baru. Pa..."


"Aneth! Kamu ini, ngeselin banget sih,"ucap Nyonya Seline seraya membekap mulut sang putri.


"Hemmmpt...mpppt."

__ADS_1


"Ma, kasihan Aneth,"ucap Kanaya merasa tak tega pada sang adik ipar yang kesulitan bicara.


Karena permintaan sang menantu membuat Nyonya Seline akhirnya melepaskan bekapan tangannya pada mulut Aneth.


Segera setelah Aneth lepas dari bekapan mamanya, gadis itu gegas mendekati Kanaya dan menjadikan tubuh kakak iparnya sebagai tameng dari Nyonya Seline.


"Kakak ipar, lindungi Aku,"ucap Aneth.


Nyonya Seline mencebik melihat tingkah laku putri bungsunya itu. Padahal jika dihitung usianya Aneth dengan Kanaya tidak jauh berbeda. Hanya berbeda bulan saja, namun sikap Aneth masih kekanak-kanakan.


Setelah drama Aneth yang kini menjadi fans terberat Kanaya, serta Nyonya Seline yang menjelaskan tentang bagaimana wanita itu kalang kabut mencari sosok Kanaya.


Kini, ketiganya di kursi balkon kamar utama itu menikmati waktu bersama dengan bertukar cerita. Mereka melupakan akan sosok Jacob yang telah berkacak pinggang karena kesal menatap istri cantiknya dikuasi adik dan Nyonya Seline.


"Naya sayang, kita keluar kamar ya,"ajak Jacob menerobos ketiganya dan memasangkan cadar pada wajah sang istri.


"Loh, kakak ipar pakai kardingan untuk menutupi wajah cantiknya,"celetuk Aneth.


Tidak hanya Aneth yang terkejut, Nyonya Seline juga tampak sama kagetnya. Wanita itu kini beralih menatap Jacob. Dia pikir bercadarnya Kanaya karen paksaan Jacob. Nyonya Seline tahu betul bagaimana Jacob yang telah cinta mati pada Kanaya.


"Kamu maksa Kanaya makai cadar, Jac?"tanya Nyonya Seline tajam.


Jacob yang telah menyelesaikan kegiatannya itu, beralih menatap wajah sang mama dan memberikan sebuah gelengan sebagai jawaban atas pertanyaan Nyonya Seline.


Netra Nyonya Seline beralih pada sosok sang menantu dan akhirnya wanita itu bisa bernafas lega saat mendengar jawaban dari sang menantu sendiri.


"Sudah, kita beralih ke ruang utama. Disana papa nungguin kalian,"ujar Jacob.


"Ya ampun, Ma. Kita sampai lupa sama Papa,"saut Aneth dengan kekehannya.


Semuanya berjalan meninggalkan kamar utama dan beralih tempat di ruang utama dimana Tuan Garadha berada.


Disana, semuanya mulai bertukar cerita. Kanaya juga meminta maaf karena telah mengambil keputusan secara gegabah pada saat itu sampai membuat semua orang khawatir karenanya.


Kalimat maaf Kanaya itu tentu saja mendapat maaf dari Jacob juga yang menjadi sumber kesalahpahaman Kanaya dan berakhir wanita cantik itu pergi dari sisinya.


***


"Aneth! Balik ke luar negeri sana,"usir Jacob.


Pria itu kesal pada Aneth yang sudah berhari-hari mendatangi mansionnya secara terus menerus dan membuat kegiatan intim dirinya dengan Kanaya harus berkurang.


Kenapa dengan hal itu? Pasalnya, jika Aneth ada di mansion, gadis itu akan menguasai Kanaya dengan segala sikap dan hal luar biasa diluar nalarnya.

__ADS_1


Dan yang lebih mengesalkan bagi pria itu, karena Kanaya yang selalu memanjakan Aneth dan menuruti kemauan gadis itu.


"Mas, kenapa ngusir Aneth? Dia kan baru saja datang,"saut Kanaya yang berjalan keluar dari dapur dengan tuperwere berisi bekal siang Jacob ditangannya.


Ucapan Kanaya itu tentu saja membuat Aneth bersorak riang dan gegas mengambil langkah cepat untuk memeluk tubuh Kanaya.


"Dengar tuh Kak! Kakak ipar saja nggak masalah,"saut Aneth dengan juluran lidahnya.


"Ck."


Selalu begini, akhir dari perdebatan Jacob dengan Aneth pasti dimenangkan oleh Aneth, karena gadis itu selalu mendapat pembelaan dari Kanaya.


"Tapi, Nay. Karena adanya dia,"balas Jacob seraya menunjuk wajah Aneth.


"Karena dia, kamu dikuasai dia,"lanjutnya.


Kanaya menggelengkan kepalanya. Dia heran dengan sikap Jacob yang terlampau manja itu. Padahal saat malam hari, Kanaya selalu dikuasai Jacob. Aneth hanya ada saat siang hari.


Lagipula, Kanaya juga ingin memanfaatkan waktu liburan musim panas Aneth itu sebaik mungkin. Karena saat Aneth kembali ke luar negeri, momen itu pasti sulit dilakukannya.


"Tapi, Aneth kan nggak terlalu sering Mas. Lagi pula kalau jam segini kan kamu harus kerja,"balas Kanaya seraya merapikan jas Jacob.


"Iya, kakak ini seharusnya berterima kasih sama Aku jadinya kakak ipar nggak kesepian kalau kakak nggak ada,"ucap Aneth.


Helaan nafas panjang terdengar dari rongga hidung Jacob. Dia harus tetap bekerja, meskipun ia ingin selalu berada disisi Kanaya.


"Baiklah, jaga baik-baik, kakak iparmu ini!"titah Jacob yang mendapat sikap hormat dari Aneth.


"O iya Mas, setelah kamu berangkat kantor. Hari ini, Aku izin keluar sama Aneth ya,"ucap Kanaya.


"Kemana?"tanya Jacob cepat.


"Biasa saja kali kak, Aneth cuma mau ngajak kakak ipar keliling mall buat belanja baju kok, lagipula uang kakak kan banyak. Jadi, harus dimanfaatkan dengan baik sama kakak ipar."


Tadinya Jacob merasa berat untuk memberi izin Kanaya keluar tanpa ada dirinya disamping wanita itu. Tapi, karena ada Aneth dan janji gadis itu untuk menjaga Kanaya baik dari pandangan pria nakal maupun dalam bahaya membuat Jacob mengizinkannya.


"Baiklah, kamu hati-hati disana,"ujar Jacob.


"Iya Mas, terima kasih,"balas Kanaya dengan mengecup punggung Jacob yang hendak berangkat ke kantornya itu.


***


TBC

__ADS_1


__ADS_2