Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
53


__ADS_3

Malam hari tiba, aksi pencarian masih tetap berjalan walaupun tim pencari ini harus rela makan rumput, batu, dan pasir hanya untuk mengisi perut mereka, eh tapi boong ya kali para Sultan makannya rumput batu sama pasir, kalo cuma sekedar makanan mah bisa dibeli walaupun mereka berada di daerah terpencil.


Tidak sia-sia pencarian mereka selama dua hari penuh, dengan cepat langsung menemukan lokasinya, Kevin segera menghubungi Vino dan mengirimkan lokasinya padanya. Kevin awalnya memperingati Vino untuk datang besok pagi saja mengingat sekarang sudah sangat malam. Vino tidak menghiraukan Kevin dan dia tetap saja ingin kesana, Zahra juga berkata begitu sebaiknya kesana pas pagi aja biar semuanya bisa ikut.


Darimana Kevin tau tempat disembunyikan nya Keisya? Yap betul dari author lah haha gak bercanda. Kevin yang awalnya curiga pada sebuah gudang lama yang sudah terbengkalai ditandai dengan banyaknya lumut dan berbagai jenis tumbuhan liar yang menempel atau tumbuh ditembok nya sampai atap. Dan ada salah satu berandal yang keluar darisana sehingga menguatkan feeling Kevin bahwa ini tempatnya. Tadinya sih mau grebek langsung tapi takutnya didalam sana mereka ada banyak mengingat yang lain berpencar dan dia hanya bersama lima orang saja, nanti bisa kewalahan kalo baku hantam. Jadi nunggu yang lain aja deh biar peluang buat menang banyak. Lagian yang lainnya akan tiba besok pagi dan polisi juga akan dibawa sekalian kesini, jadi istirahat dulu lah mumpung keberadaannya tidak ada yang tau. Kevin dan rekannya menyewa gubuk kecil yang ada diantara perumahan warga desa sana, awalnya gak diterima karena dikiranya mereka adalah penjahat sehingga Kevin terpaksa menjelaskan misi mereka untuk kesini bahwa tengah menjalankan sebuah misi rahasia. Kepala desa warga disana mikir-mikir dulu sebentar sebelum akhirnya mereka diizinkan menginap disana tanpa sewa.


**


"Hai Keisya sudah lama tidak bertemu," seorang wanita cantik mendekati Keisya. Keisya menatapnya bingung karena wanita didepannya ini terlihat tidak asing kayak pernah liat tapi dimana ya, aduh Keisya cepat putar otakmu. Nah dapat, bukannya dia adalah mantan kekasih suaminya? Gak salah lagi sih siapa lagi kalo bukan Vilia. Keisya menganga lebar karena sudah bisa mengenali sosok Vilia dikegelapan malam, ini juga gudang gak ditaruh lampu cuma ada lilin di sekitarnya kayak rumah penyihir saja. Positif thinking mungkin gak ada uang buat beli lampu bohlam. Tapi walaupun penerangannya pake lilin yang suka dipake buat ngepet, wajah Vilia terlihat jelas.


"Ke-kenapa tante melakukan semua ini pada Keisya?" tanya Keisya tak percaya.


"Heh bocah jangan panggil gue tante ya, gue masih muda dan cantik," bentaknya hendak menampar Keisya namun dia tahan. Sekumpulan pria yang tengah duduk santai langsung tertawa mendengar Vilia dipanggil tante.


"Diam kalian! Mau gue sobek tuh mulut hah?" Vilia jadi emosi. Seketika suasana kembali hening hanya terdengar suara isakan tangis Keisya.


"Cengeng banget jadi orang. Oh iya gue denger-denger kamu hamil ya?" Vilia beralih menatap ke arah perut Keisya yang tidak terlalu besar. Keisya jadi takut jika bayinya diapa apain sama nih cewek gila.

__ADS_1


"Berarti ini anaknya Vino dong?"


Bukan, tapi anaknya dedemit. Yaelah Vilia ya iyalah anaknya Vino, orang Vino yang buat gimana sih...


Keisya semakin takut saat Vilia meraba perutnya.


