Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
40


__ADS_3

"Sayang jadi gak nih tidur sambil dipeluk?" tanya Vino.


"Gak jadi, kali ini aku pengen yang lain," jawab Keisya menggeleng.


"Sebut apa saja yang kamu mau pasti aku turutin."


"Aku pengen pegang kepala botak Upin sama Ipin," rengek Keisya. Vino membelalakkan matanya kaget.


"Sayang yang bener saja, Upin Ipin kan cuma kartun, yang lain saja yah misalnya pegang kepala aku," merasa tidak bisa mengabulkan keinginan sang istri Vino protes untuk mengubah keinginannya.


"Gak mau, maunya kepala Upin sama Ipin," Keisya mengerucutkan bibirnya malas. Dia juga heran kenapa diotaknya hanya terfikir hal seperti itu tanpa memperhitungkan nya.


"Kalo ada di dunia nyata udah pasti aku cariin, tapi ini cuma kartun," Vino masih bersikeras menolak.


"Ini pegang saja kepalaku," sambung Vino lagi kemudian menyodorkan kepalanya pada Keisya untuk dipegang sebagai ganti dari kepala Upin Ipin.


"Gak sama, Upin Ipin botak kalo kakak ada rambutnya. Botakin dulu baru ku pegang," jawab Keisya. Untuk kesekian kalinya Vino pusing dengan permintaan istrinya ini, sangat tidak masuk diakal. Vino jadi membayangkan dirinya tanpa rambut pasti ketampanannya akan hilang apa kata orang nanti, rambut adalah salah satu kebanggan Vino setelah wajahnya. Wajah yang tampan didukung dengan rambut yang bagus itulah ketampanan yang sangat diidamkan kaum lelaki.


"Mau cukur sendiri atau pake tukang cukur?" tanya Keisya karena dia tak kunjung mendapatkan jawaban dari ucapannya tadi, Vino terdiam cukup lama berfikir keras bagaimana cara untuk memenuhi keinginan Keisya padahal dia sendiri tidak tau harus mencari dimana tuh Upin Ipin.


"Sayang, kamu jangan minta aneh-aneh yah kasian Papa sama Mama harus nanggung beban berat, mending kamu minta yang lain aja yah! Papa tau kok kamu suka nonton Upin Ipin tapi gak gini juga caranya," kini Vino beralih protes pada perut Keisya yang masih rata karena janinnya belum membesar tapi isinya adalah Baby mereka yang sembilan bulan lagi akan keluar.


"Haha kasian gak direspon, itu tandanya kak Vino harus penuhi keinginannya," Keisya tertawa receh.


"Yang lain yah! Makanan saja, kamu minta makanan atau minuman apa saja bakal aku belikan," Vino masih saja memohon dengan jurus andalannya yaitu puppy eyes.

__ADS_1


"Ututu gemes banget sih suamiku jadi pengen cekik lehernya," Keisya mencubit kedua pipi Vino kemudian beralih kelehernya dan mencekiknya tapi tidak keras kok tenang saja, Keisya tidak sekejam itu.


"Kamu mah yang bener saja," Vino melepaskan kedua tangan Keisya yang masih bertengger dilehernya.


"Oke aku ganti, aku pengen makan ayam goreng nya kak Ros harus dia yang masak gak mau yang lain."


"Itu sih sama saja, kamu demen banget nyiksa aku," Vino mendengus kesal padahal dia sudah siap jika Keisya ingin makan seblak atau apa yang dijual depan komplek tapi permintaannya malah makin aneh. Keisya mendelik tak kalah kesal karena daritadi keinginannya gak ada yang diturutin.


"Ini yang terakhir ya aku ganti," ucap Keisya tiba-tiba. Vino tetap mendengarkan meski ia tau permintaan kali ini pasti bakalan tambah aneh.


"Aku mau martabak manis aja deh, yang banyak toping keju nya."


Vino bernafas lega mendengarnya, jantungnya daritadi jedag jedug jeder. Kalo ini sih gampang bisa dibeli, banyak yang jual disekitar rumah.


"Tapi...." ucapan Keisya membuat senyuman merekah Vino hilang. Perasaannya kembali campur aduk.


