
"Apa kamu serius,Ratih?" Tanyanya.
"Iya mungkin saja, karena jujur aku juga telah mengagumi mu."jawabku dengan menunduk dan pipi yang sudah seperti tomat.
"Baiklah bu bos,sekarang angkat kepalamu. Apa kamu malu,hem?" ledeknya sambil menampakkan senyum miringnya.
"Lantas apa jawabanmu terhadap pertanyaanku tadi Pak Bos?" Tanyaku sambil mendongkakkan kepalaku dan memberanikan diri menatapnya.
"Ya akan aku izinkan. Tapi besok aku harus ikut menemanimu. "jawabnya.
"Baiklah tak masalah, terima kasih pak bos."senyumku kepadanya.
Agra kembali melajukan mobilnya namun arahnya bukanlah kecaffe. Aku jadi bingung mau dibawa kemana aku ini , dia harusnya tau aku sudah sangat telat untuk bekerja.
"Heh,ini bukan jalan ke caffe. Mau dibawa kemana aku ini, ingat kau bawa anak orang. " kataku.
"Aku akan membawamu kesuatu tempat,aku tau itu, ya kali cewe seimut kamu anak Kingkong" jawabnya sambil tertawa.
"Tapi..., apa kamu tidak ingat aku harus bekerja hari ini. Ini sudah telat dan sangat sangat telat masuk kerja ku Pak Bos Agra yang terhormat. " protesku.
" And apa kamu juga tidak ingat bu bos kecilku.Aku pemilik caffe tempatmu bekerja."jawabnya sambil mengusap-usap ujung kepalaku.
'Bodohnya aku, kenapa aku tidak mengingat hal itu, memang benar ada Bos yang se enak jidatnya,aku kira hanya ada di cerita atau film-film drakor.hihihihi' Batinku sambil menepuk jidatku sendiri.
__ADS_1
Aku membuka ponsel ku dan mengirim pesan ke rekan kerja ku namanya Arin.
*Chat :
Me:" Rin, sorry aku izin ya hari ini,ada hal yang perlu aku selesaikan."
Arin:"Ya tak apa, lanjutkan saja kencannya dengan Pak Agra. Semoga sukses, jangan lupa makan-makan kalo jadi, ups,"
Me:" Tau dari mana kamu kalo aku sedang bersamanya? "
Arin:"Dari dia lah, kan yang meminta izinkan kamu dia sendiri dan dia memberikan bonus untukku. Itu sangat menguntungkan."
Me:" Ya sudah terserah kamu saja. "
Arin:"Baiklah, jaga dirimu aku sayang kamu Ratih. "
Arin:"Hahahaha ya sudah."
*
Pantas saja dari tadi Arin tidak menelfonku biasanya dia selalu saja menghubungiku kalau-kalau aku akan telat berangkat bekerja oh ternyata sudah di beri tips bonus sama Agra. Mobil berhenti dan Agra mulai curiga dengan sikapku yang senyum-senyum sendiri membaca chat dari Arin.
"Sedang apa kamu, tiba-tiba sibuk dengan ponselmu. Siapa yang mengechat mu, laki-laki atau perempuan, bicara apa saja kamu dengannya?"
__ADS_1
"Hah,kamu ini sudah seperti wartawan saja pak bos, satu-satu nanya nya." jawabku.
"Sudahlah jawab pertanyaanku Ratih." Perintah nya.
"Aku tadi mengirim pesan ke Arin" jawabku.
"Ouw arin kirain siapa. Sudah sampai ayo turun!" pintanya.
Saat keluar mobil aku sangat takjub dengan keadaan di depan mataku sekarang.
"Indah sekali" Kagumku
"Ya memang, disini tempat dimana aku dulu terakhir bersama dengan ibuku." Ceritanya dengan tatapan kosong menatap danau.
"Apa kamu mengingat kebersamaan dengan ibumu Pak Bos?"tanyaku lirih takut mengganggu ingatannya.
"Yah,begitulah. Semenjak ibu tiada seakan semuanya ikut lenyap, tidak ada yang mau berdekatan denganku." jelasnya dengan merunduk kan kepalanya dan mulai mengisakkan tangisnya.
"Sudah jangan bersedih, cengeng sekali pak bos ku ini ya ternyata" Tawaku
Tiba-tiba pandangannya beralih kepada ku dengan air mata yang sudah penuh dimatanya.
"Ups maaf tidak bermaksud mengejek, sudah jangan menangis nanti air matamu bisa buat danau ini meluap dan menenggelamkan aku. Kamu tau kan badanku ini kecil sekaligus aku tidak bisa berenang." kataku
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa Vote, Komentar dan Dukungannya ๐