
"Ratih!" panggil nya membuatku terkejut
"Iya, ah maaf ya gas aku telat kesiangan" ucapku
"iya tidak apa, lalu apa yang sebenarnya terjadi? " tanyanya
"Aku tadi mampir ke Rumah sakit dulu menghantar bingkisan untuk..... " jawabku menggantung.
"Untuk siapa?" tanya nya penasaran
"Ah, kakak ibu ku,yah dia lagi dirawat jadi tadi agak lama" jawab ku.
Setelah itu aku melanjutkan pekerjaan ku,tidak terasa jam sudah masuk pukul setengah 8 selepas ini aku akan segera pulang.
****
"Asallamualikum" ucapku seraya membuka pintu dan masuk.Terlihat ibu sedang duduk melamun di depan jendela dan Ani sedang mengerjakan PR sekolahnya.
"Bu,tidak baik duduk di sini. Angin malam berbahaya bagi kesehatan ibu." ucapku padanya dengan mengelus pundak dan memeluknya.
"Kau sudah pulang?, bersihkan badan mu lalu temui ibu dikamar ratih!" perintahnya seakan menuju pembicaraan yang serius.
"baik bu." jawabku, lalu pergi menuju kamar mandi.
Tidak lama aku selesai bersih-bersih dan sedang mengeringkan rambutku,pintu terbuka dan masuklah ibuku.
"Loh, kok ibu yang kemari kan harusnya aku yang menemui ibu." ucapku seraya menuntun ibu duduk di sofa kamarku.
__ADS_1
"Ibu mau bicara apa, sepertinya serius sekali."tanyaku memulai pembicaraan.
"Apa yang kamu rahasiakan dari ibu?!" tanyanya penuh kecurigaan dan penekanan.
Aku tertegun sejenak sekaligus mengumpulkan keberanian untuk memulai bercerita.
"Emm,maafkan aku ibu, sebenarnya bukan bermaksud merahasiakan ini semua dari ibu tapi aku berfikir belum saatnya jadi ratih belum sempat mengatakannya pada ibu." jelas ku seraya meminta maaf.
"Ratih,aku ini ibumu dan seharusnya kamu tau aku sangat menghawatirkanmu. Sekarang ibu minta jelaskan semuanya sedetailnya.!" perintah ibu.
"Iyaa, sebenarnya aku ragu tentang ini bu. Kematian ayah tempo hari mungkin telah direncanakan oleh seseorang dan itu sepertinya berhubungan dengan pertunangan aku dan Agra." jelasku.
"Lalu...? " tanya ibu
"Aku dan Agra sekarang bukanlah pasangan bu karena hari itu dia dan tantenya ber rencana ingin membunuhku, sewaktu itu aku takut sekali. Aku mencoba melarikan diri dan saat aku kabur dan sedang mencari jalan keluar aku mendapat kabar bahwa ayah telah meninggal dengan motif penembakan dan sekarang polisi masih sedang mengungkap siapa pembunuhnya. Maafkan aku karena masih saja mengurus tentang kejadian yang menimpa ayah bu.." jelas ku lagi dengan disertai derai air mata yang entah sejak kapan mengalir lancar membasahi pipiku.
"Tunggu sebentar, Agra ingin membunuhmu? apa motifnya?, lalu siapa yang menyelamatkan mu nak jika waktu itu kamu bisa sampai dirumah sakit? soal kabar ayahmu ibu sudah tau dan ibu telah mendapatkan bukti siapa pelakunya." ucap ibu.
"Ratih!" tegurnya membuyarkan lamunanku.
"Ah iya bu, ak aku tidak tau motif dia apa bu yang jelas sepertinya itu telah direncanakan olehnya dan tante nya itu, waktu itu aku ditolong Bagas bu teman SMP ku dulu."jawabku.
"Syukurlah, dan bukannya Bagas juga yang sudah memberikan pekerjaan lagi padamu?" tanyanya.
"Iya bu,dan benarkah ibu sudah tau siapa pelakunya?" tanyaku penasaran.
"Belum waktunya kamu tau ratih." ucap ibu.
__ADS_1
"Ibuuuuu, tolong jangan coba merahasiakan ini." rengek ku.
"Sudah lah besok kamu akan tau sendiri orangnya." ucap ibu seraya meninggalkan kamarku.
****
Hari ini aku,ibu dan Ani berangkat bersama ke acara pertunangan Anis dan Jeky yang diadakan di Gedung A.
Sampai disana ibu langsung menemui ibu Anis yang kebetulan mereka adalah teman lama, sedangkan Anis dia bertemu temannya disana lalu bermain bersama. Lalu aku, apa yang aku fikirkan sekarang rasanya berkecamuk menjadi satu dalam fikiranku. Takut,cemas,ingin marah, entah lah karena sekarang tepat dihadapanku. Aku melihat orang yang mencoba membunuhku hari itu. Aku hanya bisa diam mematung saat ini, lalu.
"Woy, ngelamun aja lu, udah ditunggu sama Anis tu di kamarnya." ucap Arin.
"Arin! ,kau ini mengagetkanku saja. Rin, kenapa dia ada disini?" tanyaky pada Arin.
"Ah, emm sory ya. Dia kan masih jadi Bos ku jadi ya mau tidak mau aku harus mengundangnya. Sudah lah kau tidak perlu cemas kan apapun di sini banyak orang yang akan melindungimu sekarang kau temui saja calon kakak iparku itu." ucapnya seraya mendorong tubuh ku naik ke kamar dimana Anis sedang di rias.
Dari atas aku bisa melihat semua tamu undangan,terlihat disana ternyata tidak hanya si Agra saja,Bagas juga ada. Dan 'hah Bagas bagaimana dia datang apa Anis mengenalnya?' tanyaku pada diriku sendiri.
Dan aku melihat orang yang seakan sekarang sedang menatap ku tajam siapa dia.
"Ratih!" panggil nya membuat ku tersadar dari pandangan.
"Ah ya, kamu cantik sekali Anis,selamat ya. Semoga tetap utuh sampai jenjang pernikahan" ucapku
"Terima kasih" ucapnya
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa Vote komen saran dan like nya
terima kasih ๐