
# **Hallo Readers, sebelumnya Author minta maaf untuk kesalahan penempatan panggilan Tuan Amar yang sebelumnya di panggil Ayah di episod ke 16 dan di episod kali ini yaitu episod 17 terdapat pengubahan menjadi papah. Karena setelah Author teliti sebutan itu tidak cocok jika di tempat atau digunakan pada episod-episod selanjutnya.
Sekali lagi Author minta maaf , dan terima kasih atas perhatiannya.π
Silahkan lanjut membaca.
#Heppy Readers**..
****
Sebelum berangkat ke Rumah Sakit aku harus memberitahu Bagas kalo aku akan datang terlambat.
Tuuut.... tuuut....
Bgs: " Ya Rat... ada apa?" tanya nya setelah mengangkat telfonku.
Me: "Aku hari ini akan telat masuk kerjanya, ada urusan di RS sebentar." jelasku.
Bgs: " Hah RS..,ngapain.. kau sakit?" tanya nya lagi.
Me: "Sudah.. sudah.. nanti aku jelaskan saat aku telah sampai di Restomu,oke. Sekarang aku harus bergegas." ucapku.
Bgs: "Baiklah, hati-hati. Jika ada apa-apa segera hubungi aku." balasnya
Hemm... jawabku sembari mematikan telfon.
Aku bergegas melajukan motorku menuju Rumah Sakit,untung saja jalanan masih belum rame jadi aku cepat sampai.
Setelah memarkirkan motorku, aku langsung menuju keruangan Tante Dahlia.
Sampainya aku mengetuk pintu ruangan tersebut,saat aku lihat ternyata pasien di ruangan ini telah dipindah.
"Aah, sus. Pasien yang semalam di sini kemana ya? " Tanyaku pada suster yang sedang membereskan tempat pasien.
__ADS_1
"Nyonya Dahlia sudah di pindah kan keruangan perawatan VIP,nona." jelasnya.
Aku mengerti,mungkin karena dia pemilik RS ini makannya memesan ruang VIP.
Saat aku keluar aku langsung dihampiri seorang pria.
"Maaf, apa nona adalah nona Ratih?" tanya nya.
"Yaa," jawabku "Baiklah nona, saya Rehan sekretaris tuan Amar,mari ikuti saya." jelasnya dan mengajak ku menunjukan jalan dimana Tante Dahlia dirawat.
"Masuklah nona, Tuan dan Nyonya telah menunggu anda." perintahnya setelah kami sampai dan membuka kan pintu untukku.
"Asallamualikum,permisi." Sapaku membuyarkan percakapan mereka ( Papah Amar dan Istrinya ).
" Waalikumsalam " jawab keduanya seraya tersenyum padaku.
"Kemarilah nak, Mama mau bicara." ucap Tante Dahlia.
Ia mengelus rambut panjangku dan tersenyum.
"mulai sekarang panggil aku mama, ya. Apa kau keberatan Ratih..? " tanyanya.
"Aah.., tidak nyony.. eh Ma.. " jawabku canggung.
Terlihatlah raut wajah ku yang penuh kebingungan.. 'mungkin dia akan menganggapku seperti anak perempuannya sama seperti papa Amar waktu itu, baik tak apa lah jika ini dapat membantu nyonya Dahlia sembuh.'batinku.
"Saya akan menjelaskan sesuatu" ucapnya.
*Flasback On
" Tuan, nyonya Dahlia telah sadarkan diri. Darah yang terdonor sangat lah cepat bereaksi." ucap seorang dokter.
"Baik lah terima kasih, apa saya bisa menemuinya? " tanya papa pada Dokter tadi.
__ADS_1
"Silahkan tuan,namun keadaanya belum stabil dan dimohon jangan terlalu mengangganggu ." ucap Dokter.
Dengan membalas anggukan papa kemudian masuk.
Di sisi ranjang saat papa mencoba menggenggam tangan mama, ia tersadar.
"Paaa..." ucap mama, dan membuat papa sedikit terkejut dengan kesadaran istrinya itu.
"Maa,, mama sudah sadar. sebentar aku panggilkan dokter ya." Ucap Papa seraya berlari keluar dan berteriak-teriak memanggil dokter.
"Bagus, perkembangan kesehatan nyonya dahlia sangat baik. Lebih banyak istirahat dan jangan lupa meminum obat nyonya ,saya permisi dulu." ucap seorang dokter setelah selesai memeriksa mama.
"Hey, pa...Apa yang membuatmu tersenyum-senyum seperti itu? " tanya mama.
" Aku bahagia sekali, kamu telah sadar.
Dan apa kamu mau tau siapa yang menolongmu saat kecelakaan itu dan siapa yang telah mendonorkan darahnya untukmu ketika kamu kehabisan banyak darah?" Ucap papa semringah seperti hendak memberikat kejutan besar.
Dengan tersenyum penasaran mama menjawab.
"Ah,, tentu saja. Memang nya siapa pa? " tanya mama penasaran.
"Dia adalah Ratih anak dari sahabat papa si Handoko,yang akan kamu temui waktu itu." jawab papa tersenyum bahagia.
" Apa..., benarkah. Paa cepat lah kau panggil dia. Suruh dia datang kemari,aku ingin sekali bertemu dengannya ."ucap mama
Alhasil papa meminta sekretarisnya menelfon ku untuk datang ke RS secepatnya..
*Flashback Off
Setelah cukup bercengkrama, aku pamit untuk berangkat ke Resto.
Jangan lupa tekan tombol Like , dan beri saran serta vote. karena itu sangat membantu Author... Terima kasih.. π
__ADS_1