ISTRI CANTIK TUAN JACOB

ISTRI CANTIK TUAN JACOB
BAB 60


__ADS_3

"Lepaskan tangan Kanaya, Mark! "geram Jacob.


Rahang Jacob mengeras melihat Mark mencekal lengan satunya Kanaya kala ia akan melangkahkan kakinya.


"Kanaya harus disini, jangan bawa dia, "celetuk Mark menatap tajam Jacob.


Sepertinya Mark tengah dalam pengaruh alkohol, wajahnya tampak memerah serta bau alkohol yang menyeruak.


"Biarkan Kanaya bersama Mark, jangan bawa dia, "ucapnya menggila.


Kanaya hanya bisa meringis kala kedua tangannya diperebutkan dua pria. Dimana satunya adalah pria berstatus suaminya sendiri dan satunya adalah pria berstatus adik iparnya.


jacob yang kesal karena Mark tidak kunjung mau melepaskan cengkraman tangan Kanaya itu, tampak ia melepaskan pegangannya lalu berpindah tempat pada sisi Kanaya lainnya, dimana Mark berada.


Disentaknya cekalan Mark dengan keras dan ia berkata.


"Kau gila Mark! "sentak Jacob.


"Aku memang sudah gila, Aku tergila-gila pada Kanaya... Ha ha ha ha, dia kakak iparku. Aku sudah tergila-gila padanya, jadi biarkan Aku memilikinya, "ucap Mark dengan gelak tawanya.


Jacob menggeram kesal, omongan Mark semakin melantur.


"Kita pergi sekarang! Dan Kau Mark, Kau tengah mabuk,"ucap Jacob lalu kembali menyeret Kanaya lembut.


Jacob membawa Kanaya berjalan menuju pintu keluar tidak peduli akan pakaian yang masih ada di kamar mereka. Biarlah itu akan menjadi urusannya nanti.


Dalam pikiran Jacob, saat ini ialah membawa Kanaya pergi dan menjauhi Mark, emosinya mulai naik dan Jacob tidak ingin IED nya kambuh.


"Mas, pelan-pelan jalannya, "celetuk Kanaya, yang terlihat cukup sulit mengimbangi langkah panjang Jacob.


"Maaf, "lirih Jacob lalu berbalik menatap teduh pada sang istri.


Saat ini keduanya sudah berada di ujung tangga, dan hanya butuh menuruni tangga itu maka keduanya telah sampai di lantai paling bawah.


"Pelan-pelan, atau mau Aku gendong saja Nay? "tawar Jacob.


Urat rahang yang tadi sempat mengeras akibat berdebat dengan Mark, perlahan mulai berangsur mengendor.

__ADS_1


"Tidak perlu Mas, Kanaya jalan sendiri saja, "balas Kanaya lembut.


Jacob menganggukkan kepalanya, dia tidak ingin memaksa istrinya meskipun dia bisa menggendong tubuh wanita cantik itu tanpa seizinnya.


Disaat keduanya akan menuruni anak tangga. Tiba-tiba Jacob dikagetkan dengan cekalan Mark dari belakang sampai membuat pria itu terjungkal karena kondisi dia yang belum siap.


"Apa-apaan Kau Mark, "geram Jacob.


"Sudah Aku bilang jangan bawa Kanaya!"seru Mark.


Jacob menghembuskan nafasnya yang semakin berat. Adik pertamanya itu sudah benar-benar tergila-gila akan pesona istrinya, sampai dia tidak sadar akan kalimat yang keluar dari mulutnya.


"Dia istriku Mark, istri Kakakmu, "seru Jacob lantang.


Kedua mata Mark memerah, pria itu menatap tajam Jacob lalu berpaling menatap Kanaya yang tampak ketakutan karena tatapan adik iparnya itu.


"Jika Aku tidak bisa memilikinya maka biarkan Aku mencicipinya, "gumam Mark.


Tubuh Kanaya gemetar kala Mark melangkah semakin mendekati dirinya, dia mencoba menghindar dengan menuruni tangga.


