Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
Eps 1


__ADS_3

Setelah semuanya beres aku bergegas mengganti pakaian kerja dan keluar menuju parkiran. Namun, saat akan menaiki motorku, aku melihat seseorang yang gerak geriknya mencurigakan.Aku berfikir untuk tidak mempedulikannya tapi,tiba-tiba ada anak kecil yang menghampiriku dengan membawakanku setangkai bunga mawar merah. Aku bingung dan bertanya kepada anak kecil itu.


"Hey, adik kecil. Siapa namamu? " tanya Ku.


"Namaku gabyanca. Ini bunga untuk kakak." jawabnya,sambil memberikan bunganya pada ku.


"Sebenarnya dari siapa bunga ini adik kecil? " tanya ku lagi.


"Dari.........., " Saat byanca akan memberitahukan siapa sebenernya pemberi bunga tersebut, ia bingung karena orangnya tidak ada ditempat yang sebelumnya.


Alhasil byanca hanya menggeleng lalu berlari meninggalkan ku.


Aku semakin bingung, tapi aku berusaha untuk tidak memikirnya berlarut. Ku nyalakan mesin motor ku dan berlalu pulang kerumah.

__ADS_1


Sampai dirumah aku langsung masuk kekamar.Tapi sewaktu aku buka pintu kamar, aku terkejut,karena ada suara seseorang yang teriak kesakitan.


"Eh.. Mak lampir kejepit pintu."Teriak ku Sontak.


"Kalo mau buka tu ya bilang-bilang dong,ya kali aku manis kaya gini dibilang Mak lampir. Aku ini masih kecil kak belum jadi mak-mak!." Protes Ani,adik kandung ku.


"Yeee, siapa suruh berdiri dibelakang pintu. Lagian ngapain kamu di kamarku hah? ".Timpalku curiga.


Dengan tidak menjawabku dan langsung berlari keluar dan menjulurkan lidahnya seakan meledekku itu membuatku menjadi gemes melihat tingkah adik ku itu. Setelah itu aku rebahkan tubuhku sebentar ke kasurku yang selesa ini.. "aaahh leganya, akhirnya bisa rebahan juga" Kataku sendiri. Aku menatap langit-langit kamarku dan kembali mengingat kejadian hari ini. Bagaimana tidak semuanya terasa aneh bagiku, Pekerjaan yang tiba-tiba terasa sedikit lebih ringan, nyanyian dari vokalis caffe yang dikhususkan untuk ku dan bunga mawar merah yang misterius ini.


Setelah selesai mandi,aku keluar menuju dapur untuk memasak. Ya memang seperti ini kebiasaanku setelah ibu mulai bekerja menjadi ART ditempat Bu Dokter untuk membiayai sekolah adikku,alhasil aku yang sering menghendel keperluan rumah. Tapi kalo ibu pulang lebih awal itu sedikit mengurangi pekerjaanku dirumah. Lain dengan ayahku, ia bekerja tetapi hasil kerja nya seperti untuk kepentingan sendiri seakan tidak mau berbagi hasil pada satu keluarga. Padahal yang seharusnya bertanggung jawab adalah ayah sebagai tulang punggung keluarga, tapi itu tidak aku rasakan pada ayahku ini. Seperti ini lah kehidupanku, hidup dalam keluarga yang sibuk dengan urusan masing-masing.


***

__ADS_1


Di sisi lain,seorang pria sedang memperhatikan layar hpnya sambil tersenyum sendiri. Siapa lagi kalo bukan Alvin seorang yang dikenal memiliki sikap dingin dan keras kesetiap orang.Namun berbeda dengan situasi sekarang,tingkahnya itu membuat sahabatnya Arif heran.


" Hey, Vin. Apa yang sedang kau lihat,hah?". Tanya Arif kepo.


mendengar sahabatnya berbicara membuat ia tersadar.


"Tak ada."jawab singkat alvin dengan disertai ekspresi yang kembali dingin.


"Eh, Vin. Jangan bohong kau. Aku tau senyuman kau ini muncul menunjukan kalo kau sedang kasmaran.Kau sedang jatuh cinta ya kan?. " ledek arif dengan disertai tawa yang menggelegar.


(tapi percuma saja, ruangan itu kan kedap suara).


"Diam kau." Timpal alvin singkat, sambil melirik tajam ke arah sahabatnya itu.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa Vote, Komentar dan Dukungannya ๐Ÿ™


__ADS_2