"Gimana caranya Keisya?" Vino yang sudah capek protes.


"Ya kak Vino suruh dia goyang pargoy, sebagai bukti kakak videoin lalu kasih ke aku," Keisya menaik turunkan alisnya beberapa kali.


"Tapi nanti penjual martabaknya gak mau bagaimana?"


"Aku sih gak peduli bagaimana caranya asal keinginan aku dipenuhi, udah yah ditunggu martabak manisnya," Keisya berbalik badan lalu tidur sambil membelakangi Vino yang masih termenung bingung berfikir bagaimana caranya.


Vino tiba-tiba dapat ide, diotaknya langsung muncul nama Aldi.

__ADS_1


"Oh iya kan masih ada Aldi," gumam Vino pelan takut Keisya dengar, pasti dia gak terima kalo bukan Vino yang usaha tapi malah suruh asistennya. Vino beranjak dari tempat tidur sambil membawa ponselnya keluar kamar.


"Ya tuan, ada apa?" suara Aldi terdengar diseberang sana. Vino kemudian menjelaskan semuanya dari awal tanpa jeda dan tanpa ada yang ketinggalan sedikitpun agar yang mendengarnya paham.


"Ada-ada saja ya istri tuan, ngidamnya aneh banget. Ehh tapi tunggu ini kok saya mulu yang kena, masa iya saya suruh tukang martabaknya goyang pargoy yang ada nanti saya digeplak pake panci," Aldi menolaknya.


"Jangan banyak bicara, lakukan saja apa kata saya tidak perlu membantah ini perintah. Jika dia tidak mau kamu bayar dia tiga kali lipat, pasti dia akan tergiur dengan penawaran kamu, " nada suara Vino terdengar dingin.


"Huh ya sudah saya akan usahakan, nanti kalo saya pulang-pulang babak belur tuan tanggung jawab dan tanggung semua biaya pengobatan saya ya," ujar Aldi pasrah.


"Kenapa bisa begitu?"


"Mungkin pertama-tama saya dikeroyok dulu baru dibuatin martabaknya," sahut Aldi.


"Sudah sudah jangan banyak drama, saya mau martabak itu secepatnya. Satu lagi toping kejunya harus banyak." Seperti biasa Vino tidak menunggu jawaban dari Aldi dia main nutup sambungan telponnya.


Vino berjalan menuju ruang tengah karena jika ia kembali ke kamar otomatis Keisya tau jika bukan Vino yang beli melainkan Aldi. Jadi lebih baik menunggu diruang tengah saja. Vino duduk anteng disofa sambil terus memainkan ponselnya, sejenak merasa bosan Vino menyalakan TV agar tidak terlalu sepi-sepi amat nih rumah sudah kayak rumah hantu. Papa dan Mamanya sedang bekerja sedangkan para pelayan mungkin mereka sedang ada dibelakang bersih-bersih kebun dan kolam renang yang terletak dibelakang rumah.


Lama Vino menunggu sekitar 30 menit an, ternyata menunggu itu bosan juga lama-lama. Sering sekali Vino menatap kearah pintu siapa tau kepala Aldi nongol darisana. Pas 35 menit, suara deru mobil memecah lamunan Vino. Vino sudah kenal sekali dengan suara mobil itu yang tak lain pemiliknya adalah Aldi. Buru-buru Vino keluar rumah.


Vino mendapati Aldi keluar dari mobil dengan memasang wajah badmood, bisa ditebak jika Aldi habis kena semprot sama abang-abang penjual martabaknya.


"Nih! Ini juga sekalian sama videonya," ujar Aldi ketus seraya menyerahkan tas kresek warna hitam berisi satu kotak martabak dan Aldi juga menyerahkan ponselnya yang berisi Video pargoy sang penjual martabak.


"Thanks. Kamu masuk saja dulu, saya mau kasih lihat istri saya," ajak Vino.

__ADS_1


"Giliran gak mood disuruh masuk, giliran mood saya baik malah diusir. Tapi ya sudahlah ditolak juga nanti gue yang rugi," gumam Aldi pusing juga dengan tingkah Bos nya yang satu ini


__ADS_2