
Pagi harinya tepat jam 8, Agra telah sampai dirumahku dengan membawa seorang wanita. Saat aku keluar dan duduk didekat ibu aku sempat berfikir siapa wanita itu,apa dia ibunya sepertinya bukan karena dia pernah berkata jika ibunya telah meninggal.
"Baik,ada keperluan apa tuan dan nyonya datang kemari? "tanya ayahku serasa yakin setelah keluargaku lengkap diruang tamu.
"Saya selaku tante dari Agra sendiri sebelumnya meminta maaf atas kelancangannya karena sepagi ini sudah bertamu. Dan tujuan kami kesini untuk meminang putri anda."jawab Rena tantenya Agra.
'Oh dia tantenya Agra pantas saja tidak pernah kelihatan' batinku.
"Bagaimana Ratih apa kamu mau menerimanya?" tanya ibu
"Aku ikut keputusan ibu saja " jawabku sambil tertunduk karena malu, bagaimana tidak Agra sedari tadi melihatku seperti akan menerkamku saja.
"Saya ikut ayah Ratih saja, selaku kepala keluarga. " jawab ibu memberikan hak nya kepada ayah.
"Saya sih setuju tapi dengan satu syarat." jawab ayah.
'Apa-apaan ayah ini apa yang dia rencanakan sebenarnya' batinku seraya melihat kearah ayah.
"Apa itu sebutkan saja." jawab Agra mantap.
"Beri saya pekerjaan dengan gaji yang besar"ucap ayah.
kata-kata ayah membuat aku dan ibu terkejut. Namun saat ibu akan menyela,ayah terlebih dahulu menatap kami dan memberi kode supaya menurut.
__ADS_1
"Baik, anda akan bekerja diperusahaan saya. Ini kartu nama saya dan jabatan anda adalah sebagai Manager keuangan." ucap Tante Rena.
"Dan saya menginginkan Pertunangannya di adakan besok."susul Agra.
"Baik saya terima" jawab ayah mantap ketika dia telah mendapatkan apa yang diincarnya.
Setelah itu Agra dan tantenya pamit,aku mengantarkan mereka sampai gerbang.Saat Agra akan masuk mobil dia berbisik.
"Riaslah dirimu besok secantik mungkin" goda Agra, aku hanya membalas dengan tertawa kecil.
"Baiklah"jawabku dengan menahan tawa.
Setelah itu aku masuk dan kembali duduk.
"Aku hanya mengambil untung saja sebagai imbalan."kata ayah.
"Imbalan, imbalan apa maksud mu"tanya ibu lagi
"Karena kita sudah membesarkan anak kita untuk menjadi pasangan nya dengan sempurna dan kita harus mendapatkan bayaran yang setimpal juga" jawab ayah lantang.
"Apa maksud ayah, ayah menjualku? " tanyaku seraya tidak percaya dengan apa yang ayah barusan katakan.
"Sudah kau ini menurut saja, jika tidak aku akan batalkan Pertunanganmu dengan Agra dan kamu menikah dengan Tuan muda Alvin yang terkenal kejam itu."ucap ayah.
__ADS_1
"Ayah keterlaluan" ucapku dan masuk kedalam kamar.
Aku merasa bingung hari ini,haruskah aku bahagia karena Agra jadi mengajakku bertunangan atau sedih karena niat ayah sebenarnya adalah menjual ku secara halus.
Tok tok tok,pintu kamarku terbuka dan masuklah Anis,aku langsung menghapus air mataku.
"Ah, kapan kau datang?" tanyaku seolah aku baik-baik saja.
"Barusan, aku tunggu kamu tapi tidak datang juga ke apartement.Jadi aku putuskan kerumahmu saja."jelasnya.
"Keluar yuk, shoping sekalian beli gaun buat kamu besok." tawarnya.
"Baiklah aku akan bersiap sebentar".kataku dan beranjak mengganti pakaian.
Setelah selesai aku dan Anis keluar setelah meminta ijin pada ibu. Kami menuju mall terlebih dahulu dan membeli banyak barang, tentu saja itu semua milik Anis karena aku tidak terlalu suka berbelanja barang-barang mahal Setelah Anis merasa puas akhirnya kita pergi kebutik langganan Anis,sampai disana aku disambut ramah sekali aku mencoba gaun-gaun yang aku kira cocok. Dan aku putuskan membeli gaun berwarna putih dengan paduan bunga dibagian lengan dan pinggir kiri bawah,selesai membayar aku putuskan untuk pulang kerumah untuk beristirahat.
Sampai didepan rumah Anis langsung pamit.
Saat tiba didepan pintu ada box di bawahnya,aku penasaran dengan isinya maka aku buka.
"Aahhh!" teriakku sembari melempar box itu.
Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa vote saran dan komentar nya ๐