ISTRI CANTIK TUAN JACOB

ISTRI CANTIK TUAN JACOB
BAB 47


__ADS_3

"Kau sudah sadar Nay, "ucap Jacob senang.


"Iya Mas, "saut Kanaya pelan.


"Sebentar Aku panggilin dokter dulu, "ujar Jacob gegas keluar tanpa peduli dengan Kanaya yang memanggil namanya.


Tidak lama terlihat Jacob kembali dengan Dokter Tyo di belakangnya.


Dengan sigap, Dokter Tyo melakukan tugasnya untuk mengecek kesehatan Kanaya pasca pingsan dan kontraksi kecil itu.


"Syukurlah, semuanya sesuai dugaan. Kondisi bayi dan ibunya baik-baik saja, "ucap Dokter Tyo.


Jacob menghela nafasnya lega dan ini lebih terasa lepas dari perasaan lega sebelumnya.


"Tapi meski demikian, Nona Kanaya masih harus di rawat disini setidaknya sehari agar kami bisa memantau kesehatan Nona dan calon bayi, "ujarnya lagi.


"Iya Dok, "ujar Kanaya tersenyum tipis.


"Jangan menatap istriku terus, "sindir Jacob.


Jacob terlihat kesal pada Dokter Tyo yang begitu intens menatap istrinya. Sebagai lelaki tentu saja dia tahu arti tatapan Dokter Tyo yang terpanah akan kecantikan alami Kanaya dan ketertarikan dokter pria itu.


"Kalau gitu, Saya pamit keluar dulu. Mari Nona, Tuan Muda Pertama, "pamit Dokter Tyo dengan salah tingkahnya.


Setelah keluarnya Dokter Tyo, Jacob gegas mendekati Kanaya yang masih berbaring di atas brangkar itu.


"Mas,"panggil Kanaya.


"Iya Nay, kenapa? "


"Tadi Naya dengar Mas mau batalin acara Babymoon kita. Mas nggak bisa seenaknya batalin ya, "ujar Kanaya terlihat kesal namun masih dengan suara pelannya.


"Kau mendengarnya? "tanya Jacob diangguki Kanaya.


Sudut bibir Jacob terangkat kala menyadari jika Kanaya telah membohonginya.


"Ternyata istri cantikku ini diam-diam menguping ya, "ledek Jacob.


Sadar jika apa yang ia katakan telah mengungkapkan kelakuannya yang pura-pura tetap pingsan padahal sudah sadar membuat rona wajah Kanaya berubah merah jambu.


"Aku tadi samar-samar dengar, Mas jangan berpikir yang aneh ya,"celetuk Kanaya.


"Tapi Masmu ini sudah keburu berpikir kalau kamu ini suka mencuri dengar loh, "ucap Jacob.


"Mas! "rengek Kanaya memancing tawa Jacob pecah.


"Iya iya gak mikir aneh deh, "ucap Jacob.


"Jadi itu gimana? "tanya Kanaya.


"Itu apanya Nay? "tanya balik Jacob dengan senyuman nya.


"Anu yang tadi itu loh Mas."


"Babymoon maksudnya? "tanya Jacob


Kanaya menganggukkan kepalanya mengiyakan apa yang pria itu katakan.


"Jadi, tapi Kamu harus sehat dulu ya. Nanti kita konsultasi kan sama dokter juga, "ujar Jacob.


"Iya Mas, "balas Kanaya.

__ADS_1


Jacob meraih tangan Kanaya yang terbebas dari jarum infua itu lalu ia genggam tangan sang istri dan memberikannya sebuah kecupan beberapa kali.


Puas mengecup punggung tangan sang istri, satu tangan Jacob ia gunakan untuk mengelus perut Kanaya yang sedikit buncit itu.


Di dalam sana ada bayi mereka yang begitu kuat dengan segala keadaan yang telah ada. Jacob meratapi segala sesuatu yang terjadi pada Kanaya.


