ISTRI CANTIK TUAN JACOB

ISTRI CANTIK TUAN JACOB
Bab 90


__ADS_3

Suara roda brangkar beputar di lorong rumah sakit. Di atas brangkar itu tampak Jacob yang telah membuka matanya diiringi Kanaya disampingnya.


Wanita cantik itu tidak sekalipun melepaskan tangan Jacob dari genggamannya. Karena sedari tadi pria itu juga tidak ingin Kanaya melepaskan tangannya.


Beberapa menit yang lalu, kala terjadinya suara monitor detak jantung Jacob yang berdetak dengan cepat. Dan saat itu pula pria itu dinyatakan telah melewati masa kritisnya.


Dan kini pria itu tengah dibawa untuk dipindahkan pada ruang rawat biasa, bukan lagi ruang pemulihan.


Sebuah ruang rawat VVIP yang dikhususkan oleh pasien-pasien dengan baground keluarga seperti Garadha.


"Pegang terus. Dipegang terus...Apa nggak semutan tangannya kakak ipar itu nanti,"sindir Aneth.


Gadis itu merasa senang dan marah pada kakaknya. Dia senang karena kakak sulungnya telah sadar, namun dia kesal karena jantungnya dibuat naik turun karena kehebohan sebelum Jacob sadar.


"Aneth, jangan gitu,"tegur Nyonya Seline yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.


Mendapat teguran dari Mamanya membuat gadis cantik itu mencebik kesal lalu beralih mendudukkan dirinya di atas sofa yang ada disana.


Nyonya Seline berjalan menuju tempat tidur pasien dimana Jacob berada.


"Mama senang, akhirnya kamu sudah sadar Jac. Tadi saat Kanaya mengabari Mama jika kamu sudah sadar, Mama yang baru saja pulang memutuskan untuk kembali ke rumah sakit,"jelas Nyonya Seline.


"Kanaya juga senang, Mas sudah sadar "saut Kanaya.


Jacob tersenyum tipis kepada keduanya. Luka pada punggungnya yang masih belum sepenuhnya kering itu membuat Jacob harus memiringkan tubuhnya.


"Maaf sudah membuat kalian khawatir,"ujar pria itu.


Nyonya Seline dan Aneth berada di sans cukup lama. Sampai kedatangan Tuan Garadha yang menyusul ke rumah sakit usai pria itu mengambil alih sementara waktu Garadha Group, karena kondisi Jacob tersebut.


Berita mengenai CEO Garadha Group yang ditusuk oleh mantan tunangannya pun masih viral sampai hari ini. Hanya saja, karena Tuan Garadha yang memperketat penjagaan di rumah sakit sehingga para wartawan tidak ada yang bisa mengakses kondisi Jacob terkini.

__ADS_1


Tuan Garadha mendatangi rumah sakit untuk melihat putra sulungnya yang telah sadar sekaligus menjemput Nyonya Seline dan Aneth.


Kini di dalam kamar itu, hanya tersisa sepasang suami istri yang tengah melepas rindu dengan berpelukan di atas brangkar yang ukurannya lebar itu.


Jacob sama sekali tidak memperbolehkan Kanaya lepas dari dekapannya. Padahal Kanaya sudah mengatakan dia ingin tidur di atas sofa saja karena takut menyentuh luka punggung Jacob.


"Aw, shhht,"ringis pria itu.


"Tuh kan, Mas. Sebaiknya Aku di sofa saja deh,"ujar Kanaya hendak keluar dari pelukan pria itu.


Tapi sekali lagi dia harus pasrah, karena Jacob yang juga bersikeras untuk tidak membiarkan tubuh hangat istri cantiknya itu menjauh barang sedikit saja darinya.


"Disini saja, Aku baik-baik saja. Justru, Aku tidak akan baik-baik, kalau kamu jauh."


"Kamu tahu, saat Aku melihat ada seseorang yang mendekatimu dengan sebilah pisau ditangannya. Rasanya saat itu Aku benar-benar sangat takut ujung pisau itu sedikit saja menggores kulitmu, ah...beruntungnya kamu baik-baik saja,"lanjutnya.


"Tapi Kamu yang nggak baik-baik saja Mas,"ujar Kanaya masih dalam penyesalannya.


Dia memang baik-baik saja, tetapi Jacob yang harus terluka karena melindunginya dari kegilaan Alexsa.


"Aku kuat, buktinya Aku bisa pulih sekarang,"ujar Jacob sembari menarik nafas dalam-dalam agar aroma rambut wanitanya masuk pada saluran pernafasan pria itu.


"Tapi tetap saja Aku takut. Aku tidak ingin menjadi janda..."


"Shuuut, berhentilah bicara yang tidak baik,"potong Jacob.


Kanaya menutup mulutnya rapat-rapat. Dia telah kelepasan bicara sesuatu yang sangat tidak dia dan Jacob inginkan.


"Maaf, Aku hanya mengeluarkan ketakutanku saat itu. Aku benar takut kehilanganmu,"ujar Kanaya sembari merapatkan tubuhnya pada tubuh Jacob.


"Hem, Aku tahu."

__ADS_1


Tidak ada lagi pembicaraan diantara keduanya. Hari telah malam, Kanaya yang sedari beberapa hari ini tidak bisa tertidur karena rasa khawatirnya pada Jacob pun akhirnya bisa terlelap dengan pulas dalam dekapan pria yang dicintainya itu.


Sementara Jacob masih terjaga, dia menatap wajah cantik wanita yang ada dalam dekapannya itu sedangkan tangannya mengelus surai hitam Kanaya yang terbebas dari hijab yang biasa menutupinya.


"Mana Aku rela membiarkan wanita secantik dan sesholeha ini dimiliki pria lain. Matipun sepertinya jadi penasaran,"ucap Jacob dengan senyuman lebarnya.


Sementara itu di lapas tampak Alexsa yang tengah memaki-maki keadaan lapas.


Dia yang biasa hidup hedon karena kekayaan Jacob saat mendapat jatah makanan dari sipir sebuah nasi putih di atas piring plastik pun memekik tak terima.


"Woy, apa-apaan ini? Saya tidak mau makan, berikan saya daging dan makanan lezat,"teriak Alexsa tak suka.


Penghuni lapas yang berada dalam satu sel dengan Alexsa menatap tajam sosok Alexsa yang merupakan penghuni baru itu.


Klontang.


Piring berisi jatah makanan milik Alexsa itu dilempar keras oleh penghuni lapas yang terkenal akan kebengisannya itu. Dan piring serta nasi itu tepat mengenai wajah Alexsa.


"Kalau Lu nggak mau makan, diam. Berisik!"maki penghuni itu dengan kaki menendang perut Aelxsa keras sampai wanita itu tersungkur dipojokan sel.


"Uhuk...uhuk, Saya tidak suka makanan seperti itu,"bentak Alexsa dengan darah keluar dari mulutnya.


Naasnya, Alexsa si arogant itu tidak tahu siapa lawan satu selnya yang tengah ia hadapi itu.


Dengan satu petikan jarinya, penghuni lapas itu mengintrupsi pada penghuni lainnya untuk memegangi kedua tangan Alexsa.


"Lepaskan, kalian mau apa hah? Lepaskan,"teriak Alexsa berontak.


"Kita mau buat Lu yang suka ngomong sombong itu diam,"geram penghuni lapas dengan wajah bengis itu seraya memberi bogeman pada perut Alexsa berulang kali.


"Ma...Alexsa nggak kuat lagi,"ringis Alexsa dalam hatinya.

__ADS_1


***


TBC


__ADS_2