Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
Eps 15


__ADS_3

Aku tersadar dan mencoba membuka mataku.


"Dok, pasien sadar" Ucap seorang suster setelah tau aku bangun.


"Nona,sebaiknya istirahat dulu,tubuh nona belum stabil." Ucap seorang dokter wanita.


Aku seperti tidak asing dengan wajah dokter yang memeriksaku ini.


"Kak Ni... Nia..., kamu Kak Nia kan"Ucapku sedikit terbata.


"Loh, ternyata kamu Ratih. Kamu terlihat beda sekali,pantas aku Pangling." Ucap nya


Kak Nia adalah anak dari kakak ibuku. Ia sekarang bekerja di RS Mustika Amar.


Rumah sakit ternama di Kotaku.Dia baru lulus 1 tahun lalu dan langsung diterima di RS ini, karena dengan kecerdasannya itu. Pantas saja sudah lama dia tidak pernah berkunjung kerumahku. Setelah sedikit puas melepas rindu, dia pamit untuk memeriksa pasien lain.


"Baiklah, aku tinggal dulu ya. Kamu istirahat saja disini, kalo sudah enakan kamu boleh keluar."Ucapnya


"Emm, kak apa boleh aku melihat pasien yang tadi datang bersama ku?" tanyaku padanya.


"Boleh saja, tapi nanti setelah tubuhmu sudah benar-benar stabil ya." tuturnya


"Kak....,aku mohon" ucapku memelas.


"Baik lah, tapi diantar suster ya"ucapnya


"Oke"kataku

__ADS_1


"Suster tolong jagakan adik kecilku ini ya" ucap Kak Nia kepada rekan susternya.


" Baik dok. Mari" jawab suster seraya mengajakku.


Aku keluar dari ruangan UGD dan menuju ruangan dimana ibu-ibu yang aku tolong sedang ditangani.


Aku telah sampai dan sayangnya penanganannya belum selesai.


"Sus, saya mau menunggu pasien ini sampai dia sadar." Ucapku pada seorang suster yang menemaniku.


"Baik nona." jawabnya.


'Aku heran apa tidak ada yang peduli dengan ibu ini, kenapa tidak ada yang menjenguknya' batinku setelah aku selesai membatin seorang pria datang dengan terburu-buru.


"Sus, apa istri saya sudah sadarkan diri!?" tanyanya keseorang suster yang akan masuk ke ruangan itu.


"Bagaimana bisa, kenapa saat istri saya membutuhkan malah kosong. Saya akan memecat petugas pengambilan darah."ucapnya frustasi.


Aku sempat bertanya dengan suster yang menemaniku dan ia menjawab bahwa orang tersebut adalah pemilik RS Mustika Amar ini.


"Sus, apa golongan darah ibu itu?" tanyaku pada suster yang bertugas tadi.


"B- nona, kebetulan stok kami sedang habis." jelasnya.


"Kebetulan sus, golongan darah saya B-. Saya mau mendonorkan untuk ibu itu." Ucapku yakin, entah bagaimana aku merasa bersalah atas semua ini. Seakan aku merasa gagal menyelamatkan ibu itu dan mungkin dengan cara ini aku bisa menolongnya.


"Tapi nona keadaan mu belum stabil" ucap suster yang menemaniku.

__ADS_1


"Tidak sus, saya sudah merasa lebih baik. " Ucap ku.


Saat suster itu akan mengajakku keruangan pengambilan darah, sekilas aku melihat pemilik RS itu terlihat duduk seperti tak berdaya.


Setelah selesai mengambil darah, aku merasa sedikit lemas dan harus memakai infus.Tiba-tiba pintu terbuka.


"Terima kasih atas pertolonganmu,nak " Ucap pemilik RS yang tak lain adalah Pak Amar Arafi suami ibu yang aku tolong itu dengan seraya mendekatiku.


Aku dapat mengetahui namanya karena di Jasnya terdapat nameteks atas namanya.


"Dan, apakah kamu juga yang menolong, istriku sewaktu kejadian tadi? " lanjutnya bertanya padaku.


" I.. iya betul tuan." ucapku.


"Sungguh baik hatimu nak, siapa namamu?" ucapnya


"Ratih,tuan." jawabku.


"Ratih.....,siapa nama ayahmu?"tanyanya seraya sedang memastikan sesuatu.


"Parsla Handoko tuan" jawabku lagi dan dibalasnya dengan anggukan keyakinan.


"Baiklah Ratih, kamu istirahat. Saya mau kembali keruangan istri saya. Lekas membaik" ucapnya sambil mengusap-usao ujung kepalaku.


"Terima kasih tuan" jawabku tersenyum dan dibalas anggukan kemudian keluar dari ruangan pengambilan darah.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Like Vote dan Komentarnya.. terima kasih ๐Ÿ™


__ADS_2