
Aku gemetar saat setelah melihat isi box tadi, yang tak lain adalah boneka yang berlumur darah serta kepalanya yang terpotong.Dan terselip sepucuk surat,
« Dia tidak sebaik yang kamu kira, CEPAT BATALKAN PERTUNANGANNYA DAN TINGGALKAN DIA atau KAMU AKAN MENYESAL!! ».
kenapa akhir-akhir ini selalu ada teror seperti ini yang seakan tau apa yang akan terjadi besok. Tidak berfikir lama aku langsung mengemasi kembali box tersebut dan membuang nya ditempat sampah.
***
Sekarang dan hari ini tepat dimana aku dan Agra bertunangan.Tamu-tamu yang diundang adalah kerabat dekat dan rekan kerja ayah serta karyawan Agra dan teman-teman tantenya.
Seharian berdiri membuat kaki pegal sekali.
Tapi aku sejak tadi tidak melihat Bagas padahal aku sudah mengundangnya lewat chat.
"Hey, kamu menunggu siapa sayang?" Tanya Agra, seraya merangkulkan tangannya dipinggang ku. Aku merasa malu diperlakukan seperti itu di depan banyak orang.
"Ah..., tidak ada. Jangan coba-coba mencuri kesempatan." pelototku dengan sedikir mencubit pelan perut nya.
"Auuuu, kau ini genit sekali."Ucapnya, 'heran aku kan tidak mencubitnya keras lalu kenapa dia teriak begitu lantangnya,pasti cari perhatian deh, huh'Batinku sambil menutup muka ku karena malu. dan seketika semua nya tertawa.
****
__ADS_1
1 minggu setelah acara pertunanganku dengan Agra, keluargaku diberi ticket berlibur oleh Agra. Tapi anehnya kenapa hanya mereka dan aku tidak diperbolehkan ikut dengan alasan, Agra masih banyak pekerjaan dan hanya mau ditemani olehku.
Pagi ini mereka berangkat, ada rasa kawatir yang seketika muncul dibenakku.Rasa-rasanya seperti ada yang akan terjadi nanti,aku terus mencoba berfikir positif.
'Ah mungkin ini hanya perasaanku saja.'batinku.
"Kami berangkat dulu yah, kamu jaga diri baik-baik dirumah." Ucap ibu. dan aku menganggukan kepala tanda mengerti.
"Daah kakak, nanti aku janji bakal bawakan kau oleh-oleh yang banyak deh" kata Ani dengan riangnya sembari melambaikan tangan ketika mobil mulai berjalan. Aku membalas melambaikan tangan ,setelah mobil mereka melesat aku lalu masuk kerumah.
Dert dert dert.. Ponsel ku berbunyi
"Apa kau mau kerumahku sebentar,ada yang ingin bertemu"katanya dari seberang.
"Hah siapa? " tanya ku penasaran.
"Nanti kau tau sendiri, cepatlah kemari karena dia tidak mau lama menunggu."balasnya lagi
"Baiklah aku akan kesana sekarang"jawabku
"Y sudah,hati-hati sayang" tuturnya seraya mematikan telfonnya.
__ADS_1
'Siapa kira-kira yang mau bertemu denganku' batinku penasaran. Aku bergegas bersiap dan melajukan motorku kerumah Agra. Tidak lama aku pun sampai,namun terlihat sangat sepi Rumahnya.
"Permisi" Tok tok tok kataku sambil mengetuk pintu. Dan ternyata pintunya tidak terkunci,dengan sedikit ragu aku masuk.
"Permisi"kataku lagi saat sampai di sebuah ruangan yang aku kira mungkin ini ruang tengah.
"Ah kau sudah datang rupanya"Sapa seorang perempuan sembari menuruni anak tangga.
"Ah iya, anda siapa? dan dimana Agra? " tanyaku padanya. Dan dengan tiba-tiba ada yang membungkamku dari belakang dan saat setelah itu aku tidak sadarkan diri.
"Aduuh,pusing sekali" kataku sendiri dan mencoba membuka mata,aku bingung kenapa aku bisa ada diruangan ini.
"Oh sudah sadar rupanya"Kata perempuan tadi
"Dimana aku,dan siapa kau sebenarnya." tanyaku.
"Kau tidak perlu tau dimana kau sekarang, dan bicara tentang siapa aku sebenarnya......" Ucapnya menggantung dan menjambak rambutku seraya mendongkakkan kepalaku.
Bersambung....
Jangan lupa Vote saran dan komentarnya 🙏
__ADS_1