
Pagi harinya aku telah menemui Bagas dan bisa langsung bekerja.Ditempat aku kerja sekarang aku memiliki teman bernama Ana.
"Rat, tolong kamu antarkan pesanan ini ke meja nomor 32." ucapnya
"Siap An" jawabku seraya hormat
Ana tersenyum puas dengan kerjaku dihari pertama ini.
"Jeh, bisa kerja gak?"Ucap seseorang, membuat pelanggan yang lain terfokus pada kami.
" Maaf, maaf saya tidak sengaja." ucapku meminta maaf dan membersihkan bekas tumpahan minuman di Jas seseorang.
" Lihat baju Bos saya jadi basah karena ulahmu, siapa pemilik resto ini panggil cepat. Bisa-bisa nya memperkerjakan orang yang tidak disiplin ini." ucapnya lagi.
"Rif, sudah biarkan saja."Saut orang yang tidak sengaja tertumpah minuman yang aku bawa.
"Kamu boleh pergi,kelinci kecil. Dan jangan lupa buatkan minuman ku lagi." ucapnya lagi.
Aku hanya bisa merunduk dan pergi.
'Ceroboh sekali, untung saja dia tidak menuntutku dan melaporkan aku sama Bagas.Kalo sampai itu terjadi bisa-bisa aku kehilangan pekerjaan ku lagi' batinku seraya memukul-mukul jidatku sendiri.
"Silahkan tuan, dan maaf untuk kesalahan saya tadi." Ucapku merunduk dengan menaruh minumannya dan meminta maaf.
'Ratih Dyah P',nama itu. gumamnya.
Aku sempat tertegun bagaimana dia tau namaku. Aku baru Ngeeh ketika sadar aku memakai nameteks, pantas saja dia tau.
__ADS_1
"Saya permisi" urungku.
" Kau kenapa, mukamu pucat sekali.Kamu sakit Rat?" Tanya Ana.
" Ah, tidak. Aku baik-baik saja kok. " ucapku sembari menghembuskan nafas panjang tanda aku lega.
"Lalu,kenapa seperti itu? " tanya nya lagi.
Dan aku menceritakan kejadian tadi.
"Waahh, macem-macem tu orang.Siapa sih sebenarnya Bosnya,aku sumpahin dia dipecat sama Bosnya ."kutuk Ana.
"Hus, gak boleh gitu. Se enaknya saja nyumpah-nyumpahin orang." Ucapku.
"Ada apa ini?" tanya Bagas tiba-tiba datang.
Dari penglihatan ku sepertinya Ana menyukai Bagas.
"Ratih, apa kau sudah makan siang?" Tanya nya padaku..
"Aah,dia nanti akan makan bersama ku.Setelah menyelesaikan pekerjaannya." Sosor Ana.
"Eemm, y sudah silahkan dilanjutkan.
Ingat Ratih kau jangan sampai telat makan, kau punya riwayat asam lambung." Tutur Bagas.
" Iya" Jawabku singkat. Lalu bagas meninggalkan aku dengan Ana.
__ADS_1
"Bos Bagas tau banyak tentangmu ya?, jangan-jangan dia menyukai mu Rat." Ucapnya seraya meledekku.
" Apaan sih An, mana mungkin dia suka padaku. Dan perlu kamu ingat, aku tidak akan tertarik dengan pria lagi. mereka semua sama. PPC. " ucapku menekan sebuah kata yang aku singkat.
" PPC?" Ana mencoba mencerna singakatan yang aku buat.
"Penipu Perasaan Cewe, kalau kamu mau ambil saja sono. " Ucapku.
" Kau ini bisa saja, jujur aku memang mengaguminya. Tapi hanya sekedar mengagumi terus kalo misal dia menikah denganmu, kan bisa dong aku kecipratan gitu." ucapnya dan itu membuat kami tertawa bersama.
Akhirnya pekerjaan dihari pertama ku selesai juga.
'Setelah ini, semoga semuanya membaik'harapanku.
" Hey, ngalamun aja. Pulang yuk. " Ajakku melihat Ana seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Ah iya kamu duluan aja,aku mau pergi ketoko dulu ada yang harus dibeli." Ucapnya tersenyum.
"Baiklah,aku duluan" Sapaku seraya meninggalkannya.
Saat aku akan melajukan motorku, aku melihat seorang ibu-ibu turun dari mobil dan kemungkinan akan menyebrang tapi dia seperti sedang mencari sesuatu didalam tasnya dengan tetap berjalan menyebrang dan tidak fokus jika dari arah kanannya ada truk yang akan melintas.
Sontak aku lari dan berteriak.
"Awas bu!" Ucapku dengan mendorong tubuh ibu itu kesisi lain dan "Bruk" kami terjatuh bersama. Sekilas aku melihat darah mengalir dari pelipis dan telinganya sampai akhirnya aku ikut tidak sadarkan diri.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa Vote dan Saranya, Terima kasih ๐