Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
97


__ADS_3

Berita bahagia baru saja datang dari pasangan yang dikenal suka main drama, siapa lagi kalo bukan Sita dan Alfan. Faktanya bulan ini Sita hamil, sekeluarga turut bahagia terutama kedua orang tua Alfan yang sudah lama mengidamkam cucu, gak tanggung-tanggung Sita dimanjain sama mertua nya, diajak ke Mall buat shoping, pergi ke taman bermain, bahkan sampai liburan ke luar negeri saking bahagianya, emang agak lain.


"Waduh, kemarin juga baikan kok udah hamil aja," kekeh Reyhan mengintimidasi sang adik yang tengah menyantap Pizza yang dipesenin Mama mertua, katanya lagi ngidam makan itu.


"Ya syukur dong gue remaja yang subur," sahut Sita mengejek Reyhan.


"Eh Alfan lo gituan nya berapa kali kok cepet banget jadinya?" nanya karena penasaran ya kan, padahal mereka terlihat gandengan tangan tanpa drama itu baru satu bulan lebih satu minggu ehh tiba-tiba dapet kabar aja kalo bocah kesayangannya udah hamil aja. Bukannya mau curiga ya kan cuma mau mastiin aja.


"Sekali bang," kekeh Alfan merona malu, Reyhan sendiri langsung mendapat tamparan indah menggunakan bantal sofa yang melayang kapan saja dari Sita, lagian nanya yang nggak-nggak mana depan banyak orang, gak banyak-banyak amat sih.


Saat ini mereka semua tengah berkumpul di rumah Alfan karena ajakan Fitri yang penasaran gimana reaksi Sita yang baru pertama kali hamil. apakah ngidamnya yang aneh-aneh kayak kebanyakan orang atau yang normal-normal saja, untung pemilik rumah gak kemana-mana ya kan.


"Ini gimana cara buka nya sih anjir, udah tau gue laper malah gak bisa dibuka," Sita mendengus kesal karena kesusahan membuka kotak pizza yang baru karena yang tadi sudah habis dimakan sendiri jadi mau nambah lagi.


"Ehh gentong lo udah makan dua kotak, muat tuh perut?" tanya Reyhan yang geram sendiri melihat adiknya yang makan terlalu banyak.


"Diem ae lo bangsat gue laper, mending pulang sana bosen gue liat muka lo kek monyet," gerutu Sita seraya memperhatikan Alfan yang sudah mengambil alih kotak pizza tadi untuk dibuka.

__ADS_1


"Yeeeuu, gue tinggal di luar negeri mampus lo kangen sama gue," sungut Reyhan merasa kehadirannya tidak dihargai, capek-capek datang kesini sampai ngorbanin jam kerjanya di luar kota karena kemauan sang istri, datang ke sini malah diusir, kan setan.


"Lo mau tinggal di dasar laut juga gue gak peduli," Sita langsung saja menyuap sepotong pizza cheese nya ke dalam mulut, satu suapan pun jadi.


"Bang dimaklumin aja, bawaan hamil," Alfan merasa gak enak karena kelakuan istrinya yang bar-bar, walaupun yang dilawan adalah abang kandungnya tapi tetap saja Alfan merasa kayak ada salah karena tidak berhasil mendidik sang istri untuk bersikap sopan pada sang kakak, jadi dia tukang minta maaf aja lah daripada ikutan nimbrung gelud bisa-bisa di cap sebagai adik ipar laknat.


"Iya Fan, santai. Gue paham kok, gue ajak dia gelud karena gue gak ada kerjaan, istri gue entah kemana padahal dia yang ngajak ke sini malah gue yang di tinggal untung gue sayang, udah biasa juga sih gue saling kata-katain kayak gini, lo gak usah minta maaf orang lo gak salah apa-apa," kekeh Reyhan sambil meninju lengan Alfan pelan. Alfan bernafas lega kemudian balik menatap Sita yang sudah selesai dengan makanannya, tampaknya wanita hamil itu sudah kekenyangan terbukti dengan dirinya yang sudah tepar di atas sofa sambil memegangi perutnya yang mengembung, kembung bukan karena bayi soalnya masih seukuran biji rambutan melainkan karena pizza yang dia makan pas 3 kotak.


