ISTRI CANTIK TUAN JACOB

ISTRI CANTIK TUAN JACOB
Bab 120


__ADS_3

"Daddy, Asha ikut!"teriak Asha dari dalam kamar.


Jacob yang hendak melangkah keluar kamar itu pun menghentikan tubuhnya. Hampir saja Jacob melupakan keberadaan putri kecilnya karena terlalu mengkhawatirkan kondisi Kanaya yang pingsan.


"Ah iya Sayang, ayo,"ajaknya, lalu mengambil tubuh kecil Asha dala gendongannya.


Jacob berderap cepat menuju area dapur sesuai informasi dari pelayan. Sesampainya disana, Jacob segera menurunkan tubuh kecil Asha dan mendekati istri cantiknya yang tak sadarkan diri dan kepalanya tengah berada di atas pangkuan seorang pelayan.


"Panggil Dokter Anne!"titahnya.


Jacob mengambil alih tubuh Kanaya lalu menggendongnya dan berjalan menuju kamar utama. Sementara Asha dengan setia mengintili Jacob di belakang pria itu.


Sesampainya di kamar, Jacob langsung membaringkan tubuh Kanaya di atas kasur. Asha kecil menaiki kasur dan duduk disamping tubuh Kanaya.


"Ck, kenapa lama sekali dokter itu,"makinya.


"Dad...Kata Mom jangan marah-marah,"ucap Asha memperingati Daddy-nya.


Jacob menoleh, menatap gadis kecil yang telah mengingatkan dirinya untuk bersabar itu.


"Maafkan Daddy, sayang. Daddy terlalu khawatir,"jelas Jacob menurunkan intonasi suaranya.


Rasa khawatir pada sang istri membuatnya ia lupa jika ada Asha, hingga putri cantiknya itu tanpa sengaja mendengar kalimat makian darinya.


"Jangan maaf sama Asha, tapi maaf sama Allah,"ucap Asha lagi.


"Ah iya, maafkan Daddy-nya Asha minta maaf ya Allah,"balas Jacob patuh.


Pria itu mendapat dua jempol dari Asha karena sudah melakukan apa yang bocah itu pinta.


Tak lama suara ketuk pintu terdengar bersamaan seorang pelayan yang mengatakan jika Dokter Anne sudah datang.


"Tuan, Dokter Anne sudah tiba,"ucap pelayan itu.


"Suruh dia masuk!"titah Jacob.


Seorang Dokter muda yang merupakan dokter keluarga Garadha berjalan memasuki kamar utama itu. Sedikit informasi mengenai Dokter Anne ini, yang tidak hanya dokter pribadi keluarga Garadha namun juga merupakan sepupu Jacob.


"Kenapa lagi, Jac?"tanya Anne.


Usia Anne tiga tahun lebih tua dan telah berumah tangga juga sehingga wanita itu memanggil Jacob tanpa embel-embel Tuan Muda Pertama.


"Periksa istriku, dia pingsan tadi,"ucap pria itu.


"Menyingkirlah dari sisi tubuh Kanaya. Jika Kamu ingin Aku memeriksanya,"utas Anne tegas.


Pasalnya Jacob masih setia berdiri di samping tubuh Kanaya dan enggan menyingkir.


"Kamu bisa ambil sebelah sana, Anne,"balas Jacob.


Anne menarik nafas panjang yang terasa sangat berat itu. Dia sudah menjadi dokter pribadi keluarga Garadha namun paling enggan berhubungan dengan Jacob terlebih jika itu mengenai Kanaya. Karena pria itu akan lebih keras kepala.


"Menyingkir b*doh! Atau Aku pulang,"ancamnya.

__ADS_1


Jacob mencebikkan bibirnya kesal karena tubuhnya yang di tarik Anne ke samping itu. Tetapi dia akhirnya menurut dan membiarkan tempat dirinya yang kini di ambil alih oleh Anne.


Jacob dan Asha dengan setia melihat segala hal yang dilakukan oleh Dokter Anne pada Kanaya.


"Bagaimana kondisi Kanaya?"tanyanya.


Dokter Anne memasukkan alat-alat medis yang sebelumnya ia pakai itu ke dalam tas medis miliknya.


"Aku nggak bisa kasih tahu kamu, lebih baik Kamu ke rumah sakit saja buat pastikan keadaan adik ipar saja,"ucap Anne.


"HEY AN!"


"Dad..."


Panggilan Asha kembali menurunkan amarah Jacob. Pria yang hampir memarahi Dokter Anne itu menatap sang putri lalu gurat wajahnya mengendur dan senyumannya tersungging.


"Maafkan Daddy,"ujarnya.


Dokter Anne sendiri mengacungkan jempolnya pada Asha yang telah membantu dirinya agar tidak mendapat omelan saudara laknatnya itu.


"Ehem, bisa Kamu jelaskan maksudnya,"pinta Jacob.


Melihat emosi Jacob yang mulai mereda, Dokter Anne pun menjelaskan diagnosanya perihal dugaannya tentang kehamilan Kanaya. Namun Dokter Anne meminta Jacob untuk membawa Kanaya ke rumah sakit untuk memastikan benar tidaknya.


