Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
63


__ADS_3

Untuk yang kesekian kalianya Keisya dibuat kesal lagi dengan kelakuan Vino yang misterius, tidak terduga plus menyebalkan. Keisya mengembungkan pipinya kesal, sambil bersidekap di dada dia duduk bersandar dengan bantal, pandangannya lurus ke depan menatap objek entah apa namanya. Vino yang melihat wajah Keisya yang cemberut tersenyum puas, senang sekali rasanya bisa mengerjai Keisya yang polos ini. Vino menatap ponselnya, ada lima panggilan tidak terjawab dari Aldi asistennya, setelah itu ada notif yang datang tanda ada pesan masuk.


...Tuan Bos, periksa e-mail yang saya kirim. Ada yang harus anda tanda tangani sekarang juga dan akan segera dikirim....


Vino memutar bola matanya malas, ini nih yang buat Vino bad mood jika dihari bahagianya ada aja yang harus dilakukan, dengan malas Vino membuka e-mail yang tadi dibilang Aldi.


Vino menghela nafas setelah melihat apa yang dikirim Aldi.


"Yaelah gini doang pake minta tanda tangan segala, pake tanda tangan si Aldi juga jalan nih bisnis," gerutu Vino karena dia malas makanya ngomong kek gitu. Vino menekan nomor telpon Aldi kemudian mendekatkan benda pipih itu ke telinganya.


"Pake tanda tangan kamu saja, lagipula dokumen yang kamu kirim tidak terlalu penting, sudah ya jangan ganggu lagi saya sibuk." Vino memutus sambungan telpon secara sepihak dan belum sempat memberi kesempatan menjawab untuk Aldi. Pastinya Aldi tengah mengumpat kesal sekarang.


"Sayang gak mandi?" tanya Vino lembut, Keisya dari tadi hanya diam saja bahkan tidak bergerak sama sekali dari posisinya. Keisya tidak bergeming, masih acuh dengan pertanyaan Vino.


"Masih ngambek ya?"


Keisya mendelik, ekor matanya menangkap raut wajah Vino yang terlihat penuh penyesalan tapi tetap saja dia itu menyebalkan, Keisya tidak like.


"Gimana kalo aku beliin es krim satu box? Tidak, tidak satu truk aja gimana?" Vino harap bujukan ini bisa dipakai. Keisya tentu saja tergiur dengan tawaran ini, tapi gak dulu Keisya mau mempertahankan ego nya, jangan luluh tahan Keisya tahan, inget Vino yang buat kamu jadi seperti ini. Vino melengkungkan bibirnya ke bawah, ternyata bujukan nya ini tidak berhasil padahal kan Keisya suka es krim masa ditolak.


"Ngomong dong biar langsung ku pesankam es krim nya nih diantar oleh kurir," Vino menggoyangkan ponselnya didepan wajah Keisya tanda bahwa ia tidak main-main dengan ucapannya. Keisya membuang nafas kasar kemudian menatap Vino dengan malas.


"Lagi hemat suara. Lagian kak Vino kalo pengen ya tinggal minta gak usah pake acara jahil kayak gitu kan Kei belum siap, minta apa susahnya sih," dengus Keisya.


"Takutnya ditolak, ya terpaksa pake tipuan, ternyata ampuh juga," Vino tergelak mendengar ucapannya sendiri.

__ADS_1


"Kalo masalah nolak sih nggak soalnya kan sudah kewajiban seorang istri untuk melayani suaminya, tapi cara kakak yang salah. Coba aja minta baik-baik mau 50 ronde juga bakal aku kasih. Eh...." Keisya langsung menutup mulutnya, dia sangat ceroboh bisa-bisanya ngomong kayak gitu, ucapannya tadi sukses membuat Vino terhenyak, Vino menautkan alisnya bingung sekaligus bahagia dengan apa yang diucapkan Keisya. Apa tadi dia bilang? 50 ronde? Vino tidak salah denger kan? Oke mari kita pertegas lagi.


"Kamu serius?" Vino memberi tatapan mengintrogasi. Keisya menggeleng cepat, ia langsung merutuki dirinya sendiri. Ngomong gak difilter dulu ya jadi gini, sial sendiri kan.