Mulai dari kehadiarannya yang Jacob sendiri awalnya menolak mentah lalu kondisi yang membuat stress Kanaya hingga wanita itu jatuh pingsan.


Memang dia belum tahu sebab musabab pingsannya Kanaya, namun firasat Jacob mengatakan jika ia ada sangkut pautnya dengan hal itu.


"Maafkan Aku Nay, Aku gagal jagain kamu sama Baby kita, "ucap Jacob penuh penyesalan.


Kepala Kanaya menggeleng pelan, dia tidak pernah sedikitpun merasa jika apa yang terjadi padanya itu akibat Jacob.


"Mas nggak salah apa pun kok, Naya juga salah disini karena nggak bisa jaga Baby kita dan tubuh Naya yang terlalu lemah, "ujar Kanaya.


Dengan tenaganya yang masih lemah, Kanaya membalas genggaman tangan sang suami.


"Tapi Aku sudah sering lalai menjaga kamu, dan Aku yakin pingsannya Kamu kali ini juga pasti ada hubungannya dengan Aku, Nay. "


"Mas, "lirih Kanaya.


Dia menatap pria tampan di depannya yang juga dibalas tatapan oleh Jacob tak kalah dalamnya.


"Apapun itu, semuanya telah berlalu. Mas Jacob jangan menyalahkan diri sendiri karena memang itu tidak ada hubungannya sama Mas, "ucap Kanaya.


"Jadi, Naya mohon sama Mas untuk jangan berkata seperti itu lagi ya, "pintanya.


Meskipun Jacob tahu kata -kata Kanaya hanya untuk menghiburnya. namun karena tidak ingin membuat Kanaya sedih, Jacob menganggukkan kepalanya.


Kanaya tersenyum dengan sangat cantiknya. Walaupun wajahnya pucat namun itu tidak menutupi kecantikan Kanaya sedikit pun.


Kanaya menatap suaminya itu heran. Jacob yang tiba-tiba memaki dan kesal sendiri membuat Kanaya heran.


Terlebih pria itu terus menghubungkan kecantikannya dengan pria yang ia sebut dokter itu.


"Aku ingin membawamu pulang sekarang, tapi itu tidak mungkin. Kondisi tubuh kamu masih lemah, "rengek Jacob terlihat menyedihkan.


"Memangnya kenapa Mas? Kenapa Mas terlihat frustrasi seperti itu? "tanya Kanaya.


"Nay, di rumah sakit ini pasti ada banyak pria yang akan tertarik pada kecantikanmu. Aku tadi sempat melihat bagaimana dokter Tyo yang mencuri pandang padamu, "gusar Jacob.


Kanaya terkekeh mendengar alasan tak mendasar pria di depannya itu. Bisa-bisanya Jacob kesal pada seorang pria yang hanya menatapnya itu.


"Mas, kan mereka punya mata ya pastinya di gunakan untuk melihat lah. Lagi pula Aku sudah bersuami mana mungkin masih ada yang tertarik sama Aku ih, "ujar Kanaya.


Jacob mencebik mendengar ucapab polos sang istri. Tidak tahukah wanita itu istilah 'istri orang lebih menarik dimata pria lain' tengah menjadi trend di kalangan pria zaman sekarang.


Terlebih Kanaya yang memiliki wajah cantik justru terlihat semakin cantik saja setiap harinya. Walaupun ia tengah berbadan dua saat ini.


"Kau tidak tahu apa-apa arti tatapan mereka, pokoknya setelah ini Aku mau menemui direktur rumah sakit ini untuk memintanya mengganti staf yang menangani kamu dengan wanita, "putus Jacob.


"Terserah Tuan Muda Pertama saja deh, Naya mah pasrah saja, "celetuk Kanaya tersenyum.


Melihat senyuman cantik pada wajah sang istri membuat Jacob terpanah terlebih dia mengingat bagaimana manisnya bibir tipis itu saat ia rasakan.


"Nay, boleh Aku mencium kamu? "tanya Jacob sukses membuat wajah Kanaya merona karenanya.


"Mas, "lirih Kanaya.


