Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
]Eps 12


__ADS_3

'Bagas' batinku


"Ayo naik, cepat" perintahnya


Tanpa berpikir lama aku segera naik diatas motornya lalu melesat pergi sebelum Agra


berhasil menangkapku lagi.


"Kau, kenapa bisa ada di daerah ini?" tanyaku memberanikan diri setelah merasa cukup aman dari kejaran Agra.


"A..aku tadi tidak sengaja lewat, terus dari kejauhan aku melihatmu.Dan aku pikir kamu sedang membutuhkan bantuan, dan dugaanku benar adanya bukan?" jelasnya.


"hemm" jawabku, namun aku merasa ada yang disembunyikannya. Tapi aku mencoba untuk tidak berprasangka buruk padanya.


"Kau, mau kemana. Kenapa tadi kau seperti berlari ketakutan." tanyanya


"Ah, ceritanya panjang. Lain waktu akan ku ceritakan,sekarang antar aku ke kantor polisi" balasku.


"Loh, ngapain?" tanyanya


"Ayahku tertembak dan aku mau kesana untuk bertanya kronologinya baru setelah itu aku ke rumah sakit." ucapku


"Baiklah" jawabnya.


Sampainya dikantor polisi aku langsung berlari dan bertanya kepada polisi yang tadi sempat menelfonku. Dia menjawab bahwa pelaku sedang dalam masa penyelidikan,namun sampai saat ini belum dapat terdeteksi. Setelah itu aku lanjut pergi kerumah sakit dan menemukan ibu sedang menangis dipelukan adikku.


'Sukurlah ibu dan Ani baik-baik saja' batinku seraya mendekati ibu.


"Ratih, hiks hiks hiks"isak ibu di dalam pelukkanku.

__ADS_1


"Kenapa bisa seperti ini bu?" aku mencoba bertanya saat ibu sudah mulai sedikit tenang.


Namun ibu masih sulit untuk menjawabnya.


"Kami tidak tau kak, saat itu ibu sedang menemaniku ke toilet dan meninggalkan ayah di taman,setelah kita kembali ayah sudah dikerumuni banyak orang. Dan polisi yang mengeceknya mengatakan bahwa ayah menjadi korban penembakan."Adikku mencoba menjelaskan.


"Iya nona, dan identitas pelaku sangat sulit untuk dilacak sampai saat ini." balas polisi yang baru datang.


"Lalu apa tidak ada yang menjadi saksi mata?" tanyaku pada pak polisi


"Kami telah mengecek seluruh CCTV di daerah wisata tersebut namun tidak ada gerak gerik orang yang melakukannya, tapi kami akam berusaha lagi untuk mendapatkan bukti-bukti." ucap pak polisi


"Lalu bagaimana sekarang keadaan ayah bu? " tanyaku pada ibu


"Sedang diperiksa oleh dokter." jawabnya


"Dengan keluarga bapak Parsla Handoko?" tanya dokter


"Ya saya anaknya dok." jawabku mewakili ibu.


" Maaf kan kami sebelumnya, kami tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien. Beliau telah meninggal." ucap dokter.


"Apa!" ucap ibu kaget dan pingsan.


"Bagas, bantu aku angkat ibu ke bangku, tolong" pintaku pada Bagas


"Tolong urus secepatnya mayat ayah saya dok, saya akan langsung memakamkannya." ucap ku pada dokter,


"Baik, dan tolong segera nona untuk mengurus administrasinya. Terima kasih saya permisi dulu" kata Dokter seraya melangkah meninggal kan kami.

__ADS_1


'Kenapa jadi seperti ini' batinku.


Setelah semuanya beres aku memutuskan untuk melangsungkan proses pemakaman ayahku. Sebelumnya aku sempat berfikir,apa Agra dibalik semua ini.


Pemakaman telah usai perlahan orang melayat kembali pulang.


"Yang sabar ya Rat, tetep tabah"Anis mencoba menyemangati.


"Jangan merasa sendiri ya,kami selalu ada disampingmu."Lanjut Arin


"Ya sudah kami pulang dulu ya." ucap Jeky


"Tunggu sebentar lagi kak." jawab Arin, dan itu membuatku sedikit terkejut.


"Apa, Kak?,Kalian kakak beradik?" tanyaku.


"Iya, hehehehe" jawab Arin nyengir sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu yang semangat ya Rat, pasti ada hikmahnya di balik semua ini." tutur Bagas.


"Terima kasih semuanya." jawabku dengan menitikkan air mata.


"Sudah-sudah ayo pulang bersama." turut ibu.


Akhir nya kami sepakat untuk pulang bersama.


Bersambung...


Jangan lupa Vote saran dan komentar nya🙏

__ADS_1


__ADS_2