ISTRI CANTIK TUAN JACOB

ISTRI CANTIK TUAN JACOB
BAB 41


__ADS_3

"Akhhh... "


Jacob teriak frustasi mencari keberadaan Kanaya.


Dia telah berkeliling kesana kemari untuk menemukan sang istri bersama Reza, namun hingga mentari telah terbenam ia masih belum menemukan Kanaya.


"Tuan Muda Pertama, kita sudah mencari ke berbagai tempat dan juga sudah memerintahkan orang kita untuk mencari Nona, apa tidak sebaiknya Anda pulang lebih dulu, "saran Reza.


Jacob bergeming, dia masih tidak akan tenang jika belum menemukan keberadaan Kanaya.


Istrinya terlalu cantik dan berada di luaran sendirian itu sangat berbahaya baginya.


Bagaimana jika ia diganggu orang jahat? Atau bagaimana jika dia tidak tahu arah di Jakarta.


"Terus mencari, kita tidak akan pulang sebelum menemukan Kanaya,"serunya.


Reza melirik melalui kaca spion di bagian depan. Wajah tampan Tuannya sangat frustasi.


Dia yang mengidap ECD terlihat bagian tangan pria itu berdarah akibat menyalahkan dirinya sendiri.


"Baik, Tuan. "


Dugh.


Lagi, Jacob kelepasan dengan memukul jok disamping kursi kemudi.


Reza merutuki kebodohan dirinya yang telah menceritakan alasan perginya Kanaya dari perusahaan Garadha.


Dan berakhir dengan Jacob yang mati-matian menahan dirinya agar ECD pria itu tidak kumat demi mencari keberadaan Kanaya


"Berhenti!"


Cit.


Teriakan Jacob yang memekakan telinga membuat Reza mengerem secara mendadak.


Tanpa memberi kesempatan Reza menyakan alasan Jacob menyuruhnya berhenti.


Terlihat Jacob telah keluar dari mobil dan membanting pintu mobil dengan sangat keras.


"Tuan, Anda mau kemana? "teriak Reza.


Namun suara Reza tak digubris pria itu. Jacob terus berlari cepat membuat Reza terpaksa mengikuti pria itu.


"Br*ngsek, apa yang kalian lakukan pada istriku, "maki Jacob.


Satu pemuda dari mpat pria yang terlihat seperti para pemuda pecundang yang biasa nongkrong di jalan untuk mencari mangsa terjungkal pada kerasnya aspal jalanan.

__ADS_1


"Woy, siapa kamu hah! Beraninya mengganggu kesenangan kami, "teriak satu pria tak terima akan perbuatan Jacob.


Jacob sendiri melihat sang istri yang penampilannya sangat kacau tengah menangis ketakutan gegas melepas jas nya untuk digunakan Kanaya.


"Jangan takut, "ucap Jacob menenangkan Kanaya.


Wanita cantik itu mendongak menatap sang suami dengan tatapan menyedihkan membuat amarah Jacob naik.


Dengan mata yang membara, Jacob bangkit lalu menatap keempat pria pecundang itu.


"Tidak akan Aku ampuni perbuatan kalian,"desis Jacob.


Tatapan mematikan Jacob sukses membuat keempat pria itu bergetar ketakutan.


Namun amarah Jacob telah membuncah dan akan sulit membuat Jacob berhenti.


Dengan sangat brutal Jacob menerjang keempat pria itu membabi buta.


tidak ada satupun dari mereka yang bisa lepas dari amarah Jacob, walaupun mereka merintih memohon ampunan dari pria itu.


"Ampun Tuan, ampuni kami, "ucap mereka memohon ampunan.


Namun rintihan mereka dianggap angin yang tidak akan menggoyahkan Jacob menghukum orang yang menyakiti istri cantiknya.


