
Tiga bulan berlalu, Keisya menjalani hidupnya dengan baik tanpa ada masalah lagi dengan suaminya. Vino sering sekali mengajak Keisya untuk pindah rumah, Vino ingin tinggal di apartemen miliknya tapi Zahra tidak mengizinkan mengingat Keisya yang sedang hamil takut nanti Keisya kesepian dan sendirian disana saat Vino pergi bekerja. Vino kan bisa mempekerjakan ART disana tapi tetap saja Zahra tidak mau dengan alasan yang sama, Vino mendengus kesal saat mendapat penolakan tegas dari Mamanya, dia tidak bisa membantah lagi karena jika sudah Zahra yang bicara tidak ada yang bisa protes, sudahlah jalani saja selagi bisa.
Keisya bosan dikamar, dia memutuskan untuk turun ke lantai satu. Mau nonton TV juga bosan, jadi dia memilih untuk rebahan disofa sambil memainkan ponsel barunya. Lama kelamaan dia juga bosan, tadi di kamar dia menghabiskan waktu dengan nonron drama.
"Keluar cari angin bagus kali ya," Keisya keluar rumah dan keliling dihalaman menikmati pagi yang hampir siang. Orang rumah sepi semuanya pergi kerja tak terkecuali Zahra, walaupun dia pemilik butik tapi harus tetap bekerja juga. Tadinya Keisya diajak ke butik sama Zahra tapi Keisya menolak karena nanti pasti Mama mertuanya akan sibuk mengurusnya disana sehingga melupakan pekerjaannya. Sekarang kan musim nya orang nikah jadi pasti ada banyak pelanggan yang ingin menyewa atau membeli gaun dari butik nya Zahra.
"Pasti Mama disana sibuk banget," monolog Keisya dihalaman rumah. Keisya mengitari kebun kecil milik Zahra didepan rumah, banyak tanaman bunga ada mawar, melati, anggrek, matahari dan lain lain. Tanahnya terlihat kering, mungkin Mama lupa menyiramnya sebelum berangkat kerja, jadi Keisya berinisiatif untuk menyiram nya mumpung ada kran dan selang yang sudah tersedia tinggal diambil saja. Keisya menghidupkan kran airnya dan siap-siap untuk menyiram tiba-tiba pelayan paruh baya datang.
"Ehh Nona muda, biar Bibi saja yang siram. Nona muda istirahat saja," pelayan tersebut langsung melepaskan bungkusan sampah ditangannya kemudian menghampiri Keisya yang tengah asik menyiram tanaman.
"Gak apa-apa Bik, saya bosen jadi saya keluar dan melihat tanaman Mama belum disiram jadi saya melakukannya," Keisya nyengir.
"Aduh maaf ya nona, tadinya saya yang disuruh Nyonya buat nyiram tanaman tapi karena saya tadi membantu Lela dibelakang cuci piring dan mengumpulkan sampah jadi kelupaan deh," pelayan yang bernama Silvi itu merasa bersalah.
"Untung saja Bibik lupa jadi saya ada kegiatan disini, kalo gak ada bisa bisa jadi tambah bosan. Biar saya yang siram ya Bik," Keisya lanjut dengan aksi menyiram tanaman nya. Silvi kemudian mengambil bungkus sampah yang dia buang sembarangan tadi kemudian membuangnya ditempat sampah.
