
Dari tadi bangun pagi sampai sekarang, Keisya mual-mual sampai memuntahkan semua isi perutnya, bahkan sarapan yang ia makan tadi dimuntahkan semua. Vino garuk-garuk kepala bingunh, sudah berbagai macam obat dia kasih ke Keisya mulai dari obat masuk angin, sakit perut, mual sakit kepala semua Keisya minum tapi gak ada efek sama sekali. Ini sih jatuhnya overdosis obat hati-hati loh Vino.
"Kamu kenapa sih sayang, daritadi muntah terus. Kamu gak telan obat yang tadi pasti kan makanya gak bisa sembuh," ujar Vino seraya memijat tengkuk Keisya yang tengah asik muntah.
"Enak aja, tuh lihat bungkusnya udah bercecer semua, orang aku sudah minum obatnya," kesal Keisya lalu kembali ke aktivitas awalnya.
"Tapi masa ini karena waktu kita pergi ke Jepang," Vino menerka-nerka.
"Jauh kak jauh, ke Jepang udah beberapa hari yang lalu kok efeknya baru muncul sekarang kayak gak nyambung," sahut Keisya disela muntahannya.
"Ya kan siapa tau. Atau.... kamu disantet?" Wow tebakan yang sangat tidak diduga plus tidak berguna. Keisya langsung menepis lengan Vino karena dia menyebut hal-hal yang aneh.
"Jangan ngada-ada deh Kak, bukannya memeprbaiki suasana malah memperburuk." Keisya mencuci mulutnya karena merasa perutnya sudah mendingan.
"Mending kita ke dokter buat periksa daripada menerka-nerka gak jelas disini, kan kalo dokter yang periksa kita bisa langsung tau apa gejala kamu," usul Vino.
"Gak! Ngapain? Buang-buang duit, muntah doang harus dibawa ke dokter. Gak-gak aku gak mau, mending uangnya ditabung aja," tolak Keisya. Keisya lupa nih kayaknya, kan suami nya holang kaya kalo masalah ngeluarin duit cuma buat biaya pengobatan mah kecil kayak beli permen lah umpama bagi Vino.
"Buang duit apanya, aku gak pernah ya perhitungan masalah duit kalo sama kamu," protes Vino.
"Yang bilang kakak perhitungan siapa? Aku cuma saranin uangnya ditabung aja jangan dipake buat hal yang gak penting," sambung Keisya, dia jadi lebih sensitif kali ini padahal dia orangnya lembut tapi gak tau deh kenapa bisa berubah ada yang bisa jelasin?
"Sayangku Cintaku belahan bumiku, siapa bilang ini semua gak penting? Ini kan untuk kesehatan kamu juga, daripada kamu mual-mual terus kan gak enak, aku yang liat aja sudah gak tega," Vino membujuk dengan suara halus.
"Udah gak perlu. Aku cuma perlu istirahat dan bobo cantik tapi Kak Vino harus temenin aku bobo, soalnya pengen peluk," ujar Keisya manja.
__ADS_1
"Tapi kan aku kerja sayang, nanti ya pulang kerja kamu peluk sepuas kamu bahkan sampai pagi pun gak apa-apa," jawab Vino.
"Gak mau! Pengen sekarang pokoknya titik! Terserah bagaimanapun caranya aku gak peduli, pengennya peluk sekarang kalo gak mau turutin aku kabur dari rumah," ancam Keisya namun dia tidak bersungguh-sungguh dalam ucapannya tadi.
"Ehh ..ehh jangan dong sayang. Iya iya aku bakal cuti hari ini dan temenin kamu bobo, tapi ada syaratnya," Vino menaikkan satu alisnya.
"Kok pake syarat sih, ihh gak seru. Apa syaratnya?" Walaupun kesal tapi Keisya juga penasaran.
"Harus mau diperiksa oleh dokter baru aku temani bobo sampai malam," Vino terkekeh pelan. Keisya terlihat berfikir sejenak, ada untungnya juga sih kalo diperiksa dokter.
