
Kepala pelayan yang judes tadi membawa nampan berisi dua gelas jus jeruk untuk Vina dan juga Keisya. Pelayan yang lain sedang pulang kampung karena dikasih libur selama seminggu, hanya kepala pelayan yang diam dirumah besar itu karena dia cukup dibutuhkan disini, yah begitulah pikir Zahra.
"Silahkan diminum," ujar nya ramah tapi raut wajah tidak bisa bohong bahwa kepala pelayan ini sedang dilanda mood buruk.
"Terima kasih bik," jawab Keisya tak kalah ramah. Dia hanya membalas dengan senyuman paksa. Sepertinya kehadiran Vina disini tidak diinginkan rasanya Vina ingin terbang ke angkasa saja.
"Ayo Vin diminum, kamu pasti capek menempuh perjalanan kesini."
"Ahh lo kayak jaraknya jauh aja," walau tetap begitu Vina langsung meneguk jus jeruk nya sehingga tinggal seperempat di gelasnya, Keisya tertawa geli melihat tingkah Vina. Pelayan tadi bukannya pergi malah ikutan duduk disofa yang berada tepat dihadapan Vina itu artinya mereka berhadapan. Pelayan itu menatap Vina dengan intens, Vina yang risih karena ditatap hanya bisa senyam senyum canggung kearah pelayan ini.
'Duh ni orang kok natap nya gitu banget, perasaan gue gak pernah buat salah deh. Kan gue baru aja menginjakkan kaki disini masa sudah dapat tatapan introgasi seperti itu. Apa tampang gue mirip pshycopat ya' Vina bergumam dalam hati, gimana mau curhat tentang keseharian bersama Keisya kalo diawasi begini.
Canggung dan risih. Kata inilah yang tepat untuk menggambarkan situasi Vina saat ini.
Keisya cukup peka dengan keadaan sekitar, melihat Vina yang begitu risih kemudian mengalihkan pandangan ke arah kepala pelayan yang memang terkenal judes ini bahkan waktu Keisya pertama kali tinggal dirumah ini hanya pelayan ini yang sulit untuk Keisya dekati sekedar ngobrol saja jarang, beda dengan pelayan lain yang terkenal ramah dan baik jadi Keisya bisa beradaptasi dengan sangat baik. Bisa dibilang kepala pelayan ini sulit menerima orang baru dirumah.
"Bik Asti bisa tolong tinggalkan kami sebentar saja, percaya pada Vina dia sahabatku bukan penjahat jadi jangan khawatir," ujar Keisya berusaha bersikap seramah mungkin agar tidak ada salah paham. Kepala pelayan yang kita tau bernama Asti ini balik menatap Keisya, Asti memutar bola matanya malas kemudian terdengar suara dengusan kesal, tanpa merespon dia pun membawa nampan tadi ke arah dapur. Vina ahirnya bisa bernafas lega setelah kepergian nenek lampir eh maksudnya Bik Asti.
"Kei, dia memang seperti itu ya, atau sama gue doang dia kayak gitu?" bisik Vina agar tidak kedengeran. Keisya mengangguk pelan.
"Maklumin aja, beliau memang begitu, aku aja yang sudah lama disini gak terlalu akrab mgobrol pun jarang banget hampir gak pernah sih, aku duluan yang nyapa kadang direspon kadang nggak," jawab Keisya ikutan berbisik. Vina membulatkan bibirnya membentuk huru O. Oke balik ke topik awal.
"Ehh by the wah suami lo mana kok gak keliatan dari tadi?" Vina celingak celinguk mencari keberadaan Vino.
__ADS_1
"Ohh kak Vino lagi di kamar, katanya mau selesaiin pekerjaan di kantor."
Yang sedang dibicarakan akhirnya muncul, Vino menuruni tangga dengan langkah cepat. Vina begitu terpesona melihat aura cool dari suami temannya ini, Vina langsung mengembalikan kesadaran nya dan mengingatkan diri sendiri bahwa yang tengah berdiri di depannya adalah suami sahabatnya, gak boleh jadi pelakor. Khilaf dikit boleh gak ya hehe....