"Sayang sekali bukan gue yang ngandung anak Vino, padahal itu adalah impian terbesar gue dari dulu. Boleh tukeran gak?" seringai seram mulai muncul diwajah Vilia. Keisya langsung mendongak, dia yang awalnya menunduk. Berusaha mencerna apa sebenarnya yang dimaksud Vilia. Karena tidak paham Keisya kembali menundukkan kepalanya, males aja natap wajah Vilia yang cuma senyam senyum gak jelas, tapi aslinya Keisya takut juga sih kalo tiba-tiba wanita didepannya ini berbuat sesuatu yang membuat dia dalam bahaya.


"Kamu itu masih bocah jadi gak pantas jadi istri Vino apalagi ngandung anaknya, kamu pantasnya belajar dulu yang rajin baru deh embat pacar orang bukan asal beraksi aja," ujar Vilia seraya mengangkat dagu Keisya agar menatapnya.


"Mau ngomong apa nggak hah? Lo diem gue jambak rambut lo sampai botak," amuk Vilia memaksa Keisya mengeluarkan suaranya, dia daritadi kayak ngomong sama patung gak di respon sama sekali. Bukannya membuat Keisya ngomong malah Keisya tambah diem. Ngerespon salah diem juga salah.


"Heh heh jangan teriak malem-malem, malu sama tetangga," ujar salah satu pria yang kemarin bertugas buat jaga Keisya pertama kali. Perkataannya langsung disambut tatapan tajam oleh Vilia.


"Tetangga pala lu, disini tuh tempatnya ditengah hutan mana ada tetangga yang bisa denger, lu mau teriak, karaoke an ngerock atau apalah gak bakalan didenger," sahut temannya yang duduk tepat disampingnya.


"Diem gak lo? Gak usah ikut campur! Ayo Vilia lanjutkan drama lo!" ujar Reno setelah memarahi kedua rekannya yang ribut itu yang membuatnya tidak tenang menonton drama gratis yang disiarkan secara langsung dihadapannya. Vilia mendelik malas kemudian beralih menatap Keisya yang masih nangis.

__ADS_1


"Dah lah cape gue ngomong sama ni bocah, stres gue lama-lama. Reno siapkan semuanya besok kita akan mulai," Vilia beranjak dari hadapan Keisya lalu berjalan menuju pintu diikuti oleh Reno yang mengekor dibelakangnya.


"Lah mau kemana kalian berdua? Kan dramanya belum selesai?"


"Bacot lo semua. Oh iya buat kalian semua, kalian bisa pake gadis kecil itu buat mainan kalian untuk hari ini, terserah mau diapakan gue gak peduli yang penting buat dia tersiksa seperti yang gue mau sebelum siksaan yang lainnya menyusul," ujar Vilia sebelum keluar melewati pintu yang sudah bolong-bolong itu.


"Wah rejeki nomplok gak biaa ditolak," ujar salah satu laki-laki yang badannya kurus.


"Iya anjir kapan lagi coba ada kesempatan kayak gini, mana gratis lagi gak perlu bayar kayak wanita malam dipinggir jalan," sahut temannya satu lagi. Perlahan mendekati Keisya lalu menyentuh dagu Keisya. Sementara yang lainnya mengelus lengan mulus Keisya ada juga yang meraba pahanya. Keisya langsung menangis memberontak namun tidak ada gunanya tidak akan ada yang bisa mendengar teriakan nya apalagi ditempat seperti ini. Salah satu pria yang lain lagi meraba leher putih mulus Keisya membuat gadis itu menggeleng gelengkan kepalanya agar tangan kotor itu lepas dari lehernya. Kini bajunya satu persatu sudah dilepas tinggal tanktop nya saja.


*Akkkkkhh siapapun tolong Keisya, kasian jika dipake bergilir sama berandal kunyuk ini. Tolong Vino datanglah secepatnya Keisya sangat membutuhkan bantuan disini .


'Kak Vino Keisya takut, kapan kakak datang kesini aku tidak bisa melawan mereka. KAK VINO TOLONG KEISYA!!!!!!'


***


Hehe maaf telat update lagi banyak tugas soalnya😭. Mohon dimaklumi jangan lupa komen ya*

__ADS_1


__ADS_2