"Ya udah iya aku mau, tapi aku gak mau pergi ke rumah sakit," kali ini Keisya yang menantang. Vino tidak terkecoh sama sekali dengan itu karena dia kan punya dokter pribadi khusus untuk keluarganya.
"Tidak masalah. Aku bisa mendatangkan dokter pribadiku kesini, sebaiknya kamu siap-siap saja yah buat diperiksa," Vino tersenyum penuh kemenangan lalu berjalan kearah meja samping ranjang untuk mengambil ponselnya. Keisya menautkan kedua alisnya cemberut.
Keisya langsung tiduran diatas ranjang sambil menunggu dokter pribadi yang sudah dipanggil oleh Vino, mungkin sepuluh menit lagi soalnya beliau lagi bertugas disalah satu rumah sakit jadi mereka harus menunggu sekitar 10 menitan lebih.
"Hey Vino. Long time no see. How are you?" tanya dokter itu saat melihat batang hidung Vino yang sudah muncul dibalik pintu, tampak sedang anteng menunggu kedatangannya.
"Yes, i'm fine Angga," jawab Vino malas seraya membalas tos dari dokter tersebut yang diduga bernama Angga. Bisa dibilang Angga ini juga teman dari Vino tapi tidak terlalu dekat, mereka teman satu SMA jadi akrab akrab lah sedikit, tapi tidak sampai ke arah sahabat.
"Kenapa kau menghubungiku padahal kau sendiri baik-baik saja, jika kau menyuruhku datang untuk menmanimu tidur lagi aku pulang," ujar Angga bingung. Angga tidak tau jika Vino sudah menikah karena pada saat hari pernikahan mereka Angga sedang ditugaskan ke rumah sakit yang ada di tempat tinggal Ibunya yaitu Kanada, otomatis dia tidak tau kabarnya. Setelah Vino ke Jepang baru dia pulang ke Indonesia, selama itu mereka tidak bertemu dan ini lah pertemuan pertama mereka. Bukan pertama sih tapi pertemuan setelah lama berpisah wkwk.
"Hey, sejak kapan gue menghubungimu untuk menemaniku tidur, gue masih normal ya," ketus Vino.
"Kau lupa? Atau mau ku ingatkan lagi tentang itu?" Angga menaik turunkan alisnya beberapa kali untuk menggoda Vino yang sudah mati kutu. Vino diam membisu namun wajah dinginnya masih tetap sama.
__ADS_1
"Sudahlah jangan banyak bacot, istriku butuh pertolongan segera didalam," Vino langsung to the point.
"What? Istri? You're married?" tanya Angga tak percaya dengan apa yang didengar. Vino mengangguk sebagai jawaban iya dari pertanyaan Angga.
"Kok bisa?"
"Ya bisa lah gue kan pengusaha yang sukses dan berdedikasi tinggi makanya cepet nikah," jawab Vino dengan bangga seraya menatap Angga sinis.
"Oh jadi kau menyindirku? Hey lihat aku juga sukses, aku seorang dokter sekarang," Angga tak mau kalah.
"Halah dokter gadungan aja bangga, aku bahkan bisa menyewa semua dokter di dunia ini."
"Oh menghina ya, belum lihat kemampuan gulat ku ya kau. Sini gelut by one biar kupatahkan leher kau," Angga siap-siap dengan kuda-kudanya.
"Ayo siapa takut."
Ini kenapa jadi pada gelut sih.
Keisya yang mendengarkan percakapan mereka sedari tadi sampai ngajak gelut hanya menghela nafas pasrah. Tujuan Vino manggil dokter buat periksa Keisya atau diajak gelut? Tau ah Keisya pusing, biarin aja mereka gelut sampai sore.
***
Ada pengumuman sedikit, mungkin besok pagi bakalan gak up soalnya wifi dirumah mau diputusin cuy kan kasian seharusnya bisa dibicarakan baik-baik jangan asal diputusin.
Mungkin lusa baru update lagi, tetep tunggu ya readers jangan tinggalin author yang kiyowo ini🥺.
__ADS_1
Sedikit info, Vino sama Angga gak bener bner gelut sampai babak belur ya, itu cuma dialog mereka ajağŸ¤.