__ADS_1
Mata Keisya menangkap sesuatu yang aneh, dia menghadap kearah gerbang yang ada dibelakangnya, jadi kebun Zahra itu ada disamping kiri rumah ya terus kalo sedang menyiram tanaman otomatis membelakangi gerbang masuk. Merasa diperhatikan Keisya menatap balik orang dibalik masker itu, menggunakan hoodie hitam celana hitam dan masker hitam. Keisya berfikir mungkin orang itu hanya kebetulan lewat dan penasaran dengan rumah ini makanya berdiri disana, lagian siapa coba yang gak takjub dengan bagunan mewah yang satu ini. Tapi semakin lama, orang itu semakin aneh. Dia menunjukkan gerak-gerik yang mengerikan seperti menunjuk Keisya dengan jari telunjuknya seakan sedang mengincarnya, kadang orang itu menggedor gerbang besi itu memaksa ingin masuk kedalam. Keisya terkejut dan ketakutan, kakinya gemetar selang yang dipegangnya terlepas begitu saja dari tangannya. Para pelayan sedang sibuk dibelakang jadi Keisya benar-benar sendiri disana. Tapi untung saja satpam penjaga cepat datang dan orang misterius itu langsung pergi. Pak satpamnya mungkin sedang buang air kecil tadi makanya gak ada ditempat. Keisya kembali tenang, matanya tertuju pada selang yang masih mengeluarkan air, tanah dikebun bunga tersebut sampai becek akibat kelebihan air.
"Astaga aku lupa mematikan kran," Keisya berjalan kearah depan untuk mematikan kran dan langsung bergegas masuk ke dalam rumah.
Bayang-bayang orang misterius tadi masih berputar diotaknya, dia sangat menyeramkan. Keisya merasa berada dalam film pshycopat karena kejadian tadi. Masih pagi dia sudah mendapat teror saja. Untuk melupakannya Keisya ingin bereksperimen didapur agar pikirannya teralihkan. Eh tunggu Keisya mau masak apa yah, masak sup sepertinya boleh juga. Keisya mengambil bahan-bahan nya didalam kulkas seperti sayur dan kawan kawannya.
"Tambah daging ayam pasti akan sangat enak," ucapnya seraya mengambil dada ayam yang dibungkus dalam freezer. Tangan lentiknya mulai bergerak memotong wortel, setelah selesai dia beralih ke daging ayam yang dikukus dalam panci kemudian memotong kecil-kecil lalu merebusnya dalam air mendidih bersama sayu-sayur yang tadi.
Ta-da..
"Waktunya makan," Keisya membawa mangkuk supnya kearah ruang tengah niat nya ingin makan sambil nonton kartun. Satu suapan mendarat dilidahnya.
"Ehh kok rasanya asin ya, padahal seingatku tadi takaran garamnya sudah pas," ujar Keisya.
"Tinggal tambah air saja maka asinnya akan hilang," Keisya kembali ke dapur untuk menambahkan supnya air lagi biar tidak asin, kelebihan garam juga kan tidak boleh.
__ADS_1
"Nah ini baru pas. Makan pakai nasi enak juga," Keisya berjalan ke arah rice cooker untuk mengambil nasi. Dia harus mandiri kalo mau makan atau melakukan apapun, jangan mentang-mentang menikah sama orang kaya dia harus jadi manja oh tidak Keisya tidak seperti itu, kehidupannya di desa kebawa sampai kesini jadi kalo mau dilayani sama pelayan selalu merasa tidak enakan karena tidak terbiasa tapi Keisya tidak mau dibiasakan jadi manja nanti dia keterusan.
Keisya tidak makan di meja makan, dia malah memilih diruang tengah agar suasananya lebih hidup jika makan ditemani dengan suara TV yang ngoceh sendiri, jadi tidak sepi sepi amat. Keisya benar-benar menikmati makanannya mungkin karena dia yang buat jadi lebih berselera makan padahal tadi sudah sarapan bersama. It's okay, Keisya kan lagi hamil jadi porsi makan nya jadi lebih banyak dari biasanya soalnya baby dalam kandungan juga butuh nutrisi, iya apa iya?.
Sudah selesai makan, Keisya mencuci piring dan semua perlengkapan masak yang digunakan tadi agar pelayan dirumah tidak bekerja dua kali dalam mencuci peralatan dapur. Setelah menata piring dan yang lainnya ditempat, Keisya memutuskan untuk balik ke kamar untuk istirahat karena kekenyangan.
"Masih pukul 10, tidur dulu kali ya sebelum Mama pulang," Keisya menguap sangat lebar dan langsung tertidur.
**
Segini dulu up nya ya soalnya tanganku lagi sakit jadi gak bisa up banyak.
Huhu maaf....:(
Semoga suka jangan lupa like dan komen ^^
__ADS_1