Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
80


__ADS_3

Suara deru mesin mobil memecah keheningan malam, mobil mewah tersebut tampak memasuki pekarangan rumah terbesar di kota ini. Seorang wanita paruh baya menginjakkan kakinya direrumputan basah yang habis terguyur hujan tadi sore.


"Akhirnya bisa lepas juga dari jeratan neraka," ujarnya kemudian membawa koper yang tadi sudah suaminya keluarkan dari bagasi. Zahra menghela nafas kasar kala melihat rumah yang tertutup rapat.


"Anak-anak mana nih kok gak keluar sambut kepulangan kita," ucapnya seraya melirik pada Gibran yang sibuk mengambil sesuatu yang tertinggal di bagasi mobil. Memang orang rumah gak ada yang tau kalo mereka pulang hari ini soalnya gak dikasih tau juga, bisa dibilang pulang mendadak.


"Lihat jam Mah, ini sudah tengah malam, sudah pasti mereka tidur," jawab Gibran mendengus. Zahra melongo kemudian menatap jam tangan yang melingkar cantik dipergelangan tangannya.


"Lah iya sudah jam 12 tengah malam, kok cepet banget. Mama inget loh tadi kita berangkatnya jam 7 malam," Zahra menggaruk kepalanya.


"Ya itu kan jam kita berangkat dari luar kota nya," Gibran hanya bisa geleng-geleng kepala.


Zahra langsung saja menghempaskan tubuhnya yang sangat amat lelah di sofa begitu juga dengan Gibran, dia juga sama lelahnya tapi dibanding Zahra ya sudah pasti Gibran yang paling cape, karena selama diluar kota cuma dia kerja, kalo Zahra mah tukanh dampingin doang sama layanin suami, tapi sama aja sih cape.


Untung saja masih ada pelayan rumah yang masih terjaga jadi mereka gak perlu berkoar-koar manggil orang rumah kayak warga yang lagi neriakin maling ayam. Bik Silvi datang membawa dua gelas teh bukan jus ya tapi teh anget, ini juga Zahra yang suruh karena gak baik minum jus tengah malam gak tau apa alasannya terserah Mama Zahra aja.


"Loh Mama sudah pulang?" terdengar suara Vino dari arah tangga membuat kedua sejoli ini menghadap ke belakang. Vino berjalan ke arah mereka kemudiam berdiri tepat dihadapan Zahra.


"Kamu kenapa belum tidur? Terus Keisya mana?" tanya Zahra mencerca Vino dengan dua pertanyaan sekaligus.


"Vino tadi kebangun gara-gara denger suara pintu dibuka, Vino kira maling jadi inisiatif buat keluat eh ternyata Mama sama Papa," kekeh Vino kemudian ikut duduk dekat Mamanya karena sudah capek berdiri, juga gak sopan berdiri kalo orang tua sedang duduk.


"Dih, lihat Pah kita dikira maling," Zahra tak terima.

__ADS_1


"Lagian pulang gak kasih tau dulu," dengus Vino.


"Mendadak jadi gak sempat," sahut Gibran.


"Keisya udah tidur?" Zahra mengulang pertanyaan yang belum sempat Vino jawab.


"Udah daritadi, kalo di hitung-hitung kayaknya Keisya sudah sampe mimpi nya yang ke 100," jawab Vino. Zahra mengangguk paham, males menanggapi omongan Vino yang berlebihan.


"Ya sudah sana kamu tidur juga, nanti Kei nyariin kamu." Vino menuruti ucapan Gibran lalu kembali ke kamar setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya.


.....


.....


"Ehh Kei hati-hati jangan lari," cegah Vino yang ngejar Keisya dari belakang, tapi telinga Keisya seakan tuli ia sama sekali tak mengindahkan ucapan sang suami dia tetap saja berlari menuju anak tangga, ingin cepat-cepat menemui Mama mertua yang sedang berada di dapur karena sudah terlanjur kangen tidak berjumpa selama dua minggu lebih.


