Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
Eps 3


__ADS_3

Sampai di Kedai Blar Agra langsung memesan 2 porsi nasi bakar dan 2 gelas minuman vanilla blue.Tidak sampai 20 menit pesanan datang,Agra langsung menyantap makanannya.


"Dasar badogan" Cibirku lirih,sambil terus melihat dia makan.


Namun kegiatan makannya berhenti ketika dia sadar aku perhatikan. "Dimakan,apa perlu aku suapi?".Perintahnya. "Dih ogah, lagian siapa suruh pesen dua porsi.Toh tadi seperti ada yang bilang kalo cuma minta di temani bukan makan bersama."protes ku.


"Hih dasar tukang jaim, udah deh nurut aja. Aku tau kau belum makan dari semalam,makannya makan nasi biar kerja kau lebih kuat. Aku gak mau karyawanku sakit kena busung lapar. " ocehnya.


"Huh,dasar anak Bos kebanyakan gaya". cibirku sambil memasukan nasi kemulutku dengan kasar.


Setelah selesai kami meluncur ke caffe. Didalam mobil aku hanya diam memikirkan bagaimana cara supaya Agra mau mengizinkanku libur besok.


"Ehkem,Pak Bos. Boleh aku bertanya?" tanya ku basa basi memberanikan diri memulai bicara.


"Kau ini, barusan kau juga bertanya kan. Kenapa harus kau tanyakan".jawab Agra sambil memberikan senyuman miringnya itu. "To The Point saja" lanjutnya.


"Emmmm" Ragu ku, "Mbeeekkk" lanjut Agra. "Hih, dikira aku kambing apa!" Rajukku. "Ahahahahahaha, lagian disuruh ngomong malah am em am em.. jadi gak nanya nya?, kalo gak, gantian aku yang bertanya " ledeknya.


"Apakah besok aku boleh izin libur?, sehari saja" Pintaku sambil mengeluarkan jurus mata belaiku.


"Untuk keperluan apa?" Tanyanya dengan mata tetap fokus menyetir.

__ADS_1


"Aku mau menyambut sahabatku yang pulang dari Paris. "jelasku.


"oooh"jawabnya singkat.


"aku ini minta izin ya bukan curhat, jawaban apa itu udah dijelasin P x L x T cuma dijawab Oooh,Ooh" Protesku.


"Ahahahaha, udah kek bangun persepi panjang aja ya." Ledeknya. "Aku izinkan, dengan satu syarat."lanjutnya.


"Oh mamay, tinggal jawab boleh izin apa gak,pake acara ada syarat segala"Cibirku.


"Ouwh y sudah kalo tidak mau. Aku juga tidak memaksa. "jawabnya.


"Huffsst, baiklah apa syaratnya,cepat kasih tempe,eh kasih tau mksdnya!" Pintaku.


"Whatermelon!" Kejutku. "Apa hubungannya Bambang?" tanyaku.


Memang akhir-akhir ini Agra slalu saja memanggil ku dengan sebutan Bu Bos waktu aku sedang break dan sepi pelanggan,tapi panggilan itu selalu aku tolak,karena tidak ada faedahnya juga, lagipun aku ini karyawan bukan istri dari Bos.


"Ada" jawabnya singkat. "Emang apa?" tanyaku penasaran.


"Karena kau akan menjadi tunanganku."jelasnya.

__ADS_1


"Hah,Hahahahahaha. Bercandamu kurang modal Pak Bos" candaku. Karena itu tidak mungkin apa lah daya seorang karyawan tiba-tiba jadi tunangan seorang anak Bos pikirku. "Aku serius Ratih. Sejak dari awal kamu mulai bekerja dicaffe ku, aku mulai memperhatikanmu dan aku telah menyukaimu sampai saat ini. "jelasnya sambil menghentikan laju mobilnya.


"Kamu mau kan bertunangan denganku? " Tanyanya dengan mengubah panggilannya kepadaku dan menunjukan ekspresi mata yang menyorot dalam arti ketulusan.


"Apa kau benar-benar serius? " tanyaku balik.


Jujur sebenarnya pun aku memang mengaguminya sejak dia mulai memposisikan dirinya sebagai vokalis dicaffe nya sendiri. Tapi tidak pernah aku fikirkan jika dia menyimpan rasa yang sama kepadaku.


"Aku serius,jika kau mau aku akan segera atur waktu buat datang kerumahmu dan meminta restu kedua orang tuamu." jawabnya.


"Apa keluargamu setuju?"Tanyaku lagi.


"Keluarga yang ku punya sekarang hanya ayahku saja,dan dia sekarang sudah jarang memperhatikanku selepas peninggalan ibu. " jawabnya rintih.


Aku menjadi merasa bersalah telah menanyakan tentang persetujuan keluarganya.


"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih Pak Bos" pintaku sambil memberanikan diri menggenggam tangannya.


"Jika memang Pak Bos benar serius,datang saja kerumah setelah Pak Bos sudah siap, hem". kataku seraya meyakinkan dan membangkitkan semangatnya kembali.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Vote, Komentar dan Dukungannya ๐Ÿ™


__ADS_2