Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
51


__ADS_3

Dua orang penjahat tak tau diri ini memindahkan Keisya ke sebuah gudang lain yang tak jauh dari gudang yang tadi, disana ada kawan-kawan si Reno juga, jadi menurut mereka penjagaannya akan semakin ketat jika meminta bantuan dari temannya itu.


"Wahh bawa mangsa rupanya lo, dapat darimana?" tanya salah satu temannya yang rambutnya gondrong.


"Biasa, nemu di jalan," jawab Reno tersenyum bangga.


"Wihh cantik juga gadis kecil ini."


"Kok lo bawa kesini sih ******, gue kan bilang gudang yang satunya," gerutu Vilia karena yang dia dapat disana hanya segerombolan berandak yang sedang pesta minuman alkohol. Bau nya menyeruak memenuhi ruangan membuat siapa saja bisa muntah karena baunya.


"Udah sih lo nurut aja, biar nanti nih bocah gak kabur kalo dijaga sama mereka," jawab Reno seraya mengikat Keisya dikursi.


Mereka ini bodoh apa gimana ya, buang dulu kek ponsel Keisya baru pindahin orangnya, lah ini dibawa sekalian gak tau apa itu bisa dilacak. Hadeuhh gak berpengalaman bangett. Jadi mereka gak sadar ya kalo ponsel Keisya ada disaku bajunya dan mereka gak sadar sama sekali.


**


"Loh kok lokasinya berpindah?" ujar Kevin.

__ADS_1


"Cepat putar balik, orang yang kita cari pindah tempat," lanjut Kevin lagi memerintah yang lainnya.


"Tapi bisa jadi ponselnya dibuang ke tempat ini biar kita terkecoh," sahut rekannya yang berwajah tampan.


"Ada benarnya juga, tapi kita pastikan dahulu biar tidak salah mengambil jalan. Begini saja, kita berpencar. Gio pimpin mereka kearah sana gue sama yang lain menuju ke arah lokasi ini," titah Kevin dan disetujui oleh semuanya.


Sesuai arahan tadi mereka pun berpencar, tapi tetap saja jaraknya sangat jauh dari tempat mereka sekarang. Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang itu artinya mereka sudah seharian mencari keberadaan Keisya tapi tak kunjung mendapatkan informasi yang tepat karena setiap waktu lokasinya berpindah itu artinya para penjahat sedang mengelabui mereka agar keberadaannya tidak dapat ditemukan.


Informasi ini pun disampaikan kepada Vino yang sedang menunggu kabar sambil ikut mencari juga, masa dia santai santai doang sedangkan istrinya diculik, nggak ya Vino gak seperti itu ini juga dia lagi pusing karena benar apa kata Kevin lokasinya berubah Vino semakin frustasi sampai menjambak rambutnya. Oh iya berita ini gak diketahui publik bahkan keluarga Keisya pun tidak mengetahuinya, mereka sengaja gak kasih tau takutnya nanti kedua orang tua Keisya depresi. Vino berjanji pada dirinya sendiri akan menemukan Keisya secepatnya, tidak peduli apa yang harus ia korbankan mau itu hidupnya atau apapun Vino tidak peduli asal Keisya ditemukan secepatnya agar dia bisa bernafas lega. Vino diam sejenak memikirkan siapa sih sebenarnya dalang dibalik semua ini, setau Vino dia tidak memilik musuh bahkan dalam hal bisnis tidak ada satupun yang kecewa atau marah jika bekerja sama dengan perusahaannya. Beralih ke kehidupan Keisya, Vino mengingat Fitri yang begitu membenci adiknya sendiri tapi Vino yakin Fitri gak sampe kayak gitu, ya walaupun sikap bencinya sudah mendarah daging tapi yang jelas bukan dia Vino yakin itu. Vino berusaha mengingat kejadian demi kejadian yang dialaminya sehari hari bersama Keisya apakah ada yang selama ini mengganjal dipikirannya, apakah ada satu nama ada diotaknya yang ia curigai sebagai pelakunya. Vino langsung ingat kejadian waktu di alfamart saat mereka belanja, tapi tunggu gak mungkin mereka soalnya kalo diliat liat mereka tuh orang gak tegaan apalagi dari raut mukanya. Yaelah Vino kamu nilai orang kayak lagi kasih nilai ulangan anak TK, kan siapa tau aslinya tuh perempuan jahat. Kita jangan menilai orang dari luarnya saja.


"Halo tuan Erland." Vino menghubungi Erland Papa nya Vilia. Untung gak ganti nomor ye kan jadi mudah buat gali informasi.


"Ya halo tuan Vino. Ada apa tumben menghubungi saya, apa kita ada meeting lagi?" Erland terdengar ramah.


"Tidak, hanya ingin tau keadaan Vilia. Dia dimana sekarang bisa saya berbicara sebentar dengannya?" tanya Vino was-was. Hening. Tidak ada jawaban dari sebrang sana.


"Itulah masalah kami tuan, Vilia tidak pernah pulang kerumah sudah tiga bulan yang lalu, sejak sembuh dia pergi entah kemana bahkan dia juga mengganti nomor HP nya membuat kami kewalahan mencarinya, kami takut jika terjadi sesuatu padanya," suara Erland melemah menandakan dia sedang menahan tangisnya karena putri semata wayangnya tidak pernah pulang, kasih kabar saja tidak pernah. Vino meringis mendengar keluhan Erland, kemungkinan besar Vino mencurigai Vilia.

__ADS_1


"Maaf saya tidak tau, apa anda pernah melihatnya terakhir kali atau bertemu tanpa sengaja?" Vino mulai memancing.


"Ada. Tetangga saya katanya pernah melihat dia ada dilokasi yang sangat jauh kebetulan tetangga saya ini lagi KKN dan tidak sengaja melihat Vilia keluar dari sebuah rumah yang terbengkalai, saya tidak mengerti kenapa Keisya bisa tinggal ditempat seperti itu," jelas Erland. Bagus, memang Vilia yang ada dibalik semua ini.


"Lokasinya dimana?" Hanya ini satu-satunya informasi yang Vino harapkan.


"Katanya sih di desa Saba (maaf guys aku ngarang nama desanya haha) tempatnya cukup jauh dari desanya karena ya memang dekat dengan hutan. Gak ada yang pernah berani kesana karena katanya disutulah tempat berkumpulnya para penjahat yang jadi buronan polisi, jadi warga desanya takut untuk kesana. Saya sangat sedih jika Vilia beneran gabung dengan berandalan disana," Erland menyeka air matanya yang jatuh bergelincir melalui pipinya yang sudah mulai keriput. Vino mengangguk paham, dia rasa ini adalah informasi yang sangat penting baginya. Setelah memutus sambungan telpon, Vino kembali menghubungi Kevin untuk pergi ke tempat yang tadi Erland kasih tau.


"Sudah saya perintahkan yang lain untuk kesana tuan, saya sekarang menuju arah yang berlawanan karena feeling saya mengatakan jika istri anda dipindahkan ke lokasi yang lain, jadi lebih baik berpencar," jawab Kevin.


"Sebelumnya saya sangat berterima kasih karena sudah mau ikut andil dalam pencarian istri saya."


"Tidak perlu sungkan tuan, kebetulan saya gabut dirumah mulu jadi mending saya menawarkan diri mumpung bermanfaat dan menghasilkan pahala bagi saya," kekeh Kevin, Vino hanya memutar bola matanya malas tapi untung saja Kevin tidak melihat, kalo liat pasti dia ngambek.


**


Maaf gusy kalo gak jelas hehe

__ADS_1


__ADS_2