Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
Eps 2


__ADS_3

Pagi hari selesai beberes aku bergegas untuk mandi dan pergi bekerja. Tapi saat itu tiba-tiba ponsel ku berdering.


dert.. dert ..dert..,muncul nama dari si penelpon yang tak lain adalah sahabat ku Anis, sebelum bunyi dering berhenti aku langsung mengangkat telvonnya.


"Hey, Nis. Ada apa?,tumben pagi-pagi gini telvon."Tanya ku langsung.


"Hem, hay ratih. Aku telvon kamu karena aku mau kasih tau kamu kalo aku akan pulang lusa. " jawab Anis.


"Hah!, benarkah?. baiklah aku tunggu kamu ya,jangan lupa bawa oleh-oleh untukku". Timpalku.


"Yaa, pasti. Y sudah aku tutup telvonnya. BTW jangan lupa sarapan sebelum bekerja." Perintah Anis.


"Dasar mak-mak, ya nanti aku sarapan gampang deh".Jawabku asal.


setelah Anis mengakhiri telvonnya,aku langsung beranjak membersihkan diri.


Tidak lama 10 menit aku selesai bersiap dan melajukan motorku ke caffe tempat ku bekerja.

__ADS_1


Tapi belum sampai setengah jalan motorku mati seketika entah apa yang terjadi kemarin ku rasa sudah mengganti oli dan menserive nya kenapa bisa mati.


"Haduh.., bisa telat ini. "Batin ku resah.


ceeeettt!..Aku memperhatikan mobil siapa yang berhenti tepat disamping motorku. Dan keluarlah Bagas. Dia teman ku sewaktu SMP,tak disangka setelah 3 tahun dia pergi ke Jerman untuk kesembuhan nya melawan kanker, sekarang dia berubah menjadi sosok lelaki yang tampan dan tentu saja cool.


"Halloo... "Sapa Bagas sambil melambai-lambai kan tangannya didepan muka ku.


Aku tersadar. "Ah,ya...kamu Bagas kan? " Tanya ku memastikan. Bagas tersenyum dan berkata,"Yaa aku Bagas. Masih ingat ternyata." "Kau mau kemana sepagi ini?" tanyanya.


"Ah, itu..aku sebenarnya mau berangkat kerja dan ada sif pagi hari ini. Tapi tiba-tiba saja motorku mogok. " Jawabku dengan merunduk sedih dan bingung.


"aku bekerja di caffe jalan pemuda II" jawabku. "Apa aku tidak merepotkanmu?" tanyaku, karena sepertinya Bagas pun sedang terburu-buru.


"Ah tidak, lagipun kita searah. Ayo masuk" perintah Bagas.


Tanpa bertanya lagi aku langsung menurut saja karena memang aku sekarang sedang membutuhkan tumpangan untuk cepat sampai ditempat kerjaku. Disetiap perjalanan hanya sunyi yang di dapat, Bagas fokus menyetir dan aku hanya mempalingkan wajahku ke luar jendela mobil. Tidak sampai 15 menit aku tiba di caffe. Aku mengucapkan terima kasih pada Bagas sebelum dia melajukan kembali mobilnya. Saat aku hendak masuk aku telah dihadang oleh Agra. Dia vokalis di caffe tempatku bekerja sekaligus anak dari Bos ku.

__ADS_1


"Kau, dari mana saja,jam segini baru datang?" Tanya nya mengintrogasiku.


"Ah maaf Pak Bos".seperti itu aku bisa memanggilnya. "Tadi ada kendala. Motor ku mati di tengah jalan jadi agak telat." lanjutku.


"Huh, baiklah. Sekarang kau temani aku saja untuk sarapan diluar,yuk."Ajak Agra sambil menarik tanganku.


"Tunggu-tunggu". Desakku.


"Ada apa lagi?"...tanya nya dengan ekspresi yang tajam.


"Aku harus bekerja sekarang, aku sudah telat,aku ada sif pagi hari ini. "Rengekku.


"Apa kau lupa, aku ini siapa.Kau tenang saja semua sudah ku urus,sekarang pekerjaanmu adalah menemaniku sarapan.Ayo aku tidak akan mengulang perintah ku untuk kedua kalinya".Tegas Agra.


"Huh menyebalkan sekali mentang-mentang anak Bos se enaknya saja" batinku menggerutu.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Vote, komentar dan dukungannya ๐Ÿ™


__ADS_2