Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
Eps 11


__ADS_3

"Dimana aku,dan siapa kau sebenarnya." tanyaku.


"Kau tidak perlu tau dimana kau sekarang, dan bicara tentang siapa aku sebenarnya......" Ucapnya menggantung dan menjambak rambutku seraya mendongkakkan kepalaku.


"Aku Clara, istri sah Alex. Orang yang sudah kau bunuh, Aaaahhh!" Ucapnya seraya menekan semua kata-katanya dan semakin menjambak keras rambutku.


"Bukan, bukan aku yang menbunuhnya, aku pun tidak tau kalo dia sudah mati."Jawabku dengan gemetar.


"Ah sudah tak usah banyak alasaann,sekarang kau harus membayar kematian suamiku"Katanya dengan mengangkat pisau.


"Hentikan kak!" ucap seorang dari balik pintu dan ternyata adalah Agra dan disusul dengan Rena.


"Agra, bantu aku hiks.Aku bukan pembunuh" Isakku memohon pada Agra.


"Heh, jaga ucapanmu.Kau di sini harus memanggilku Tuan Agra,paham!" katanya dengan menekan pipiku.


"Apa maksudmu?" Tanyaku tak percaya


"Apa kalian bersekongkol,dan apa hubunganmu dengan Alex gra? " lanjutku


Plak! tamparan yang panas aku dapatkan di pipi sebelah kiriku.


"Sudah ku bilang panggil aku Tuan Agra!" katanya.

__ADS_1


"Dan kau mau tau apa alasan semua ini, baik lah akan ku beri tahu."katanya dan menceritakan semuanya. Aku tidak menyangka kenapa semuanya seperti ini.


Agra adalah adik ipar Alex ,Rena adalah kakak Alex, dan Clara adalah istri Sah Alex.


Sekarang pun aku mengetahui apa alasan Agra menginginkan pertunangannya dilaksanakan dengan cepat, ternyata ini semua sudah mereka rencanakan sedari awal untuk menghancurkan ku dengan alasan aku telah membunuh Alex.


"Jangan dulu kita habisi kak, belum waktunya. Kakak sabar saja"katanya.


"Iya benar Ra, toh sekarang bocah ini sudah ada ditangan kita."Ucap Rena.


"Baiklah aku ikut rencana kalian saja." balas Clara.


Setelah peninggalan mereka, aku menyesali semuanya kenapa aku bisa sebodoh ini,begitu mudah diperdaya dan tidak mempercayai setiap carik surat yang telah aku dapatkan.


Setelah talinya putus aku berusaha mencari celah supaya aku bisa keluar dari ruangan ini.Melihat kanan kiri ternyata tidak ada jendela satu pun dan pintu juga terkunci dari luar,saat ku dongkakkan kepalaku aku menemukan lubang.


"Mungkin aku bisa keluar lewat sana".batinku yakin,dan mencoba memanjat tumpukan kursi dibawahnya.


"Uhh....,akhirnya."Lega ku ketika aku telah keluar dari ruangan itu.


"Sekarang aku tinggal cari jalan keluar menuju jalan raya" ucapku sendiri.


Dert dert dert... Ponsel ku bergetar.

__ADS_1


"Ya hallo,siapa ini? " tanyaku dengan suara lirih dan tidak tau siapa yang menelfon karena nomor yang masuk adalah nomor baru.


........


"Ya saya, ada apa ya pak?" tanyaku saat setelah tau yang menelfon adalah pihak polisi.


.......


"Apa, baik pak saya akan segera kesana" ucapku dan mematikan telfon.


Aku sekarang benar-benar dalam keadaan yang runyam. Di satu sisi aku belum menemukan jalan untuk melarikan diri dan disisi lain harus mendatangi pihak kepolisian, terkait penembakan misterius pada Ayahku.


"Semoga mereka semua baik-baik saja" Ucapku. Aku mulai mencari jalan atau pintu atau apapun supaya aku bisa keluar dari halaman gedung ini.


"Dia kabur Gra"...Terdengar teriakan seorang perempuan yang aku yakini adalah suara Clara.


"Aku harus bergegas mencari jalan keluar" batinku seraya sedikit berlari namun masih dalam keadaan mengendap-endap.


"Akhirnya aku menemukan jalan keluar" ucapku senang. Setelah keluar aku segera berlari dan tiba-tiba ada motor yang menghadang ku.


"Ratih" ucapnya


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Vote Saran dan Komentarnya ๐Ÿ™


__ADS_2