ISTRI CANTIK TUAN JACOB

ISTRI CANTIK TUAN JACOB
BAB 58


__ADS_3

"Semenjak kedatangan dia, keluarga ini kacau. Tuan Muda Jacob dengan Tuan Muda Mark yang dulunya akur jadi musuhan kayak gini, suasan rumah juga terasa tidak nyaman. Kasihan sekali Nyonya Seline dan Tuan Garadha ya, "ucap seorang pelayan.


"Aku dengar kemarin katanya Tuan Muda Jacob dan Tuan Muda Mark berkelahi karena Nona Kanaya ya, "saut pelayan lainnya.


"Iya, nggak nyangka juga ya. Gara-gara wanita dari pelosok dua Tuan Muda kita sampai berantem, "ucap pelayan pertama yang diangguki pelayan kedua.


"Jadi cantik ternyata tidak selamanya baik ya."


"He'em, kayak pembawa sial nggak sih. "


"Husst! Jangan ngomong sembarangan deh kamu, nanti kalau Nona denger, nasib kita bisa dalam bahaya, "tegur Mbok Ira, yang tampaknya baru saja datang menghampiri dua pelayan tersebut.


Dua pelayan itu seketika melipat bibirnya rapat karena mendapat teguran dari Bi Irah.


Karena mendapat teguran dari Bi Ira, keedua pelayan berseragam itupun akhirnya memilih kembali melanjutkan pekerjaan mereka.


Sementara itu tidak jauh dari tempat pergunjingan para pelayan itu tampak sosok Kanaya yang terlihat tertegun.


Tanpa di sadari oleh mereka, sebenarnya Kanaya sedari tadi ada di sana dan mendengar semua perbincangan dua pelayan itu.


Dengan wajah sendunya, Kanaya melanjutkan langkah kakinya.


Perkataan para pelayan itu tampaknya sangat membekas dan sukses membuat Kanaya sedih.


Wanita itu tengah merasa amat bersalah pada keluarga Garadha yang teramat baik padanya itu.


sesampainya di kamar, wanita itu duduk di atas ranjang empuk itu.


"Aku juga tidak ingin mereka seperti ini, "gumam Kanaya.


Tidak ada yang ingin menjadi sumber pertengkaran dari dua orang yang bersaudara. Begitu pula Kanaya, dia juga ingin hidup damai bersama keluarga kecilnya.


Tetapi seakan begitu sulit untuk terjadi kepadanya dengan datangnya hal-hal yang tidak pernah terbayangkan.

__ADS_1


Mark? Wanita itu juga tidak pernah tahu bagaimana pria yang berstatus sebagai adik iparnya itu begitu terobsesi pada dirinya.


Pertemuan dengan pria itu juga tidaklah begitu lama. Memang sebelum dia menikah beberapa kali ia dengan Mark terlibat perbincangan tetapi itu pun karena tanpa sengaja bertemu.


Lalu apa benar hanya karena sebuah cinta yang pria itu miliki sampai membuat Mark berani menentang dan melawan Jacob, yang tak lain adalah kakaknya sendiri.


"Aku tidak bisa terus menerus ada disini, sebaiknya Aku meminta Mas Jacob untuk kembali ke apartemen saja, "gumam Kanaya.


Sepertinya itu adalah salah satu jalan yang harus dia ambil. Tidak masalah jika di apartemen dia akan sedikit kelelahan dan tidak ada yang menjaganya.


***


"Riko, apa Naya membalas pesan Saya? "tanya pria itu.


Helaan nafas terdengar sangat berat dari Riko, entah sudah keberapa kali Jacob menanyakan hal yang sama. Padahal baru lima menit yang lalu pria itu menanyakan hal itu juga pada Riko.


Padahal ponsel itu sudah sengaja di pegang oleh Riko agar Jacob fokus akan tumpukan berkas di atas meja kerjanya.


Tetapi seakan semuanya sia-sia, karena Jacob terus menanyakan balasan pesan dari Kanaya atau apakah Kanaya menelepon dirinya?


"Kau tinggal jawab saja Rik, makanya nikah, biar tahu, "sindir Jacob.


Bibir Riko terlipat rapat, sekarang Tuannya itu sering mengungkit masalah status setelah ia menikah.


Dan semua itu berakhir dengan Riko yang diam karena ia kalah dalam statusnya yang masih lajang.


"Riko, apa yang kamu lakukan? "tanya Jacob.


"Saya disini membantu Anda, Tuan, "balas Riko.


Sepertinya keberadaan Kanaya di hidup Jacob benar-benar mengubah seluruhnya tentang pria itu.


Pria yang dulunya hanya memikirkan kerja saja, kini bahkan terlihat sangat amat cerewet bagi Riko.

__ADS_1


"Saya punya tugas untuk kamu, "pinta Jacob.


Firasat Riko sudah mulai tidak tenang, karena biasanya jika Jacob mengatakan akan memberinya tugas. Sudah dipastikan tugas itu dalam kategori yang terkadang sulit dilakukannya.


Beruntung seorang Riko tipikal segalanya bisa, jadi seberat apapun tugas yang diberikan oleh Jacob untuknya maka bisa terselesaikan.


"Tuan, jika Saya pergi dari sini maka Anda akan kerepotan Tuan, "ujar Riko.


"Itu bisa kamu selesaikan nanti, sekarang ini dulu, "putus Jacob penuh ketegasan di dalamnya.


"Apa yang Anda butuhkan Tuan? "ujar Riko akhirnya.


Jacob terdiam beberapa saat, sepertinya pria itu tengah memikirkan sesuatu yang akan menjadi tugas untuk Riko.


"Cari segalanya tentang istri Saya, warna kesukaanya, makanan, minuman, parfum, tempat favoritnya, kalau perlu ikutin dia dua puluh empat jam untuk tahu segalanya,"ujar Jacob.


"Tapi ingat, main halus, "ucap Jacob lagi.


Riko tampak lemas saat mendengar perintah dari Tuannya itu.


Pasalnya Riko memiliki trauma jika mendapatkan tugas berhubungan dengan seorang wanita.


Dulu dia pernah mendapat tugas memantau Alexsa, namun justru nasib sial karena Jacob yang tidak pernah percaya akan informasinya. Terlebih Alexsa yang sungguh sangat merepotkan.


Apalagi sekarang, dia harus menjaga wanita yang cintanya Jacob sudah sekonyong-konyongnya, sudah tentu tugas kali ini juga akan Merepotkanny lagi.


"Tuan, apa tidak sebaiknya Anda saja yang mencaritahu sendiri Tuan, karena Nona Kanaya pasti akan sangat senang jika tahu akan hal itu, "ucap Riko.


"Maafkan Saya Nona, Saya terpaksa harus menggunakan nama Anda, "batin Riko.


Dalam hatinya, Riko terus berharap agar apa yang ia ucapkan dapat diterima oleh Jacob. Dan benar saja, Jacob tidak lagi menyauti ucapan Riko yang menandakan pria itu menerima pendapatnya.


***

__ADS_1


TBC


__ADS_2