Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
Eps 19


__ADS_3

Acara berlangsung lancar namun rasaku masih sama seperti awal, seperti akan terjadi sesuatu.


"Ratih, ibu dan Ani pulang ya,kamu menginap saja disini." ucap ibu seraya berpamitan padaku dan Anis.


"Apa ibu tidak apa-apa?" tanyaku cemas


"Sudahlah ini sudah larut kasian Ani besok dia masih harus bangun berangkat sekolah." ucapnya


"Baik lah,aku pesankan taxi ya bu." ucapku


"Anis, aku antar ibu ku dulu kedepan" pamitku pada Anis.


"Iya tidak apa" jawabnya


Malam ini selesai acara, aku putuskan untuk menginap di apartemen milik Arin.


Entahlah apa yang sebenarnya aku pikirkan,


perasaan ku tidak lah menentu,dan aku putuskan untuk keluar mencari udara segar.


"Hey!" Tegurnya


"hemm,iya." balasku dengan tersenyum.


"Boleh duduk?" tanyanya


"eemm." jawabku seraya mengangguk.


"Kenapa keluar malam seperti ini, udara sekarang sangat lah dingin" ucapnya memecah keheningan dengan tetap menggosok telapak tangannya.


"Lalu,kenapa kau juga diluar?" tanyaku heran.


"Aku ingin menemuimu."ucapnya enteng.

__ADS_1


"Hah, alasan yang tidak masuk akal.Kita saja tidak saling kenal" ucapku seraya berdiri akan meninggalkannya. Namun langkah ku tertahan,tangannya menarik lengan ku dan aku hilang keseimbangan alhasil.


Bruk!!....


"Aauuuuu," ucapku masih dalam keadaan menindih dan mata terpejam.


"Apa kau senyaman itu sampai tidak mau bangun dari atas tubuhku?" tanyanya yang sepontan membuatku terkejut dan bangun kemudian membersihkan badanku.


"Kenalkan aku Alvin." Ucapnya sembari mengulurkan tangannya.


"Tidak ada yang bertanya, huuuh!" kesalku lalu pergi meninggalkan nya.


"Hei, tunggu." ucapnya sedikir berlari mengejarku.


"Ada apa, kenapa kau mengikutiku?" tanyaku kesal.


"Ini, ponselmu tertinggal dibangku tadi." ucapnya seraya menyerahkan ponselku.


"Kemarikan!" kataku ketika akan mengambil ponselku namun gagal karena aku seakan dipermainkan dengan melayang-layangan ponselku.


"Hiyaaak!" terikak ku dan menginjak kakinya dengan tenaga penuh.


"Aduh, duh duh." teriaknya kesakitan sembari memegangi kakinya dan aku pun mendapat kan ponselku kembali.


"Dasar orang aneh, huh!" umpatku dan pergi meninggalkannya.


"Dasar kelinci kecil nakal!" teriaknya,walaupun aku masih mendengarkannya aku tetap fokus berjalan tak menghiraukan umpatannya.


****


Ting ting..


Tanda pesan masuk dalam ponselku.

__ADS_1


'Jangan lupa save nomorku ya kelinci kecil nakal, hahahaha'


*Alvin


'Hah bagaimana dia bisa mendapatkan nomor ponselku'batinku. Namun saat aku akan membalasnya ibu menelfon.


Me:" yaa hallo ibu, ada apa?"


.....


Me:" Apa?! baik lah aku akan segera pulang" ucapku.


ketika tau bahwa setelah ibu sampai dirumah.


Rumah sudah tidak beraturan semua berantakan seperti ada yang sengaja melakukannya.


Aku berlari secepat mungkin ke apartemen Arin untuk mengambil tas dan kunci motorku.


Saat sampai didepan lift aku berpapasan dengan Bagas, anehnya saat aku akan menyapanya dia langsung menghindar dan berjalan seakan tidak mengenalku.


Aku meninggalkan pesan singkat untuk Arin kemudian turun dan melajukan motorku pulang kerumah.


Jujur saja aku sangat kawatir dengan keadaan ibu dan Ani sekarang maka aku putuskan melajukan motor ku dengan kecepatan tinggi.


Saat akan sampai jalan perempatan dan lampu akan menujukan warna merah, saat itu lah kepanikanku memuncak motor yang aku kendarai hilang kendali rem nya blong aku kualahan menanganinya. Sampai pada akhirnya aku menerobos lampu lalu lintas dan saat itu lah polisi langsung mengejarku.


Dan saat aku fokus memperhatikan polisi dari kaca sepion aku tidak sadar bahwa didepanku terdapat jalan perempatan dan terlihat Truk melaju kencang dari arah kanan.


"Aaaaaaaaaaaaaa" teriakku.


Entahlah aku tidak peduli apapun kerumunan ini sangat membuat kepalaku semakin sakit dan aku merasakan sakit dibagian perut sebelah kiri yang luar biasa, dan pada akhirnya aku tidak sadarkan diri.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Vote Komen/saran dan like nya, Terima kasih ๐Ÿ™


__ADS_2