Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
64


__ADS_3

Keisya mengerjapkan matanya beberapa kali berusaha menyesuaikan cahaya matahari yang menembus masuk melewati kelopak matanya. Samar-samar Keisya melihat Vino yang tengah berdiri depan cermin lengkap dengan setelan jas nya, tampak rapi sepertinya mau pergi batin Keisya.


"Kak," panggil Keisya dan hanya dijawab deheman pelan oleh Vino. Keisya menunggu sambil memijit pelipisnya.


"Kenapa?" tanya Vino seraya jalan mendekat ke arahnya kemudian berjongkok di depan Keisya yang masih duduk diatas ranjang, belum mau beranjak turun maget kayaknya.


"Mau kemana? Rapi banget?"


"Mau ternak bebek, ya mau kerja lah sayang," kekeh Vino, Keisya hanya mendecih kesal.


"Sudah terhitung berapa kali aku cuti jadi gak enak sama yang lain, yah walaupun yang punya perusahaan itu aku, tapi tetap saja tidak enak apalagi sama Aldi, kasian dia. Selama aku libur selalu dia yang handle dengan sempurna, sepertinya tuh anak bakal naik gaji sepuluh kali lipat," jelasnya kemudian berjalan mengambil dasi yang ia sampirkan di meja lalu menyodorkannya kepada Keisya.


Keisya menatap bingung karena masih proses mengumpulkan nyawa. Dia menatap lama dasi yang disodorkan Vino.


"Gak mau dipasangin?" Vino menggoyangkan dasi itu didepan wajah Keisya. Keisya hanya ber oh ria sambil terkekeh pelan meratapi kebodohannya. Keisya berdiri berhadapan dengan Vino, ia mulai dengan telaten memasangkan dasi untuk Vino, Keisya sudah mahir masang dasi karena sudah les private sama Zahra jadi gak perlu diajari lagi. Vino menatap lekat wajah Keisya, walaupun baru bangun tidur tetapi wajahnya sangat cantik tanpa apapun, terlihat alami dan bersih. Pengen gigit batinnya.


"Natapnya gak usah kayak gitu juga, aku tau aku cantik," ujar Keisya kemudian menepuk pipi kanan Vino pelan membuat empunya tertawa kecil.


"Mau ikut ke Kantor nggak?"


"Hmm kok tiba-tiba ngajak, emangnya ada apa?" Keisya menautkan alisnya bingung.


"Memangnya mau ngajak istri ke kantor harus ada alasannya? Teori darimana itu? Sudah sana siap-siap kita pergi sekarang," Vino mengangkat tubuh Keisya turun dari ranjang kemudian mendorongnya ke kamar mandi. Keisya menurut saja.


***


Sampai di halaman depan Kantor, Vino memarkirkan mobil mewahnya ditempat khusus, karena dia Bos nya jadi ada tempat yang khusus untuknya. Keisya merenggut karena tidak mau turun dari mobil, sebenarnya dia males kesini karena ingin tiduran di rumah tapi karena dipaksa jadi ikut sajalah siapa tau punya pengalaman baru, sudah lumayan lama juga Keisya gak kesini. Bangunannya pun masih sama tidak ada perubahan apapun bahkan tata letak barang atau tanaman tidak ada yang berpindah.

__ADS_1


"Ayo masuk!" Vino menarik pergelangan tangan Keisya kemudian berjalan perlahan menuju pintu, disana sudah ada Aldi yang siap menyambut kedatangan mereka. Wah tampaknya lelaki itu sudah lebih dari siap, lihat saja dari penampilannya sangat berbeda rambutnya disisir le belakang tidak urak urakan seperti biasa. Vino melemparkan tas kerjanya kepada Aldi dan langsung ditangkap olehnya, ini sudah biasa keluakan Bos dan asisten nya jadi jangan salah paham.


"Agenda hari ini?" tanya Vino tanpa basa-basi.


"Ada meeting dengan clien yang biasa," jawab Aldi mensejajari langkah Vino dan Keisya. Vino tak menjawab kemudian menekan tombol lift untuk membawanya ke lantai atas ke ruangan kerja nya. Aldi hendak ikut masuk ke lift itu namun ditahan oleh Vino.