"MAMA!" teriakan Keisya menggelegar diseluruh ruangan, membuat yang lain mengalihkan atensi ke arah suara. Dan disanalah Keisya, dianak tangga terakhir memasang senyum cerah dan bersiap-siap menerjang tubuh Zahra.


Zahra ikut membalas senyuman Keisya, lalu ia merentangkan tangan mengisyaratkan untuk dipeluk. Tanpa pikir panjang dengan langkah lebar Keisya berlari, sejenak kelakuannya membuat siapapun cemas, sudah tamu hamil gede masih aja nekat lari, tapi larinya gak kenceng banget kok ntar bisa kececer tuh jabang bayi yang ada di dalam perut Keisya.


"Ya ampun Mama, Keisya kangen banget," Keisya semakin mengeratkan pelukannya. Wah bumil satu ini tenaganya gak main-main sampai-sampai Zahra sedikit tercekek.


Mereka saling berpelukam melepas rasa rindu masing-masing.

__ADS_1


"Kamu sehat kan? Kok makin kurus begini? Kok pipi kamu tirus sekarang? Mana pipi chubby kamu?" Zahra mencubit pelan pipi Keisya.


"Dasar Mama, pipi segede bakpao aja dibilang tirus apa kabar dengan pipi Vino yang cuma tulang nya doang," sahut Vino yang ternyata baru sampai bawah dan gak sengaja mendengar obrolan antara Keisya dan Zahra.


"Main nyambung aja nih kabel XL," Zahra mendelik, bukan jawaban Vino yang ia inginkan tapi jawaban Keisya. Vino mendengus kesal.


"Masih mending Vino yang jawab, daripada genderuwk yang nyamar jadi Vino," sahutnya lagi gak mau kalah.


"Masih mending itu sih menurut Mama, daripada kamu jelmaan tuyul."


"Dah lah, salah mulu kalo ada disini, mending aku bunuh diri aja, lama-lama capek juga," Vino melenggang pergi dari hadapan dua gadis ini.


"Suami kamu baperan banget sama kayak Papanya."


"Mah, jangan bawa-bawa Papa dong, Papa baru sampai nih," Gibran mencebik, raut wajahnya kesal. Baru dateng sudah dilibatin aja, stres juga nih kayaknya.


Setelah drama kecil gak bermutu dipagi hari, Keisya ikut membantu Zahra memasak. Karena ini sebagai acara penyambutan kepulangan pasangan suami istri ini jadi mereka sengaja masak banyak, nanti kalo ada yang lebih bakalan dibagikan ke tetangga terdekat.


"Wah tumben menu nya enak, biasanya paling kangkung sama sayur asem," ujar Vino yang sudah stay didepan meja makan, matanya berbinar kala menatap makanan yang lezat tersaji sempurna didepan mata. Selama pelayan pulang kampung semua, Zahra selalu memasak bahan makanan yang ada seperti kangkung dan sayur persis dengan apa yang dibilang Vino tadi, soalnya dia orangnya males, males ke supermarket juga buat beli bahan-bahan makanan. Kalo Keisya masak, menunya sih enak tapi selalu saja kebanyakan garam, nih anak ada masalah apa ya. Vino yang sudah trauma dengan masakan rumah berakhir gofood aja, makanannya lebih terjamin, menunya mewah plus takaran garamnya pas gak kayak masakan Keisya.


"Udah gak usah banyak cincong mending langsung di ngap," gerutu Zahra karena kerasa tersindir. Akhirnya pagi ini mereka semua sarapan dengan menu yang lezat.


.....

__ADS_1


Maaf ya kalo ceritanya ga jelas, aku kek nya udah kehabisan ide huwaaa, jarang up juga karena harus buat tugas laporan plus ada tugas menghafal ada lagi tugas praktek yang lainnya, hadeuhh depresi berat. Gak curhat ya cuma kasih tau doang hehe. Semoga suka🄰


__ADS_2