Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
46


__ADS_3

Disebuah gedung dengan pencahayaan yang minim terletak berdekatan dengan hutan, tampak seorang wanita dan laki-laki sedang berbincang namun terlihat tidak bersahabat, sang wanita tampak marah-marah ke lelaki tersebut dan mengeluarkan kata-kata kotor sampai semua nama binatang dia sebut tanpa ada yang ketinggalan. Positif thinking mungkin lagi absen nama binatang.


"Bego banget lu ******, kenapa gak langsung lu lompatin aja tuh pagar terus culik dia bawa kesini kan mudah, pake acara lari segala," kesal wanita itu mengomeli laki-laki yang duduk dihadapannya sambil menyeruput kopi nya, tidak terlalu menpedulikan omongan sang wanita.


"Lo kalo ngomong mudah bener, lo belum tau aja situasinya kayak gimana. Coba lo yang ada diposisi gue tadi pasti lo lari juga dasar betina," Laki-laki itu ikutan ngomel kemudian membuka ponselnya sepertinya membalas pesan dari seseorang. Wanita itu mendecih pelan, karena kesal dia menendang meja didepannya hingga membuat gelas berisi kopi tersebut tumpah dan gelasnya pecah. Pandangan lelaki itu teralihkan sebentar namun dia langsung tidak peduli, karena malas ladenin nih betina satu gak ada bosannya marah-marah terus, ntar keriput cepat tua mampus dah lo. Wanita yang merasa tidak dipedulikan kemudian pergi meninggalkan laki-laki itu.


"Bego banget punya partner, gue culik sendiri saja tanpa bantuan lo. Muak gue lama-lama, pinter dikit napa," wanita itu ngedumel seiring ia berjalan kearah pintu. Laki-laki itu mendengar ocehannya tapi seperti biasa dia memilih diam, kalo nyahut nanti urusannya makin panjang bisa-bisa dia dihempasakn dari sini.


**


"Astaga sudah pukul satu saja, padahal baru saja lepas badan dikasur udah jam segini," ujar Keisya kaget sendiri menatap jam di ponselnya. Selesai sholat dzuhur Keisya menuju ke lantai bawah memastikan apakah Zahra sudah pulang biar bisa makan siang bareng-bareng.


"Bik, Mama belum pulang ya?" tanya Keisya melihat dilantai bawah kosong tidak ada tanda-tanda kehidupan sang Mama mertua, tumben juga Keisya gak dengar suara Zahra yang cempreng biasanya selalu kedengeran sampai kamarnya.


"Belum nona, mungkin sebentar lagi," jawab Bik Silvi seraya lanjut masak.


"Mungkin pelanggan yang datang banyak makanya telat pulang," monolog nya. Keisya berjalan ke arah kulkas untuk mengambil air, haus juga setelah bangun tidur.


"Jadi kangen rumah, sekarang Ibu sama bapak lagi ngapain ya. Mama kapan pulang sih, bosen gak ada teman gibah," Keisya menggaruk kepalanya pusing. Mereka sering gibahin suami sendiri, gak ehh bercanda jangan dianggap serius. Gak boleh gibahin suami sendiri ya adiks-adiks, mereka cuma gibahin harga cabe sama bawang yang melonjak naik akhir-akhir ini. Orang kaya saja bisa ngeluh kalo harga bahan dapur naik apalagi kita haha.


Baru dipikirin tiba-tiba orangnya datang, panjang umur nih.


"Halo dunia tipu-tipu, i'm coming," suara Zahra memenuhi ruangan sampai membuat seisi rumah menoleh ke arahnya. Para pelayan menunduk hormat menyambut sang majikan yang baru pulang. Keisya tanpa aba-aba langsung lari kearah Zahra.

__ADS_1


"Mama kok lama banget?" tanya Keisya seraya menyalami tangan Zahra sopan.


"Aduh maaf deh pasti kamu bosen ya gak ada temen ngobrol," tebakan yang sangat benar sekali, selamat anda mendapatkan hadiah uang tunai seribu rupiah, pajak ditanggung pemenang.


"Mama tau aja kalo Keisya bosan, lagian rumah sepi banget kalo gak ada Mama," jawab Keisya.