"Lebih baik Kamu bawa istri Kamu ke rumah sakit, untuk memastikan hasilnya,"saran Dokter Anne yang nyatanya Jacob hanya diam tercengang.


Sampai ketika wanita itu pamit pun Jacob masih terbengong di tempatnya. Tangan kecil Asha menggoyangkan tangan Jacob dan memanggil nama pria itu berulang kali dengan keras barulah Jacob tersadar.


"Eh iya Sayang, maaf Daddy tidak mendengarnya,"ucap Jacob menatap putri cantiknya penuh rasa bersalah.


Asha menggeleng, dia tidak keberatan dengan hal itu. Asha justru penasaran dari maksud Dokter Anne yang tadi didengarnya.


"Dad, tadi katanya Dokter, Mom hamil. Itu kenapa ya Dad?"tanyanya polos.


Jacob menurunkan tinggi tubuhnya agar sejajar dengan tubuh kecil sang putri. Ia pegang bahu kecil itu dan ditatapnya bola mata abu-abu yang begitu indah dan jernih. Seakan membawa ketenangan dan hanyutnya akal setiap orang yang terpaut mata abu-abu itu.


"Iya Sayang, Itu artinya Asha akan jadi Kakak. Tapi sebaiknya kita bawa Mom ke rumah sakit dulu yuk"jelas Jacob.


"Yeaaah! Asha bakal jadi kakak,"seru Asha senang.


Senyuman tampan terpatri pada wajah pria itu. Tidak ingin berada dalam ketidakpastiaan tentang diagnosa Dokter Anne. Jacob memilih untuk membawa sang istri ke rumah sakit.


Saat Jacob hendak mengangkat tubuh Kanaya. Wanita itu sempat tersadar, namun Jacob segera memberi pengertian pada wanitanya sehingga Kanaya mau untuk dibawa ke rumah sakit.


Dan kini, Jacob dan Kanaya telah berada di rumah sakit. Asha sendiri Jacob tidak membawanya, pria itu sadar tubuh anak kecil terlalu rentan dan dia tidak ingin hal buruk terjadi padanya.


Di ruang pemeriksaan kandungan terlihat Dokter Putri yang telah selesai melakukan serangkaian pemeriksaan pada Kanaya meminta wanita cantik itu turun dari brangkar.


"Hati-hati Sayang,"seru Jacob, yang membantu Kanaya turun dari brangkar tersebut.


Keduanya langsung mengambil duduk di depan Dokter Putri untuk mendengarkan hasil dari pemeriksaan tersebut.


"Bagaimana Dokter?"tanya Kanaya dengan mimik wajah tak biasa di balik cadarnya.

__ADS_1


Senyuman Dokter Putri mengembang lalu berkata. "Selamat Nona Kanaya dan Tuan Muda Pertama, kalian akan menjadi orang tua untuk kesekian kalinya. Nona Kanaya positif hamil,"jelas Dokter Putri.


Senyuman lebar Jacob tercetak jelas memperlihatkan kebahagiaan pria itu atas kabar tersebut. Namun berbeda dengan Kanaya yang justru terlihat murung bahkan sampai ketika keduanya sudah di dalam mobil. Kanaya masih saja bergeming.


"Kenapa Naya Sayang? Apa ada masalah? Seharusnya ini kabar bahagia kan buat Kamu?"tanya Jacob.


Kanaya memutar lehernya beralih menatap sang suami. Helaan nafas terdengar dari wanita pemilik manik abu-abu tersebut.


"Mendapat kepercayaan untuk hamil kedua kalinya memang sebuah kabar bahagia yang harus di syukuri. Tetapi disisi lain, Aku merasa tidak tega sama Asha yang harus menjadi kakak saat masih usia empat tahun,"jelas Kanaya, tentang kegundahannya.


Jacob meraih tangan wanitanya lalu ia cium punggung tangan tersebut penuh perasaan.


"Empat tahun Aku rasa sudah cukup besar, lagi pula tadi saat Asha mendengar kabar ia akan menjadi Kakak. Asha sangat bahagia dan antusias,"jawab Jacob.


"Benar begitu? Kapan Mas kasih tahu Asha?"tanyanya lagi.


"Bukan Mas, tapi saat kamu sebelum dibawa ke rumah sakit dan mendapat penanganan dari Dokter Anne. Disaat itulah Asha mendengarnya. Dan ya...Dia sangat senang,"ucap Jacob.


Mendengar Asha yang bahagia akan menjadi kakak dari suaminya membuat Kanaya senang. Kegundahan itu seketika hilang dan berganti harapan kedepannya untuk sang buah hati yang tengah tumbuh di dalam rahimnya saat ini.


***


TAMAT


Alhamdulillah akhirnya karya Istri Cantik Tuan Jacob sudah tamat. Terima kasih untuk kalian semua yang setia dengan kisah Si cantik Kanaya dan Tuan Muda Pertama.


Kita bisa bersua pada kisah di novel othor lainnya. Jangan lupa singgah dan follow instagran othor @duyung_indahyani123.


Novel othor lainnya yang ada di noveltoon:




Nikahi Aku Tuan!




Wanita Milik Sang Pelukis




Ibuku Seorang Wanita Malam ( Revisi banyak typo)




See you di karya othor lainnya

__ADS_1


__ADS_2