"Eh eh mau ngapain? Kamu pake lift yang di sebelah, saya ingin berdua dengan istri saya kamu jangan cosplay jadi nyamuk disini," ujar Vino kemudian segera menutup pintu lift. Biasanya lift itu untuk mereka berdua tapi karena ada Keisya jadi posisi Aldi terpaksa disingkirkam dulu haha...


Aldi menghentakkan kakinya ke lantai sambil ngedumel gak jelas, sampai-sampai menarik perhatian setiap karyawan yang lewat didekatnya.


"Apa liat-liat? Gak pernah lihat orang ganteng marah ya?" ujar Aldi dengan wajah emosi, karyawan yang lain hanya mendelik heran ada juga yang menyahut 'dih ge-er banget, ganteng darimana muka kek panci gosong' untung Aldi gak denger bisa bisa nanti tuh karyawan dilempar dari lantai lima .


Aldi melangkahkan kakinya ke lift yang sebelahnya kemudian menekan tombol yang akan membawanya menuju masa depan hehe bercanda, ke lantai atas.


"Itu gak apa-apa Aldi nya ditinggal?" tanya Keisya dalam lift, karena tadi sekilas melihat perubahan raut wajah Aldi yang kesal.


"Suka banget ngatain orang, Kakak sendiri juga jones dulu."


"Tapi kan aku sudah punya kamu mana bisa disebut jones," Vino mendekatkan wajahnya ke arah Keisya, dan...


TING!!!


Pintu lift terbuka horeeee gak jadi ciuman...


Vino berdecak kesal lalu menggandeng tangan Keisya menuju ruangan. Setiap ada karyawan yang lewat pasti memberi hormat kepada sang Bos tak terkecuali juga sama Keisya tentunya.


Keisya menghempaskan tubuhnya diatas sofa samping meja kerja Vino, tak tanggung tanggung Keisya malah tiduran disana.

__ADS_1


"Mau makan?" tawar Vino lalu duduk disebelah Keisya.


"Nggak, masih kenyang. Nanti aja," jawabnya. Vino mengangguk kemudian duduk di kursi kebanggannya, membuka sebuah laptop memeriksa siapa tau ada email yang masuk entah dari klien atau selingkuhannya hehe... gak deh nanti Keisya nangesss...


Pintu terbuka menampilkan Aldi dengan wajah kesalnya, berjalan gontai lalu menaruh tas kerja Vino diatas meja.


"Kalo mau masuk ketuk pintu dulu, gak ada sopan santunnya," ketus Vino, pandangannya masih fokus pada laptop didepannya. Aldi membuang nafasnya kasar lalu duduk tanpa izin dikursi yang ada di depan Vino.


"Ngapain duduk disitu? Sana keruangan kamu, punya ruangan sendiri kok gak dipake, jangan sia-siakan kerja keras saya buat bangun ruangan untuk kamu ya," bantah Vino lagi dan lagi membuat kuping Aldi panas karena kena omel terus, entah kenapa Bos nya ini sering sekali ngomel dan sangat cerewet biasanya kalo marah tinggal natap dingin orangnya tapi kali ini lain dia sering ngomel, jangan-jangan Vino kesambet jin emak-emak, kan emak-emak suka banget tuh ngomel.


Keisya yang menyaksikan itu hanya bisa diam dan menonton santai, asikk drama gratis...


"Mau keluar sendiri atau saya seret?" menyadari Aldi belum beranjak darisana membuat Vino jengah.


"Iya iya ini mau keluar."


"Jangan lupa tutup tuh pintu!"


"Hadeuhh gak jadi deh dramanya," gumam Keisya.


Bosan. Satu kata yang bisa mendeskripsikan kondisi Keisya saat ini, kenapa tidak? Daritadi dia hanya tiduran diatas sofa tanpa melakukan apa-apa, mana ponsel gak bawa lagi gara-gara buru-buru tadi diseret Vino ke Kantor.


"Kak, bosan!" ucapnya sambil menatap Vino yang masih fokus dengan benda canggih dihadapannya.


"Kalo bosan ajak aja Aldi main, main petak umpet kek atau main kejar kejaran," jawab Vino tanpa menoleh.


"Aku bukan anak kecil ya Kak, gak usah kasih saran yang gak estetik," dengus Keisya.

__ADS_1


"Apa aku keluar aja ya, menghirup udara segar?" pikir Keisya. Tanpa pamitan pada Vino yang super sibuk, Keisya keluar ruangan untuk berjalan-jalan disekitar kantor.


__ADS_2