Kanaya terus memukul dada Mark dan berusaha melepaskan dirinya dari pria gila itu.


"B*jingan!"pekik Jacob.


Jacob bangkit dari posisinya lalu menarik Mark dengan kasar lalu membantingnya di atas lantai.


Tanpa banyak bicara, Jacob yang sudah tidak bisa menahan dirinya melayangkan pukulan keras secara membabi buta pada adik pertamanya itu.


"Br*ngsek, b*jingan!"


Jacob terus mengumpati Mark yang tidak bisa sedikitpub melawan dirinya. Karena saat Jacob sudah dalam pengaruh traumanya maka pria itu akan memiliki kekuatan yang teramat besar dan kalap.


Kanaya luruh dan menangis sesegukan, tubuhnya gemetaran dengan rasa takut yang teramat besar. Baru saja dia dilecehkan oleh adik iparnya di depan sang suami.


Dia menatap Jacob yang masih terus memukuli Mark yang tampak sudah tidak berdaya itu. Rasa takut jika sampai Jacob membunuh adiknya sendiri dan berakhir membuat Jacob harus mendekam di penjara, memberikan kekuatan pada Kanaya agar wanita itu bangkit dan mendekati sang suami


"Mas sudah! Hentikan, Naya tidak mau Mas di penjara, "hardiknya seraya mencoba menyentuh punggung sang suami.

__ADS_1


"Mas, berhenti! "serunya lagi dengan suara lebih keras dengan memegang tangan Jacob yang akan kembali memukuli Mark itu.


Sialnya, Jacob yang tengah dalam kendali amarahnya justru menghempaskan cekalan Kanaya dengan keras dan mendorong tubuh wanita cantik itu sampai membuat Kanaya terpelanting ke belakang.


"Akhhh. "


Tubuh Kanaya terpantuk pada pegangan tangga dan karena rasa sakit pada perutnya membuat Kanya berbalik yang sialnya dia justru tergelincir.


"KANAYA!"seru Tuan Garadha dan Nyonya Seline yang baru saja keluar dan disajikan pemandangan tragis menantunya.


Tubuh Kanaya menggelinding pada anak tangga layaknya bola salju yang turun ke bawah.


"Naya! "lirih Jacob saat tersadar akan apa yang dia lakukan karena suara teriakan kedua orang tuanya.


Jacob bangkit dari atas tubuh Mark yang sudah tidak sadarkan diri itu, matanya kini menatap nanar sosok wanita yang mengandung bayinya telah terkapar di bawah tangga bersimbah darah.


"Kanaya, "panggilnya seraya berlari turun untuk lalu bersimpuh disamping tubuh wanitanya.


"Nay bangun Nay, Sayang bangun, "ucap Jacob khawatir.


Jacob memangku tubuh Kanaya di atas pahanya, pria itu mengangkat tangannya lalu menatap darah segar yang mengalir dari kepala Kanaya dan juga menatap nanar darah yang mengalir dari paha sang wanita.


"Nay, bangun Nay! Maafkan Aku Nay, "ucapnya sedih dengan air mata yang mulai membasahi pipi pria itu.


"Bawa dia ke rumah sakit Jac, cepat! "perintah Nyonya Seline yang kini juga baru sampai di bawah tangga.


Tanpa banyak suara Jacob mengangkat tubub Kanaya dengan parasaan kalut dan campur aduk.


Di belakang Jacob juga tampak Nyonya Seline bersama Tuan Garadha yang tengah memberi perintah kepada pelayan laki-laki disana untuk membawa tubuh Mark ke dalam mobil mereka.


"Kenapa jadi begini, "celetuk Nyonya Seline tergugu sembari menatap wajah putra (Mark) keduanya yang berada di atas pangkuannya.


Dua mobil dengan beda penumpang serta dua orang tak sadarkan diri melaju dengan cepat menuju rumah sakit.


***


TBC

__ADS_1


__ADS_2