Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
68


__ADS_3

Menyesuaikan cahaya yang memaksa masuk ke retina matanya, Keisya mengerjapkan matanya berulang kali. Cahaya lampu membuat Keisya mengernyit. Memaksa tubuhnya untuk bangun dan melirik jam dinding yang ada diatas TV.


"Astaga sudah jam 8?" terbelalak kaget, berarti dia sudah tidur selama empat jam lebih. Dan dimana semua orang, kenapa hanya dirinya diruang tamu, Keisya memijat pelipisnya rasanya pusing baru bangun tidur, mana nyawa belum kekumpul lagi.


"Eh Keis sudah bangun?" sebuah suara asalnya dari dapur membuat gadis ini menoleh dan mendapati Zahra sedang membawa piring ditangan kanan dan kiri, sepertinya akan menyiapkan makan malam.


"Mah kok gak bangunin Keisya?" dia berjalan mendekat ingin protes karena sudah dibiarin tidur sampai pukul segini.


"Mama mana tega bangunin kamu, kayaknya capek banget ya? Memangnya Vino habis apain kamu di kantor sampai cape kayak gitu?" Zahra menaik turunkan alisnya menggoda Keisya yang sudah mendengus kesal.


"Kak Vino cuma kerja doang, Keisya dibiarin nunggu disofa sampai dia selesai," jujur nya. Zahra hanya mengangguk lalu kemudian melangkah ke arah kulkas untuk mengambil minuman.


Keisya mengedarkan pandangannya tampak mencari seseorang.


"Kak Vino mana Mah?" tanya Keisya sambil celingak celinguk mencari keberadaan suami tampannya.


"Di kamar, katanya mau mandi," jawab Zahra sedanya kemudian hendak naik ke lantai atas untuk memanggil sang suami buat makan malam.


"Mah biar Keisya aja yang manggil Papa sama Kak Vino. sekalian Kei juga mau mandi rasanya badanku lengket," usul Keisya.


"Ya sudah Mama bakal tunggu dimeja makan."

__ADS_1


Keisya mengangguk mantap kemudian menyeret kakinya untuk menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai atas.


Setelah selesai memanggil sang papa mertua, Keisya kembali berjalan ke arah kamarnya dan Vino, tampak pintunya tertutup rapat. Baru mau menyentuh knop pintu tiba-tiba saja pintunya langsung terbuka menampilkan Vino dengan wajah datarnya sudah siap dengan piyama tidurnya yang berwarna gelap, Keisya sempat kaget karena hal itu bahkan sampai mengelus dadanya pelan.


"Kak Vino bikin kaget saja, sana dipanggil Mama buat makan malam sudah ditunggu dibawah," tuturnya seraya menatap lekat manik mata Vino, sedangkan yang ditatap hanya memandang lurus kedepan seperti enggan menatap objek didepannya ini.


"Hey kak, lagi ngelamun ya?" Keisya melambai didepan wajah Vino mengira Vino lagi melamun atau kerasukan karena daritadi diajak ngobrol gak nyahut tatapannya juga datar banget, serem batin Keisya. Vino melirik Keisya sekilas kemudian melewatinya begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun membuat Keisya sedikit heran dengan perubahan sikap Vino padanya.


"Akhh mungkin kak Vino hanya kelelahan," berusaha berfikir positif dengan apa yang dialaminya tadi, tak mau ambil pusing yang hanya akan memicu pemikiran negatif diotaknya.


Dingin. Satu kata yang mendeskripsikan keadaan Keisya yang kedinginan habis mandi, disisi lain segar juga setelah selesai mandi, tadinya mau mandi air hangat tapi lagi males nyiapinnya jadi mandi air biasa aja walaupun tetap saja dingin.


Keisya cepat-cepat memakai piyama tidur yang warnanya senada dengan yang Vino pakai tadi, piyama mereka couple-an dan Vino sendiri yang milih warnanya, padahal Keisya tidak suka warna gelap gelap seperti warna hitam dan seterusnya, tapi apa salahnya turutin kemauan suami daripada dia-nya ngambek kan makin repot.