"Kei aku akan pergi ke kantor sebentar, kasih tau Mama jika sudah pulang. Aku tidak akan lama," ujar Vino kemudian mendekati Keisya dan menciumi pucuk kepala Keisya dengan mesra, semua ini tidak terlepas dari pandangan iri Vina tapi disisi lain dia juga bahagia melihat sahabatnya bahagia.
"Eh Kak kenalin ini sahabat aku Vina yang sering aku ceritakan," Keisya memperkenalkan Vina, refleks Vina langsung berdiri dan membungkuk sedikit memberi penghormatan pada yang lebih tua.
"Selamat sore tuan Vino. Saya Vina sahabat baik Keisya."
Vino hanya melirik dan tersenyum simpul kemudian berlalu pergi.
Kedua mertua Keisya sama-sama pergi kerja, Zahra ke butik nya katanya ada banyak kiriman barang dari luar negri sedangkan Gibran ada di kantor lagi meeting penting tinggallah Keisya dan Vino berdua dirumah, ehh tapi tadi Vino juga pergi menyisakan Keisya sendiri untung ada Vina yang datang berkunjung jadi gak terlalu sepi sepi amat nih rumah. Untuk Bik Asti gak usah dihitung deh soalnya bukan orang penting..
Huhuuu maaf Bik Asti author merasa berdosa...
"Ehh ngomong-ngomong keponakan gue udah berapa bulan?" Vina menaik turunkan alisnya menggoda Keisya, jadi Vina tidak tau kalo Keisya keguguran ya guys jadi janga salahkan Vina. Keisya langsung diam, senyum merekah seketika sirna.
"Kei lo kenapa kok murung gitu? Apa pertanyaan gue ada yang salah? Maaf deh jadi gak perlu dijawab," Vina merasa khawatir kemudian beralih mengusap punggung tangan Keisya lembut. Keisya memandang teduh pada sahabatnya ini.
"Gak apa-apa Vin, pertanyaan kamu gak salah kok. Aku aja yang lupa kasih kabar ke kamu," Keisya memaksakan senyumnya.
"Kabar? Kabar apa?"
__ADS_1
"Aku....aku keguguran," cairan bening berhasil terjun melewati pipi mulusnya, Keisya tidak bisa menahan kesedihannya. Vina sangat terkejut sekali hampir kejengkang ke belakang untung ada sandaran sofa jadi gak jadi jatuh deh.
"Kei lo serius? Pliss deh gak usah bercanda, ini semua gak lucu."
"Buat apa? Buat apa aku bohong, ini sama sekali tidak cocok dijadikan lelucon," Keisya menyeka air matanya kemudian balik menatap Vina yang masih kebingungan.
"Maaf Keisya gue tidak tau tentang semua ini," Vina menunduk menyesal karena telah melontarkan pertanyaan yang berusaha Keisya jauhi.
"Gak apa-apa ini bukan murni kesalahan kamu."
Mereka berdua langsung berpelukan seperti teletubbies.
***
Di sebuah minimarket pinggir jalan, tampak Vilia berdiri disebuah rak yang isinya snack semua. Vilia tampak bingung ingin membeli yang mana semuanya adalah kesuakaannya. Saat sibuk memilih, tiba-tiba pundaknya ditepuk oleh seseorang membuatnya langsung mengalihkan atensinya. Di belakangnya berdiri seorang pria tidak terlalu tinggi berkulit tan namun terlihat manis tengah tersenyum manis kearahnya.
Vilia memandang orang itu dengan pandangan tidak suka, sekelebat bayangan masa lalunya mulai muncul bersama dengan pria dihadapannya ini.
"Hai sayang. Long time no see. How are you? I really miss you, Baby?"
**
***HORE Double update, maaf jika ceritanya kurang seru, semoga suka.
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komen....
Love you Readers💗💗💗***