"Tadi banyak banget pelanggan jadi terpaksa kerja ekstra deh untung saja Mama gak lembur," ujar Zahra lebay pake kata lembur segala.


"Jangan sampe Mama lembur, makin sepi dah ni rumah."


"Lagian mana mungkin Mama lembur, butik Mama aja tutup jam 7 malam ya kali kerja sampai lembur."


"Kamu sudah makan?"


"Aduh sweet banget anak Bunda, ya udah kuy kita makan perut Mama juga sudah protes minta diisi," Zahra merangkul Keisya ke meja makan, disana makanan sudah tersaji tinggal dilahal saja.


Selesai makan mereka gibah diruang tengah, tiba-tiba Keisya teringat akan kejadian tadi pagi saat dirinya ditatap oleh seseorang yang sangat misterius. Keisya bercerita sambil memasang wajah takut karena kejadian tadi masih terngiang-ngiang diotaknya selalu berputar kayak wahana permainan di ingatannya. Zahra mendengarkan dengan penuh seksama.


"Mungkin orang itu gila kali, atau kamu salah liat," ujar Zahra setelah mendengar lengkap ceritanya.


"Gak mungkin Mah kalau orang gila pakaiannya rapi kayak gitu, outfitnya mahal-mahal loh apalagi hoodie nya keren banget, duh kok malah bahas outfitnya. Kan kalo orang gila pakaiannya compang-camping. Kalau masalah salah lihat sih gak mungkin soalnya Keisya pagi tadi dalam keadaan sadar sesadar sadarnya tidak mengigau ataupun menghayal, sumpah tadi itu nyata banget," Keisya berusaha meyakinkan. Zahra tampak berfikir keras.


"Sudahlah semuanya sudah berlalu, jangan terlalu banyak dipikirkan gak penting bisa-bisa kepala kamu pusing tujuh keliling mending kita nobar sinetron azab lebih seru," Zahra mencoba menengahi agar Keisya tidak terlalu menikirkan hal itu.

__ADS_1


"Tapi kalo orang itu datang lagi gimana? Kan Keisya selalu sendiri disini."


"Besok Mama sewain bodyguard yang ototnya sampai kelihatan urat biar gak ada yang berani sentuh kamu, kamu bakal dikawal kapan pun dan dimanapun bahkan sampai keliling dunia juga bakal tetep dikawal," ujar Zahra seraya menyalakan televisi lewat remot yang dipegangnya. Tetap saja, Keisya tidak bisa tenang bagaimana kalau suatu saat dia lengah.


"Kamu jangan terlalu memikirkan hal-hal yang aneh kasian cucu Mama tuh didalam jadi ikutan mikir keras," Zahra menyadari bahwa Keisya masih belum tenang.


**


"Gimana, lo udah ada ide belum biar gue langsung bertindak?"


"Seorang Vilia kapan sih gak ada ide, otak gue penuh dengan ide," Vilia menunjuk otaknya yang dilapisi topi warna hitam. Lawan bicaranya hanya mendelik.


"Ya udah ide lo apaan, cepet bilang gue gak ada waktu!"


"Yoo santai bro, jangan terlalu terburu-buru bertindak. Lo gak mau kan ketangkep sama polisi lagi dan habisin sisa hidup lo dibalik sel penjara," ujar Vilia sinis.


"Pake nanya, ya gak mau lah. Kemarin itu cukup jadi yang terakhir, dan sekarang kita bakal main bersih tanpa jejak."


"Good boy, kalau begitu lakukan tugas lo dengan baik! Gue gak terlalu menaruh harapan sih sama lo, mengingat lo sudah 7 kali keluar masuk penjara jadi bisa dibilang lo itu bego dalam menghindari kejaran polisi, cobalah buat cerdas sedikit."


"Heran gue, kenapa sih ada manusia yang PD kayak lo, belum aja lo rasain diposisi gue pasti lo bakal paham, asal ngomong doang. Bukannya keren ya keluar masuk penjara, gue jadi orang yang paling ditakuti didunia."


"Cih, keren kagak bego iya."

__ADS_1


__ADS_2