.....


"Dok, ini bagaimana dengan kondisi istri saya?" Reyhan terlihak panik.


Dari lorong, Keisya datang bersama suami dan anaknya. Tadi dapet kabar juga karena dihubungi oleh Reyhan berasal dari permintaan Fitri, sudah berpesan sejak lama sih. Katanya kalo dia mau lahiran Keisya harus hadir walaupun cuma bisa ngintip dari lubang kunci, asal adik tersayangnya bisa meyaksikan perjuangan yang pernah dialami.


Lebih dari empat jam Reyhan menunggu sampai dokter mengatakan jika Fitri sudah pembukaan ke 10.


"Kalian tunggu di sini, gue akan masuk," ucapan Reyhan mendapatkan anggukan pelan dari Keisya.

__ADS_1


Reyhan berlari masuk dan menghampiri sang istri yang terkulai lemas di atas brankar tetapi masih sadar tidak pingsan.


"Yang kuat ya sayang ya, kamu pasti bisa," kata-kata semangat yang Reyhan bisikkan ke telinga Fitri, Fitri menanggapi dengan mengangguk lemah, lehernya seakan berat untuk digerakkan.


Proses persalinannya lancar, dan Alhamdulillah bayi mereka lahir normal berjenis kelamin perempuan. Cantik. Setelah dibersihkan kemudian di serahkan kepada Fitri untuk diberi ASI sementara Fitri dijahit. Setelah itu bayi mereka di letakkan di box bayi yang sudah disediakan. Tak berselang lama, keluarga yang lain mulai berdatangan untuk melihat sang bayi, sudah menjadi tradisi bagi mereka semua jika ada yang melahirkan harus dikunjungi.


"Bayi gue perempuan nih, cocok kali kalo kita jodohin besok," ujar Reyhan menatap jahil ke arah Vino yang kebetulan lagi menggendong baby Zayyan yang masih 11 bulan. Vino menatap Reyhan sinis sambil ngebatin 'Dih PD amat kalo ngomong, mana mau gue besanan sama manusia jadi jadian ini, lagian gue juga udah nargetin yang lain buat gue jodohin sama anak gue yang tampan ini' kurang lebih begitu isi pikiran Vino.


"Ehh Rey jangan buat orang gak nyaman!" ucap Fitri karena kesal melihat tingkah suaminya yang blak-blakan, udah tau lawan bicaranya gak akan nyahut masih aja diajak bicara, kan kesannya kayak ngomong sama patung. Reyhan meringis pelan sambil menggaruk tengkuknya.


"Mampus diomelin istri, lagian bayi lo baru aja bernafas di dunia ini udah bahas masalah jodoh-jodohan, memang bapak gak ada akhlak lo," sungut Sita yang ikutan geram.


"Udah sayang udah," Alfan menenangkan sembari mengelus pundak istrinya agar tidak membuat suasana semakin memanas. Ini bukannya menyambut berita bahagia malah pada adu bacot kan tamu yang lain jadi terganggu.


"Gak terasa udah punya dua cucu aja," kekeh Erna yang saat ini berdiri di samping box bayi sambil terus menatap cucu barunya yang tertidur lelap habis minum ASI. Herman yang juga ada di sana mengangguk membenarkan ucapan sang istri. Tugas mereka sebagai orang tua sudah selesai, kini tinggal tugas sang anak untuk mengurus dan menjaga nya di sisa umur yang sudah tua.


.......

__ADS_1


Bau-bau ending nih, sebentar lagi novel ini akan tamat mungkin satu atau dua chapter lagi....


__ADS_2