Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
Eps 5


__ADS_3

Waktu seperti cepat sekali berlalu,tidak terasa sudah berapa lama aku memandangi danau ini serasa nyaman sekali. Tidak disangka senja pun telah menampakan keindahannya, karena sudah sore aku putuskan untuk kembali. sebelum beranjak ponselku berdering.


Me:"Hallo.. "


......


Me:"Ya baiklah, terima kasih"


......


Me:"Bye"


"Siapa?"Tanya Agra


"Bagas,temanku."jelasku

__ADS_1


"Apa dia yang tadi pagi mengantarkanmu?" tanyanya. "Ya benar,dan sekarang aku akan mengambil motorku dibengkel temannya."jelasku


"Ayo aku antar" tawarnya. "Baiklah, cepat sedikit." jawabku. Karena aku tidak bisa jika harus pulang telat karena pasti nanti membuat ayahku naik darah lagi sebab belum memasak belum membuatkan minum dan lain-lain. Jika boleh jujur aku sudah muak sekali tinggal dirumah ingin rasanya aku pergi dan memilih ngekost itu lebih baik rasaku.Tapi karena ibuku melarang jadilah aku masih tetap bertahan.


Sampai di bengkel aku menyuruh Agra supaya langsung pulang saja dan aku pun akan pulang sendiri dengan motorku,tapi Agra kekeh mau mengantarkan ku dan motorku akan diantarkan oleh anak buahnya,karena dia terus memaksaku jadi aku menurut saja.


Diperjalanan aku merasa lelah sekali akhirnya aku tertidur,dalam mimpiku yang seakan seperti nyata aku melihat bayangan seseorang dimana aku duduk berdua ditepi kolam dan kami terlihat sangat bahagia,namun bayangan sosok laki-laki itu buram. Aku tersadar sewaktu Agra mencoba membangunkanku dan ternyata sudah sampai tepat di depan rumahku. Saat aku mau turun Agra menahanku dan..... _CUP_ dia mencium keningku aku tersenyum dan mengucapkan terima kasih padanya. Setelah dia melajukan mobil nya aku bergegas masuk dan untung saja Ani masih belum pulang dari bimbelnya ibu juga belum pulang dari tempat kerjanya dan ayah ku rasa dia sekarang lembur karena akhir-akhir ini ayah selalu pulang larut seperti nya ditempat ayah bekerja ada masalah. Aku langsung saja membersihkan diri dan memasak serta membuat minum untuk ayahku nanti. Selang beberapa menit Ani dan Ibu pulang, disaat itu ayah juga pulang namun raut wajahnya seakan sedang dipenuhi landa ibu mencoba bertanya.


"Ada apa,kenapa wajahmu kusut sekali"tanya ibu.


"Kenapa ayah bisa dipecat" Tanya Ani "Ya ayah, kenapa bisa. Apakah ada masalah besar ditempat ayah bekerja atau perusahannya mau bangkrut atau kenapa yah?" tanya ku beruntun.


"Diam kau. Pertanyaan mu itu membuat ku kesal saja, apa kau tidak lihat aku baru pulang cape kau tau bukannya menyuguhkan minum malah banyak tanya saja. " bentak ayah. Aku hanya bisa merunduk dan pergi kedapur mengambilkannya minum. Saat sampai di depan ayah aku tak sengaja tersandung karpet alhasil kopi yang aku buat tumpah tepat dibaju kerja ayah.


"Kau ini anak tidak berguna. Bisa apa kau hah setiap hari hanya menambah masalah saja" bentak ayah padaku

__ADS_1


"Maaf ayah,nanti akan aku cucikan bajunya. Aku buatkan kopi yang baru." cakapku


"Tidak perlu,aku sudah muak melihat sikapmu dari kecil memang sulit untuk diatur,mau sampai kapan. Bahkan kau mungkin tidak dibutuhkan oleh suami mu nanti."Kata ayah seraya berdiri dan masuk kedalam kamar. Aku hanya diam dan menahan isak tangis ku.


"Kak, yang sabar ya. Ayah memang seperti itu kau sudah tau sejak dulu." Kata Ani.


"Sudah lah sekarang kau masuk kamar saja istirahat ya"perintah ibu.


"emmm"..jawabku. sampai dikamar aku kunci pintu dan menangis,kadang aku berpikir kenapa aku selalu diperlakukan seperti ini apa aku ini bukan anak kandung mereka kenapa ayah seakan membenciku.


Dert dert dert... Ponsel ku bergetar. Saat aku melihat siapa yang menelvon tidak tertera nama disana aku coba menyapa tapi tidak ada balasan tapi saat aku akan mematikannya.......


"Kau akan segera keluar dari sangkar mu secepatnya, bersabarlah"...katanya diseberang. lalu mematikan telvon secara sepihak.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Vote Komentar dan Dukungannya ๐Ÿ™


__ADS_2