"Boleh ya, Aku janji cuma bibir doang kok, "tawar Jacob.

__ADS_1


Kanaya menatap wajah pria itu lalu kembali menunduk saat ia menyadari tatapan penuh harap dari sang suami padanya.


Perlahan kepala wanita itu mengangguk membuat Jacob begitu semangat dan perlahan mulai mendekatkan wajahnya.


Kanaya yang merasa malu itu pun memilih untuk memejamkan matanya dengan pasrah akan apa yang hendak dilakukan Jacob pada bibirnya.


Dengan pelan pria itu mulai mengarahkan wajahnya pada wajah sang istri, hingga kini jarak keduanya sangat dekat.


Ceklek!


Cup!


"Aish, siapa sih yang main masuk saja, "rutuk Jacob kesal karena kecupannya gagal mengenai bibir Kanaya.


Suara Jacob yang tengah memaki itu tentu saja membuat Kanaya membuka matanya dan tepat itu dia bisa melihat tiga orang yang masuk dan membuat gagalnya Jacob mencium bibirnya itu.


Kanaya tersenyum canggung pada kedua mertuanya dan nenek Risma.


"Mas, sudah jangan marah-marah gitu, "ucap Kanaya agar pria itu berhenti dan mau membalikkan badannya menatap tiga sosok di belakangnya itu.


"Bagaimana tidak marah Nay, staf rumah sakit ini seenaknya masuk ke kamar inap kamu. Nanti Aku akan melaporkan mereka semua, "ujar Jacob dengan amarahnya.


Mama Selline yang mendengar putranya itu hendak melaporkan dirinya pada direktur rumah sakit itu terlihat berkacak pinggang.


"Siapa ya mau kamu laprokan hem?"tanya Maka Selline.


"Kalian lah, kalian suka masuk seenaknya saja. Tidak tahu kah kalian sudah... "


Kalimat Jacob terputus saat ia sadar dengan suara yang sangat ia kenal itu. Perlahan Jacob membalik badannya untuk memastikan suara itu berasal dari sosok yang sangat familiar di telinganya.


"Mama... Papa... Nek Risma, kalian kesini, "celetuk Jacob.


"Iya kami kesini, dasar anak nakal! Saat Kanaya sakit pun masih tidak tahu diri ingin mencari kesempatan ya, "ujar Mama Celine seraya menarik telinga Jacob dengan keras.


"Aw... Ma, Aw... sakit Ma. Sudah jangan jewer Jacob lagi, "rintih Jacob kesakitan.


"Tidak, kamu ini perlu di beri hukuman supaya tahu diri sedikit, "seru Mama Novi.


Dengan tangan masih menjewer telinga sang putra sulungnya. Mama Celline membawa tubuh Jacob keluar kamar inap Kanaya itu lalu menghempaskan putranya itu keluar kamar dan mengunci dari dalam.


"Ma...Ma, kenapa pintunya di kunci? Jacob mau masuk Ma, Naya istri Jacob,"teriak Jacob.


Pria itu melihat sekeliling dimana semua orang tengah memperhatikan dirinya dengan tatapan tak biasa.


"Apa yang kalian lihat, pergi sana! "usir Jacob membuat mereka gegas melarikan diri.


Jacob menatap pintu itu dengan perasaan kesalnya pada sang Mama. Jika sudah begini, Jacob yakin dia tidak akan mudah masuk ke dalam kamar itu lagi.


"Mau gimana lagi, mungkin Aku harus menunggunya,"gumam Jacob.


Ting!


Suara dentingan ponsel terdengar oleh pria itu, dengan segera Jacob membuka pesan yang merupakan dari asistennya.


Jacob melihat sebuah video yang pria itu kirim kan, gegas saja pria itu menekan tombol play untuk memutarnya.


Jacob mencengkeram ponselnya penuh amarah. Tanpa bicara pria tampan itu beranjak dari posisinya meninggalkan rumah sakit itu dengan amarahnya.


***


TBC

__ADS_1


__ADS_2