
Sudah dua pekan ini rumah serasa sepi, jujur walaupun ayah selalu saja memarahiku tapi aku sadar dia sebenarnya sayang denganku. Dan aku merindukan itu sekarang,hari ini aku putuskan untuk mencari pekerjaan baru. Dan tentu saja sebelum itu aku telah mengundurkan diri dari Caffe itu.
Aku keluar kamar dengan sudah berpakaian rapi dan menemui ibu untuk berpamitan.
"Bu, aku berangkat dulu ya." ucapku seraya salim mencium punggung tangannya.
"Iya, hati-hati.Kamu pergi sendiri atau diantar nak Agra?" tanyanya.
"Ah, aku pergi sendiri, Agra sedang ada bisnis diluar negeri." Jawabku berbohong.
'maafkan ratih bu, belum menceritakan yang sesungguhnya.karena ratih rasa belum saatnya.' batinku.
"Ah ya sudah aku berangkat ya takut kesiangan" Ucapku.
" Iya, hati-hati dijalan nak." tutur ibu.
Sudah setengah hari aku mencari lowongan kerja ternyata semua lowongan sudah tutup.
Dert dert dert.. ponselku berdering.
"Hallo, Ratih." sapanya dari seberang
"Ya hallo,ada apa Nis" tanyaku pada Anis
"Bisa kita bertemu sekarang, ada yang ingin aku bicarakan denganmu." ucapnya
"Ya sudah kita ketemu tempat biasa ya" Jawabku.
"oke siap." balasnya.
Setelah itu aku melajukan motorku ke tempat dimana aku akan bertemu dengan Anis. Saat sampai aku melihat Anis sudah menunggu ku dan ia melambaikam tangannya pertanda dia ada disana, aku tersenyum dan menghampirinya setelah memarkirkan motorku.
" Hay,tumben rapi. Habis dari mana? " tanya nya
__ADS_1
"Aku sedang mencari pekerjaan baru." jawabku.
" Loh,bukannya kamu bekerja di tempat tunangan mu itu, siapa namanya?" Ucapnya seraya mengingat nama Agra.
"Agra maksud kamu" jawabku datar.
"Ah ya itu." ucapnya
"Aku sudah memutuskan pekerjaanku dan Pertunangannya" jawabku datar.
" Hah! , kau serius. Why?" tanya nya
Akhirnya aku menceritakan semua nya,termasuk kasus penyelidikan pembunuhan ayah, walopun ibu sudah sempat mencegah ku agar merelakan dan mencabut kasus itu. Namun aku tetap penasaran siapa dalang dibalik semua ini apa benar Agra,aku hanya ingin memastikan.
"Kan, apa aku bilang.Sejak awal aku sudah menduganya,dia bukan pria yang baik buat kamu. Kamu sih ngeyel." jawabnya
" Iya, dan sekarang aku benar- benar bertekat Nis,tidak akan suka atau sekalian saja tidak menikah. Aku benci mahluk bernama pria." Cetusku.
"Hus, sudah.kau pasti lapar bukan,sejak tadi pagi keliling cari kerjaan." ucapnya.
"Ih apa-apan kamu, aku gak serakus itu kali." ucap ku.
Akhirnya kami memesan makanan. Tidak lama setelah itu pesanan kami datang dan kami langsung menyerbunya.
"Oh iya, apa soal ini ibumu sudah tau?" tanya Anis tiba-tiba.
"Belum, aku takut ibu sedih."jawabku.
"Tapi kamu harus memberitahunya, bagaimana pun dia ibumu, dia yang memberi restu setelah ayahmu, Rat." Tuturnya.
"Iya aku tau Nis, aku akan memberitahukannya setelah aku mendapat waktu yang tepat." jawabku.
"Emmm, y sudah terserah kamu saja."ucapnya. Dan aku hanya membalas dengan senyuman.
__ADS_1
"Ratih?" Ucap seseorang yang tidak asing suaranya.
"Ah, hay Bagas" ucapku.
"Kau di sini,dan ini siapa? " ucapnya.
"Ah iya ini aku kenalkan, dia Anis sahabatku." jawabku memperkenalkan Anis.
" hay, Anis" Ucap Anis mengulurkan tanganya
" Bagas" seraya menerima uluran tangannya.
"BTW, boleh gabung kan" tanya Bagas.
"Yaa, silahkan" jawab Anis.
" Kamu habis dari mana Rat? " tanya Bagas
Mungkin dia heran dengan gaya penampilan ku saat ini.
"Aku sedang mencari pekerjaan, tapi ternyata sangat sulit" jawabku.
"Pekerjaan, bagaimana jika kamu kerja di Resto ku saja, kebetulan sekarang aku sedang membutuhkan karyawan tambahan. " Usulnya
" Nah,terima aja Rat.Kan lumayan bisa bantu ibu kamu. " tambah Anis.
" Benarkah,kau serius Gas?" tanyaku meyakinkan
Bagas menganggukan kepala.
"Ini kartu namaku, dan kau bisa langsung menemuiku besok." ucapnya.
"Baiklah,besok aku pasti datang" jawabku sumringah.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa Vote Saran dan Komentarnya ๐ Terima kasih.