
"Kau akan segera keluar dari sangkar mu secepatnya, bersabarlah"...katanya diseberang. lalu mematikan telvon secara sepihak.
'Hah siapa sebenarnya orang ini kenapa tiba-tiba bicara seperti tadi,apa iya Agra. Ah aku kenal betul suara Agra bukan seperti itu.'Batinku.
Kata-kata seorang laki-laki tadi membuat ku sedikit melupakan kejadian yang tadi aku alami, akhirnya aku putuskan untuk istirahat karena besok aku harus bangun pagi dan menjemput Anis di bandara.
Dalam tidurku aku bermimpi,mimpi yang sama dengan mimpi yang aku alami sewaktu aku tertidur di mobil Agra,dan bayangan itu sedikit lebih menampakan wajahnya walupun masih sedikit buram.
Tiba-tiba aku merasa ada sinar yang memancar tepat dimataku itu membuat ku tersadar dari mimpiku dan ku coba membuka mata ternyata ibu yang membuka tirai jendela.
"Ahh.. sudah pagi ternyata." kataku sendiri dengan sesekali menguap dan meregangkan tanganku melenturkan badanku. Rasanya pegal-pegal sekali,aku putuskan untuk mandi supaya badanku menjadi lebih segar.
Selepas selesai aku keluar, terkejut aku ketika kulihat diruang tamu sudah ada Agra yang duduk dan berbincang dengan ibuku seperti sudah sangat akrab.
"Ah Agra kenapa kau pagi sekali sudah datang?"kataku.
"Apa kau mengigau Ratih?"tanya ibu
"Memang sekarang jam berapa?" tanyaku karena memang aku merasa hari ini masih terlalu pagi.
"Jam 8 Ratih, kau mau pergi kebandara jam berapa,hemm?" Sambung Agra.
"HAH! ".."Apa katamu, jam 8. Kenapa tidak bilang dari tadii" Gerutuku.
Agra dan ibu hanya tertawa melihatku, aku yang sudah tersadar bergegas kekamar dan mengganti pakaianku tidak lupa menenteng tasku.
__ADS_1
"Ayo gra, nanti kita telat. " Ajak ku seraya menarik tangan Agra.
tapi bukannya beranjak Agra dan ibu kembali tertawa.
"Ada apa,kenapa kalian malah tertawa. Dan Agra ayo buruan, aku tidak mau sahabatku menunggu nanti. " Kesalku.
"Ratih,duduklah dulu ,ini masih jam setengah 7 kurang. Kamu tenang saja." Jawab Agra
"Apa! Huh, kenapa kau berbohong."cetukku
"Maafkan aku. Aku kesini pagi-pagi karena aku tidak mau kamu menunggu ku."jawab Agra dengan santuynya.
"Sudah-sudah, jangan ribut pagi-pagi nanti ayahmu akan marah. Sekarang kita sarapan saja dulu yuk." Kata ibu seraya memisahkan pertengkaran aku dan Agra.
Ibu mendekatiku dan berbisik
"Ibu ini apa-apan sih, aku dan dia hanya sebatas rekan kerja."kataku dengan menyikut perut ibu pelan.
Saat makan hanya hening yang ku dapat,kemudian Ani keluar dari kamarnya dengan sudah berseragam rapi.
"Waaah, ada kakak cowo ganteng." kata Ani sembari mengamati wajah Agra dengan ekspresi tersenyum lebar dan mengkedipkan matanya berulang-ulang.
"Hiih anak kecil tau apa,sudah kamu sarapan dan berangkat sekolah.Ini sudah siang nanti kamu telat Ani. " perintah ibu.
"Baiklah. Tapi bu siapa sebenarnya kakak itu?" tanya Ani sedikit berbisik tapi aku masih bisa mendengarkannya.
__ADS_1
"Tak usah kepo ya, masih kecil"Cibir ku sambil memasukan nasi kemulutku.
Terlihat jelas raut muka Ani dia sedang merajuk pagi dengan ku.
Selesai sarapan aku langsung pamit kepada ibu untuk menjemput Anis,ibu juga sekalian berangkat kerja. Dan Ani berangkat sekolah dengan sepedanya.
Aku masuk disusul Agra dan mobil melaju.
"Ratih, sepertinya keluargamu terlihat sangat harmonis ya.., ibu mu sangat peduli denganmu dan adikmu itu sangat menggemaskan." kata Agra memecah keheningan.
"Hah, itu hanya perasaanmu saja." jawab ku
"Oh iya aku lupa, ini aku bawakan untukmu." Agra menyerahkan Peperback berwarna biru padaku.
"Apa ini? gaun? untukku? "tanyaku beruntun.
"Ya itu untuk mu, pakailah saat acara pertunangan kita nanti." jelas Agra seraya menggenggam tanganku.
Jujur ini adalah gaun yang indah aku tak pernah membayangkan jika nanti aku yang akan memakainya.
"Terima kasih banyak, harusnya tak usah lah repot-repot seperti ini" kataku
"Tak apa, hanya sebuah gaun. Jika aku mampu aku akan memberikan tokonya sekalian padamu".Jawab Agra seraya membuatku yaqin.
'Aah bahagia nya aku bisa bertunangan dengan Bos Hihihi'batinku..
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa Vote Saran Komentar dan Dukungannya ๐