Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
Eps 20


__ADS_3

New Story


Di sini author akan menjelaskan bahwa pada episode 1-19 adalah masa lalu dari tokoh utama perempuan ( Ratih). Dan di episode ke 20 ini adalah pemulai dari kehidupan Ratih yang sebenarnya.


Happy Reading


'Ratih, bangun nak! mau sampai kapan kamu tertidur? apa kamu sudah tidak mau melihat ibu dan adikmu bahagia.


Suara ibu Mei mengegema dalam bayangan mimpi Ratih.


"Mengapa aku ada disini, ini dimana? Ibuu,ibuu,anii, kalian dimana?" Ratih mencoba terus mengikuti arah cahaya.


'Ratih...! Kembalilah! Ibu merindukanmu nak!.'


Sayup-sayup Ratih mendengar suara ibunya menangisi dirinya dan meminta ia kembali. Namun, mengapa ia hanya bisa mendengar suaranya tanpa melihat wujud ibunya. Ia semakin bingung dan hanya terus berjalan tertatih-tatih mengikuti sebuah cahaya,sampai pada akhirnya.


"Apa itu, seperti sebuah pintu." pikir Ratih kemudian masuk kedalam lubang yang menyerupai pintu dan bercahaya sangat terang.


****


Ia mencoba membuka matanya, namun sorot lampu ruangan itu sangat lah terang sehingga membuat kepalanya terasa pusing dan berkunang-kunang.


"Aakhh!" ucapnya sembari mencoba menggerakan telunjuknya.


"Dokter, dokter. Nona ini telah sadar!" teriak seorang suster yang menyadari pergerakan jari Ratih.


"Dia, telah berhasil melalui masa komanya." ucap dokter kepada keluarga Ratih , setelah selesai memeriksa keadaannya.


"Dok, apa boleh saya melihat keadaan anak saya?" tanya ibu Mei..

__ADS_1


"Untuk sementara ini, hanya boleh beberapa yang menjenguknya,karena keadaan pasien belum stabil dan jangan membuat istirahatnya jadi terganggu." tutur Dokter.


"Baik, terima kasih, Dok." balas Ibu Mei.


Setelah mendapatkan izin dari Dokter ibu Mei langsung masuk untuk melihat keadaan Ratih.


"Ibu, sayang sama kamu nak.Jangan tinggal kan ibu,walaupun ibu sudah tau semua rahasia yang sudah kamu pendam selama ini. Ibu tidak akan marah sayang,bangun nak." Isak Ibu Mei sembari memeluk Ratih.


"Ibuuu," Bisiknya lirih. "Jangan menangis," bisik Ratih lagi.


Ibu Mei mendongkak ketika samar-samar mendengar suara seseorang. Matanya segera melebar ketika melihat Ratih sudah bangun dan sedang menatap kearahnya. Rasa bahagia yang tidak bisa digambarkan menjalar dihati seorang ibu.


"Ratiihh," Panggilnya dengan suara lirih.


"Aku seneng ibu ada di sini." balas Ratih dengan senyuman.


Sudah tiga hari di minggu terakhir setelah kesadaran Ratih, keadaanya sudah terlihat normal walaupun terkadang rasa nyeri masih ia rasakan di bagian perutnya,akhirnya ia diperboleh kan pulang.


Hari ini Ratih memutuskan untuk keluar bersama sahabatnya Anis dan Arin,entah lah apa yang sudah ia lewatkan 2 tahun lalu sampai-sampai sekarang dia sudah harus melihat Anis yang tengah mengandung dengan usia 6 bulan.


Mereka sekarang berada di sebuah Mall besar dan sembari memilih belanjaan mereka asik mengobrol.


"Ouw jadi kamu yang memberi tahu ibu semuanya tentang rahasia aku, ish jahat kamu gak minta ijin dulu sama aku." ucap Ratih sembari menoel lengan Anis.


"Heih, sudah lah. Lagipun ibu mu juga sudah tidak mempedulikannya,yang sekarang ia fikirkan mungkin adalah kapan lagi kamu akan menikah dan memberikan nya cucu." Ejek Arin membela kakak ipar alias Anis.


"Lagian kamu sih, tidur lama banget. Dulu disuruh bilang langsung gak mau. Jadi aku kan yang harus turun tangan dari pada berabeh ntar masalahnya. Kamu juga yang susah." ucap Anis.


"Ya deh, sorry. BTW makasih kalian udah mau nunggu aku selama ini, beruntung banget aku punya sahabat kaya kalian." Ucap Ratih sembari memeluk kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari di belakang mereka berdiri tegap seorang lelaki.


"Ekhem, permisi?" ucapnya


Sontak ketiganya menoleh.


"Yaa!" jawab ketiganya kompak.


"Apa di antara kalian ada yang bernama Ratih?" tanyanya.


"Ya, saya. Ada perlu apa?" tanya Ratih bingung.


"Bisa kah kamu pulang, ibu anda sudah menunggu?" ucapnya.


"Emmm," sebenarnya Ratih merasa ragu tapi ia harus mempercayainya karena ia tidak mau jika ibu nya kenapa-kenapa.


Mereka bertiga memutuskan untuk selesai berbelanja dan pulang kerumah masing-masing.


****


Sampai di depan rumah Ratih melihat mobil sport putih terparkir rapi, ia curiga siapa pemiliknya.


"Ah, Ratih kamu sudah pulang nak? kemarilah!" perintah ibu Mei yang kemudian disusul Ratih duduk di sampingnya. "Dia..., siapa bu?" Tanya Ratih setelah mendapatkan seorang laki-laki tengah duduk berhadapan dengan ibunya.


"Ia...adalah Alvin. Pria yang dulu pernah ibu dan ayahmu jodohkan untuk mu." jawabnya sembari tersenyum.


"Daan maksudnya dia datang ke sini apa?" tanya Ratih seraya menduga-duga sesuatu.


"Ibu ingin melanjutkan perjodohan itu?" Tanya nya lagi."Aku tidak mau ibu!, dan sampai kapanpun Ratih tidak akan mau menikah!" ucap Ratih seraya meninggalkan Mei dan Alvin.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa Vote Komen/saran dan like nya, Terima kasih ๐Ÿ™


__ADS_2