Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
67


__ADS_3

"Lagi ngapain?"


Keisya seketika tersentak kaget sampai kejengkang ke belakang karena dikejutkan oleh suara berat milik sang suami entah kapan munculnya Keisya tak tau.


Perlahan Vino melangkah mendekati istrinya yang berdiri mematung di depan pintu tua itu yang hampir dihimpit oleh tembok.


"E-eh kak Vino, Kakak kapan dateng?" Keisya jadi salah tingkah berusaha untuk tidak terlihat gugup, kondisinya sekarang seperti maling yang ketangkap basah padahal dia tidak ngapa ngapain. Vino menautkan alisnya melihat gerak gerik Keisya seperti orang gugup.


"Kenapa gugup?"


"Si-siapa yang gugup?" Keisya mengelak.


"Itu tangan kamu gemeteran daritadi."


Keisya langsung saja menyembunyikan tangannya di belakang agar tidak tertangkap indra penglihatan Vino yang tajam, padahal keadaan disana tidak terlalu terang.


"Aku tadi bosan dan memilih buat berkeliling disekitar sini kemudian gak sengaja nemuin pintu tua ini, karena penasaran aku coba buat membukanya tapi ternyata dikunci, ya sudah aku tidak akan kepo," Keisya menjelaskan dengan detail agar Vino bisa paham. Vino menghela nafas pelan kemudian menarik tangan Keisya untuk duduk di sofa.


"Diam disini, aku akan menyelesaikan rapat sebentar lagi habis itu kita pulang," Vino menatap jam tangan nya, sebentar lagi rapat akan berakhir. Keisya mengangguk kaku, merasa curiga dan penasaran juga tentang pintu itu, sampai-sampai Vino berusaha menghindarkan dirinya dari pintu itu. Sepertinya ada rahasia yang tidak ingin Vino ungkapkan batin Keisya kemudian merebahkan dirinya diatas sofa menunggu suami selesai rapat.


***


Keisya mengerjap beberapa kali karena merasakan ada tangan yang tengah mengelus rambutnya, menyesuaikan matanya dengan pencahayaan di dalam ruangan luas ini, setelah pandangannya tak lagi buram, Keisya melihat dengan jelas wajah teduh Vino sedang menatapnya dengan penuh cinta, satu tangannya berada dipucuk kepalanya bergerak dari atas ke bawah mengelus nya lembut.

__ADS_1


"Kamu tadi ketiduran, kayaknya capek banget ya," Vino tersenyum simpul paham dengan tatapan bingung Keisya. Vino membantu Keisya untuk duduk, kemudian memberinya segelas air menyodorkannya didepan wajah Keisya yang langsung diterima oleh nya.


"Jam berapa?" tanya Keisya pelan tapi masih bisa didengar oleh Vino.


"Baru jam 3," jawab Vino santai memperhatikan benda pipih persegi panjang yang ada di genggamannya.


"Jam 3? Kenapa kakak gak bangunin aku sih," Keisya mengerucutkan bibirnya kesal.


"Menangnya ada hal penting yang akan kamu lakukan?" Vino menaikkan sebelah alisnya.


"Bukan seperti itu, aku hanya tidak enak kakak menungguku bangun dari tadi padahal kan sudah janji mau pulang."


"Gak apa-apa, yang penting kamu nyaman mau pulang malam juga gak masalah sih," kekehnya.


"Jadi pulang sekarang?"


"Mau pulang sekarang? Gak tunggu aku selesai dulu?"


"Gak mau, mau pulang sekarang. Mau tidur lagi," nada suara Keisya terdengar manja membuat Vino gemas.


"Sebentar aku akan merapikan berkas-berkas itu lalu kita pulang."


Vino beranjak berdiri mendekati meja nya yang kini dipenuhi oleh tumpukan kertas, padahal masih banyak kerjaan yang harus ia lakukan seperti menandatangani berkas salah satunya, tapi jika Keisya sudah merengek dia tidak akan membantah, bukan suami takut istri sih tapi cuma tidak ingin mengecewakan sang istri manisnya.