"Akhhh, Tuan ampuni kami, Tuan mohon ampuni kami. "


Dia yang baru sampai di lokasi langsung disajikan pemandangan kebrutalan Jacob memukuli empat pria.


dan pemandangan lainnya dimana Kanaya terduduk lemas dengan balutan jas milik Jacob pada tubuhnya.


"Tuan sudah Tuan hentikan, Anda bisa membunuh mereka, "ujar Reza mengingatkan sang Tuan.


Tetapi Jacob masih tak mengindahkan ucapan sang asisten, dan masih terus memukuli pria-pria itu yang akan sekarat jika terus dipukuli Jacob.


Sekuat tenaga, Reza menarik tubuh Jacob menjauh dari keempat pria yang sudah tak berdaya itu.


"Lepasakan! Apa yang kamu lakukan hah. Aku akan membunuh mereka berempat, "teriak Jacob memberontak dari kuasa Reza.


"Akhhh, Tuan, "teriak Reza merintih.


Reza kalah kuat dari seorang Jacob. Dia terjungkal kebelakang karena tak mampu menahan kekuatan Jacob.


"Tidak ini tidak bisa dibiarkan! Tuan bisa terlibat masalah, jika diteruskan, "gumam Reza.


Reza kembali bangkit lalu menahan Jacob dengan memegang kedua kaki pria itu membuat Reza tengkurap pada kotornya aspal.


"Lepaskan, Reza! "desis Jacob berusaha melepaskan cekalan Reza pada kakinya.

__ADS_1


"Tuan jangan diteruskan lagi Tuan, biar mereka menjadi urusan saya. Anda harus ingat Nona Kanaya, saat ini Nona sangat membutuhkan Anda, "ujar Reza mencoba menahan Jacob menggunakan nama Kanaya.


Mendengar nama istri cantiknya. Perlahan urat-urat leher Jacob mengendur.


kepalan tangannya juga telah terbuka. Emosi yang meledak dalam diri Jacob juga perlahan terurai.


"Lepaskan kaki Saya, Reza, "seru Jacob lagi.


"Tidak Tuan, jika Saya melepaskan kaki ini, pasti Anda akan menyerang mereka lagi, "ucap Reza.


Jacob menghela nafas beratnya mendengar ucapan sang asisten.


Dia kembali menggoyangkan kakinya agar lepas dari cekalan sang asisten.


"Saya tidak akan menyerang mereka lagi, sekarang lepaskan kaki Saya."


Reza mendongak menatap sang Tuan dari bawah. Setelah yakin amarah Jacob tidak akan meledak lagi barulah Reza melepaskan cekalannya pada kaki Jacob.


"Jangan Tuan, "teriak Reza saat melihat Jacob hendak menerjang keempat pria yang telah tak berdaya.


sampai membuat Reza terjatuh karena gerakan cepat Tuannya itu.


Namun sedetik kemudian, Reza hanya bisa terbengong saat kaki yang terangkat tinggi ke atas itu tidak mendengang salah satu dari keempat pria itu.


"Kau ini terlalu lebay, "ejek Jacob.


"Eh, tidak jadi, "celetuk Reza terbengong.


"Saya harus mengurus istri cantikku. Urus mereka dan mobil biarkan Saya yang bawa, "ujar Jacob.


"Baik Tuan."


Reza hanya bisa berdiri menatap setiap pergerakan sang atasan.


Mulai dari menggendong tubuh Kanaya lalu membawa wanita cantik itu pergi menggunakan mobil miliknya.


"Ck, kalian ini telah mencari masalah dengan orang yang salah, "maki Reza seraya menendang-nendang kecil para pria yang telah tak berdaya itu.


Sementara itu Jacob tak sedikitpun melepaskan tangan Kanaya dalam genggamannya.


Sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk mengemudi.


"Jangan takut, ada Aku, "ujar Jacob seraya mencium tangan yang gemetar itu.


Kanaya masih sangat takut tentang peristiwa beberapa saat lalu yang hampir membuat dirinya dilecehkan oleh para pria pecundang itu.


***

__ADS_1


TBC


__ADS_2