"Ucapan tadi tidak boleh ditarik kembali, kamu sendiri yang bilang. Baiklah, mulai besok kita akan mulai dengan 50 ronde, apa kamu kuat?" Vino menggoda Keisya.


"Oh ayolah jangan dianggap serius, tadi Kei keceplosan gak bermaksud ngomong kayak gitu," Keisya memukul lengan Vino pelan.


"Terserah. Mau disengaja ataupun tidak itu sudah keputusan kamu jadi siap-siap aja," Vino mengelus pipi Keisya kemudian beranjak ke kamar mandi meninggalkan Keisya dengan segala pikiran dan rasa takut yang meyelimuti otaknya. Membayangkannya saja sudah membuat ngeri apalagi melakukannya.


"Bodoh banget si astaga. Ya Tuhan tolongin Keisya, Keisya gak mau mati muda."


***


"Lagi ngelamunin apaan sih? TV nyala tapi gak ditonton, hati-hati kemasukan jin tomang," Vino berhasil membuyarkan lamunan Keisya sehingga membuat gadis itu mengerjap beberapa kali berusaha menetralisirkan pikirannya. Keisya menggigit bibir bawahnya hendak mengatakan sesuatu tetapi langsung ia urungkan takut jika Vino menolak.


"Kalo mau ngomong gak apa-apa ngomong aja, aku gak bakal gigit kok," Vino yang sudah sadar dengan gerak gerik mencurigakan Keisya beralih menatapnya lekat.


"G-gak ada. Gak ada yang mau ngomong sama kakak. Dah lah males, lapar pengen makan," Keisya berdiri kemudian melangkah menuju dapur mencari sesuatu yang bisa dimakan. Sebenarnya ini sebagai pengalihan aja, nyatanya dia gak lapar sama sekali cuma mau menghindar dari pedofil alias Vino.


Keisya kembali seraya membawa piring berisi aneka buah yang sudah dikupas bersih. Meletakkan nya diatas meja kemudian kaki ia naikkan ke atas sofa langsung menyuapkan satu buah potongan buah apel ke mulutnya mengunyahnya dengan gelisah.


"Makan gak ngajak-ngajak, berdosa banget sama suami," Vino merebut garpu yang dipake Keisya kemudian mengambil buah pir dan langsung memakannya habis. Keisya memutar bola matanya kesal.


"Habisin aja, bila perlu sama piringnya sekalian," ketusnya.

__ADS_1


"Kok gitu sih? Salah ya minta sama istri?"


"Udah jangan banyak drama, dimakan aja Keisya cuma bercanda."


***


"Hello! Enibadihom?" teriakan cempreng dari arah pintu membuat dua insan manusia ini mengalihkan atensinya.


"Hayo ngapain berdekatan begitu? Kalo mau bermesraan naik ke kamar aja gak baik diliat sama pelayan disini," ujar Zahra mendekati keduanya di sofa.


"Apaan sih Mah, kita berdua lagi nonton film horor nih di internet mumpung gratis," sahut Vino dibalas anggukan oleh Keisya.


"Dih pemburu gratisan, miskin sekali kamu nak," Zahra menggelengkan kepalanya tak habis pikir.


"Walaupun banyak duit siapa coba yang gak tergiur sama yang gratisan? Kalaupun ada pasti orang itu bukan manusia."


"Terserahmu wahai anak muda, Mama pusing pengen bobo cantik. Oh iya kalian kalo mau makan siang, makan pasir aja ya soalnya Mama males masak. Pelayan disini juga harus pulang sekarang," Zahra menguap lebar lalu membawa kakinya melangkah ke kamarnya dilantai atas.


"Kalo laper ya tinggal pesen, sekarang jamannya serba online mau beli sapi pun bisa diantar," dengus Vino seraya melanjutkan aksi menontonnya dengan Keisya yang tadi sempat terhambat oleh kedatangan makhluk bernama Zahra.


**


Pengumuman untuk readers tercintahhh, besok author gak bisa update soalnya author mau study tour huhuuu....


Jangan tinggalin author ya semuanya, janji deh bakal double up, insya Allah tapi hehe

__ADS_1


__ADS_2