__ADS_1


Seperti hasil rapat tadi siang bahwa perusahaan Vino akan membuka cabang baru di luar kota, dan besok ia harus terjun ke lapangan untuk menyeleksi tempatnya apakah cocok atau tidak, semoga saja besok tidak ada halangan jadi dia bisa melakukan tugas nya dengan baik.


Sesekali Keisya menguap, sepertinya rasa kantuk mulai menyerang lagi. Padahal tadi sudah tidur tiga jam tapi tetap saja matanya mau terpejam mulu. Vino mencuri pandang kearah samping dimana Keisya duduk sambil menopang kepalanya hampir tertidur.


"Kalo masih ngantuk tidur lagi aja, gak capek posisi kayak gitu?" tutur Vino disela kegiatan menyetirnya.


"Sebentar lagi sampe rumah, kalo aku ketiduran nanti kak Vino gak kuat gendong badan aku soalnya sekarang berat badanku naik lima kilo," jawab Keisya mengalihkan pandangannya keluar jendela.


"Nanti ku seret, gampang!"


Keisya mendelik tajam karena jawaban Vino yang membuatnya meringis.


"Wah akhirnya sampai juga," tanpa pikir panjang langsung saja Keisya ambruk diatas sofa, merebahkan badannya sambil telentang menatap langit-langit.


"Gak mandi dulu?" tanya Vino kemudian ikut duduk disofa yang bisa diduduki satu orang.


"Nanti jam 5, masih lama."


Vino menggelengkan kepalanya tak habis pikir, Keisya memang susah kalo disuruh mandi, kalaupun mau pasti pas dia lagi mood doang baru tuh mandi, bahkan dia sampai seharian gak mandi membuat Vino enggan mendekatinya dan lebih memilih tidur disofa daripada seranjang dengannya, sampai Keisya kesal dan ngambek tiga hari.


Fokus dengan ponselnya tiba-tiba ada notifikasi masuk, pesan dari nomor tidak dikenal. Vino mendengus kesal karena pesan ini mengganggu pekerjaannya, awalnya Vino mengabaikan nya berfikir hal itu tidak terlalu penting mungkin hanya orang yang iseng batinnya. Merasa tidak direspon, notifikasi kembali datang berbunyi hingga tiga kali, lagi-lagi Vino bersikap acuh. Kali ini notifikasi berbunyi berulang kali lebih terkesan spam daripada yang tadi, Vino sungguh kesal sekarang dengan malas dia membuka nya, terdapat sebuat video dan pesan yang menarik perhatiannya berbunyi "Istrimu selingkuh, aku melihatnya sedang bermesraan dengan laki-laki lain disalah satu restoran" tulisan ini banyaknya mungkin sekitar 25, panjang ke bawah. Vino memutar videonya menatap dengan seksama pergerakan yang dilakukan Aldi saat ia berusaha membersihkan noda saus yang ada di pipi Keisya, kemudian aksi tatap menatap mereka membuat hatinya sedikit terbakar. Vino melempar ponselnya ke sofa diseberang kini tatapannya tertuju pada Keisya yang sepertinya sudah terlelah tidur, sangat tenang tidak sadar sama sekali akan kemarahan yang meluap dalam diri Vino.


Vino mengusap wajahnya kasar, mau marah tapi marah ke siapa? Tapi jujur sih Vino tidak terlalu mempersoalkan hal ini karena dia yakin pasti di adegan tadi tidak disengaja dan mungkin niat Aldi baik hanya ingin menolong Keisya, tapi kan bisa dia nyuruh Keisya buat bersihin sendiri kenapa harus di lap oleh Aldi segala? Vino kembali meraih ponselnya yang tadi dilempar, kembali mengulang video tersebut berusaha mencari kesalahan di dalamnya, tapi tetap saja keadaan dalam video itu sama sekali tidak berubah, masih sama.

__ADS_1


Satu yang membuat Vino penasaran, siapa yang mengirim semua ini? Dan bagaimana dia tau nomor telponnya? Padahal Vino tidak pernah menyebarkan nomor telponnya, bahkan para cliennya jika ingin menjalin kerja sama mereka akan menghubungi Aldi karena nomor Vino yang sangat privasi. Vino juga sudah lama mengganti nomor telponnya, jika ada nomor asing auto dibuang ganti nomor lagi sampai gak ada yang tau.


Siapa ya??.....


__ADS_2