"Selamat malam Mah, Pah. Maaf telat, gara-gara Keisya kalian jadi telat makannya," Keisya mengusap tengkuknya.


"Malam juga sayang, santai saja sekalian nunggu makanan nya dingin biar gampang masuk ke mulut gak perlu ditiup lagi," kekeh Zahra kemudian menyudahi acara memainkan ponselnya setelah kedatangan Keisya yang ditunggu-tunggu.


Acara makan malam dimulai setelah selesai membaca doa karena itu wajib. Hening. Suasana sepi sekali, hanya suara dentuman garpu dan sendok yang bertabrakan dengan piring. Keisya melirik kesamping dimana ada Vino tengah duduk tenang sambil memakan makanannya, tidak terganggu sama sekali dengan tatapan intens yang didapat dari perempuan yang sudah menyandang status sebagai istrinya selama ini.


"Vino sudah selesai, mau balik ke kamar dulu," berdiri cepat sehingga menimbulkan suara kursi yang bergesekan dengan lantai.

__ADS_1


"Loh gak nunggu Keisya dulu?" tanya Zahra yang tiba-tiba bingung karena Keisya masih belum selesai makan.


"Kerjaan Vino banyak," jawaban singkat yang dilemparkan Vino membuat semuanya terdiam tak ada satupun yang bersuara lagi terutama Keisya yang terkesiap karena jawaban yang Vino lontarkan, sangat berbeda dengan Vino yang sebelumnya.


Zahra yang mengerti akan raut wajah sedih dan bingung dari Keisya langsung saja to the point.


"Kei! Kamu ada masalah ya sama Vino?" pertanyaan yang langsung membuat Keisya mendongak menatap manik mata sang mertua. Dengan berat hati Keisya menggeleng karena sebenarnya dia juga tidak tau kesalahan nya apa sampai-sampai membuat Vino bersikap seperti itu, apa karena dia itu kebo, tidur mulu sampai tak menghiraukannya tadi sore? Ah tidak mungkin, pasti Vino paham akan hal itu tidak mungkin dia kesal karena itu kan?


Satu-satu kesimpulan mulai berperang dalam otaknya, tapi tetap saja yang dipikirannya itu sangat tidak masuk akal.


"Hmm ya sudah, kamu sebaiknya susul Vino siapa tau dia banyak masalah di kantor dan lagi butuh sandaran, cuma malu aja minta sama kamu," tutur Zahra mencairkan suasana dan segera dijawab anggukan kepala oleh Keisya.


Setelah pamit pada kedua mertuanya, Keisya bergegas menuju kamar untuk meluruskan masalah ini dengan Vino yang dia sendiri tidak tau apa penyebabnya.


Dengan perasaan was-was Keisya menarik knop pintu ke bawah untuk membuka nya. Keisya mengedarkan pandangannya mecari Vino. Tatapannya tertuju pada badan tinggi tegap sedang duduk disofa sambil memangku sebuah laptop, dan tampak fokus menatap layar monitor itu, tidak sadar ada Keisya yang berdiri dipintu tengah menatapnya. Perasaan takut dan ragu bercampur jadi satu, Keisya berusaha melawan perasaan itu dan mulai berjalan perlahan ke arah Vino usai menutup pintu.


"Kak? Kakak marah ya? Bilang aja kalo Keisya ada salah."


Hening. Vino tak bergeming, seakan telinga nya ditutup karena tidak mau mendengar suara Keisya.


"Kak Vino! Kalo memang aku ada salah itu bilang jangan diamin aku kayak gini, aku gak tau harus bersikap bagaimana kalau sudah begini. Aku minta maaf jika aku salah," Keisya menunduk menahan isakan tangisnya.

__ADS_1


Jujur, Vino gak tega disaat kondisi sudah seperti ini. Ingin sekali rasanya dia menarik gadis kecil itu kepelukannya memberinya kehangatan dan ketenangan, tapi gak dulu ego nya lebih penting sekarang, menatap Keisya sama saja membawanya untuk kembali mengingat kejadian dalam video yang dilihatnya tadi sore.


__ADS_2